
Nyonya Liza keluar dari ruangan Alison dengan wajah tenangnya, dia tidak boleh menunjukkan kesedihannya di depan Miranda atau hal itu akan membuat hubungan Alison dan Miranda semakin dingin.
"Apa Alison mengucapakan sesuatu yang menyakiti mom?" Tanya Miranda.
"Tidak, kamu tenang saja seburuk apapun sikap Alison sekarang, dia tidak mungkin benar - benar Setega itu dengan mom" Ucap Nyonya Liza berbohong.
Kini mereka berjalan keluar dari gedung Whingston Grup, tidak jauh dari mereka kini Alisha pun sedang berjalan berdampingan dengan Elle menuju kantin perusahaan untuk makan siang.
"Miranda, bukankah itu Alisha" Ucap Nyonya Liza lalu mengejar Alisha yang sudah memasuki lift menuju lantai bawah.
"Tunggu" Teriak Nyonya Liza ketika lift yang dinaiki Alisha mulai tertutup.
Tatapan Nyonya Liza dan Alisa saling bertemu dalam seperkian detik sebelum lift benar - benar tertutup.
"Mom" Teriak Miranda yang mengejar Nyonya Liza.
"Mom yakin itu Alisha, wanita yang fotonya ada di kamar Alison" Ucap Nyonya Liza lirih.
Sedangkan di dalam lift Alisha merasa tidak asing dengan wanita paruh baya yang tadi menatapnya.
"Astaga, apa tadi itu ibu dari Mr. Alison" Ucap Elle.
"Ibu dari Mr. Alison?" Tanyanya.
Elle menganggukkan kepalanya "Aku yakin sekali itu Nyonya Liza Whingston karena dulu saat perusahaan masih dipegang oleh ayah Mr. Alison, Nyonya Liza sering kali Wira Wiri di pemberitaan bersama Tuan Axal" Lanjutnya.
Alisha hanya menganggukkan kepalanya, mungkin ketidakasingan yang tadi dia rasakan karena wajah wanita paruh baya itu hampir mirip dengan Alison dalam versi laki - laki.
"TlNG" Pintu lift terbuka, Alisha dan Elle berjalan ke meja makan, lalu Elle memesankan makanan untuk mereka berdua.
"Apa aku boleh uduk di sini sebentar?"
Alisha mengangkat kepalanya "Ya?"
Pria itu tersenyum, tanpa menunggu persetujuan Alisha, pria tersebut duduk di samping Alisha.
"Ah, iya namaku Dave" Dave mengulurkan tangannya ke arah Alisha.
Alisha membalas uluran tangan Dave "Alisha" Balasnya.
"Nama yang cantik, secantik orangnya" Ujar Dave tersenyum, namun hanya ditanggapi senyum tipis dari bibir Alisha.
"Hai, siapa dia alisha?" Tanya Elle yang sudah kembali ke meja makan.
"Ah, iya perkenalkan namaku Dave, aku pegawai bagian Perencanaan"
"Ah, iya Dave salam kenal" Balas Elle.
"Apa kamu karyawan baru?" Tanya Dave basa basi.
"Iya, aku baru satu bulan bekerja di sini" Jawab Alisha.
Dave menganggukkan kepalanya
"Apa kamu juga pegawai baru Dave?" Tanya Elle.
"Tidak juga, aku sudah tiga bulan di sini, hanya saja aku bukan pegawai tetap" Balasnya.
__ADS_1
Setelahnya hanya ada keheningan di dalamnya, dengan tatapan Dave yang terus tertuju kepada Alisha.
Elle yang sedari tadi menyadari arah pandangan Dave terus tertuju kepada Alisha hanya diam saja, Elle merasa kalau Dave bukanlah orang yang cukup baik untuk di ajak berteman, entahlah hanya itu yang di pikirkan Elle tentang kesan pertama pertemuannya dengan Dave.
Hingga seorang pelayan membuyarkan suasana hening di antara mereka bertiga.
"Kalau begitu aku permisi, selamat makan siang, semoga kita bisa bertemu lagi Alisha" Ucap Dave.
Elle menatap kepergian Dave dengan tidak suka, "Aku tidak menyukainya" Ucap Elle.
Alisha menolehkan kepalanya "Memang kenapa dengan Dave?" Tanya Alisha "Dia terlihat orang yang cukup baik" Lanjutnya.
"Entahlah, namun aku merasa ada hal buruk yang akan terjadi jika kamu benar - benar mau berteman dengannya"
Elle memang sering merasakan hal - hal yang tidak semua orang rasakan, sering kali firasatnya kepada dirinya sendiri atau seseorang berubah menjadi nyata, dan yang dia rasakan dengan adanya kehadiran Dave di kehidupan temannya akan membawa Alisha kedalam hal berbahaya.
"Sudahlah, tidak usah membicarakan Dave, belum tentu juga kita akan bertemu dengan dia lagi" Balas Alisha.
