Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Wanita Psikopat


__ADS_3

"Siapa kamu?"


Alisha terkejut melihat seseorang yang berdiri di depannya dengan tatapan menyelidik.


"Sa-ya...." Jawab Alisha bingung harus memperkenalkan diri sebagai siapa.


"Raynand, ada apa kamu kemari" Sela Alison yang sudah berdiri dibelakang Alisha.


Pandangan Raynand beralih kepada Alison "Ada hal penting yang perlu aku bicarakan"


"Masuklah keruang kerjaku terlebih dulu" Ucap Alison ketika melihat tatapan mata Raynand beralih lagi untuk menatap Alisha, ada perasaan tidak suka saat melihat ada pria lain yang menatap tajam ke arah Alisha.


Setelah melihat Raynand memasuki ruang kerjanya dia beralih melihat ke arah Alisha.


"Makanlah terlebih dahulu, jangan menungguku, mungkin aku akan lama berbicara dengan Raynand" Alison meninggalkan Alisha sendiri yang masih mematung di depan pintu penthouse yang sudah di tutup oleh Alison.


Alison duduk di depan Raynand dan mengambil Vape lalu menghisapnya begitupun juga dengan Raynand.


"Siapa wanita itu?" Tanya Raynand dengan nada datar nya.


"Kamu pasti sudah tahu siapa wanita itu, bukankah kita sudah berteman cukup lama" Jawab Alison.


"Ah ternyata Alisha, akhirnya wanita yang menjadi kelemahan seorang Alison sudah kembali, aku harap dengan adanya wanita itu lagi di sisimu tidak membuatmu menjadi lemah seperti 7 tahun lalu" Balas Raynand.


Alison hanya terkekeh sinis "Kamu juga akan melakukan hal bodoh yang pernah ku lakukan dulu jika sudah bertemu dengan wanita yang berhasil meluluhkan hatimu"


"Itu tidak akan terjadi karena bagiku tidak ada yang bisa melemahkan hatiku apalagi hanya karena seorang wanita"


Alison mengangguk - anggukan kepalanya, dia yakin kalau suatu saat nanti temannya itu akan menemukan wanita yang bisa menjungkir balikkan kehidupannya, dan jika itu terjadi maka Alison lah orang pertama yang akan menertawakannya.


"Katakan untuk