"Tapi kamu harus benar - benar berhati - hati dengan dia Alisha, jangan mudah mempercayai orang yang baru kamu kenal, apalagi aku bisa melihat kalau dia terlihat tertarik denganmu" Peringat Elle.
"Iya, Ella, selamat makan" Ucap Alisha untuk memutus pembicaraan tentang Dave.
Sejujurnya alasan Alisha sedari tadi tidak terlalu menanggapi Dave karena dia sendiri merasa tidak nyaman, dan entah kenapa ada perasaan takut di dalam dirinya saat Dave sedari tadi tidak berhenti menatapnya.
***
Alisha melihat jam dipergelangan tangannya, seharusnya bus yang biasa dia tumpangi saat pulang bekerja sudah datang tapi kenapa hingga 15 menit dia menunggu, busnya tidak kunjung datang.
Sebuah mobil Lamborghini Veneno pengeluaran terbaru berhenti tepat di depan Alisha, kaca mobil tersebut terbuka.
Alisha menolehkan kepala ke segala arah memastikan kalau tidak ada pegawai yang melihatnya saat ini.
"Sir, saya bisa pulang sendiri, lebih baik anda segera pergi sebelum ada pegawai yang melihat anda berhenti di depan saya" Ucap Alisha menolak perintah Alison.
"Sudah pernah aku katakan sebelumnya kalau aku tidak menerima penolakan" Ucapnya tegas.
"Masuk sendiri atau aku yang memasukkan" Alison bersiap untuk turun dari mobilnya.
"Baiklah, saya akan masuk tapi anda jangan turun dari mobil" Ucap Alisha lalu masuk ke dalam mobil Alison.
Alisha hanya tidak ingin jika sampai Alison turun dari mobil akan menyebabkan Alisha kembali menjadi bahan pembicaraan apalagi belum selesei pemberitaan tentang Alison dengan wanita misterius yang tidak lain adalah dirinya, dia tidak mau kalau sampai identitasnya terbongkar, bisa dipastikan dia akan menjadi bahan pembicaraan bukan hanya rekan kerjanya tetapi juga semua orang di Amerika.
"Sir ini bukan arah pulang ke flat saya" Ucap Alisha.
"Apa kamu lupa dengan apa yang aku katakan kemarin, kalau jangan memanggilku dengan sebutan formal jika kit tidak sedang di kantor"
Alisha menghela nafasnya "Kita mau kemana Alison?"
"Kita akan pergi ke butik" Ujar Alison.
"Untuk apa kita ke butik?"
"Untuk membelikanmu gaun yang akan kamu pakai ke pesta acara yang akan aku hadiri besok"
"Ke acara pesta?" Tanya Alisha bingung.
"Iya besok kamu temani aku ke acara pesta kolegen Bisnisku"
__ADS_1
"Tidak, tidak, aku tidak mau" Alisha menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak memberimu pilihan mau atau tidak"
"Tapi aku belum siap kalau sampai menjadi pemberitaan seperti kejadian kemarin lagi" Balas Alisha.
"Itu tidak akan terjadi"
"Tapi..."
"Kita sudah sampai" Ucap Alison memotong ucapan Alisha.
Mereka berdua masuk ke dalam butik langganannya "Oh Mr. Whingston, suatu kehormatan, orang penting seperti anda menyempatkan datang ke tempat saya" Sambut seorang pria kemayu yang terlihat begitu senang dengan kedatangan Alison.
"Apa kamu sudah menyiapkan gaun yang aku minta kemarin"
"Sudah Mr. Alison, semuanya sudah saya siapkan dengan baik"
"Masuklah, dan cobalah gaun yang sudah aku pesankan"
Alisha berjalan mengikuti pria kemayu tersebut "Silahkan nona, anda bisa mencoba gaunnya"
"Ini gaunku?" Tanya Alisha tidak percaya saat melihat gaun seindah ini akan melekat pada tubuhnya.
"Betul nona, ini gaun spesial yang dipesan Mr. Alison untuk anda"
Alisha memasuki ruang ganti untuk memakai gaunnya "Astaga, ini pasti gaun sangat mahal" Ucap Alisha takjub saat gaunnya begitu pas di tubuhnya.
"Anda sangat cantik nona, dan anda juga sangat beruntung karena anda orang pertama yang Mr. Alison ajak datang kemari bersamanya karena biasanya hanya asistennya saja yang akan mengambil jas dan kemeja pesanannya"
"Benarkah?" Tanya Alisha
"Tentu nona, bahkan Mr. Alison mengetahui ukuran tubuh anda dengan sangat baik" Balasnya.
"Apa aku memang seberuntung itu" Lirih Alisha.
Gambaran mobil mewahnya Om Alison ya.
Dan ini gaunnya yang akan dipakai sama Tante Alisha di pesta✨
.
.
.
Bersambung
Akhirnya para tokoh antagonisnya udah pada muncul, namun tenang untuk menuju ke bab menegangkan masih harus melewati beberapa bab manis lagi dari Alison dan Alisha🌝
Oh iya yang sudah lupa dengan siapa Dave, bisa lihat di part 31 ya.....
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏
__ADS_1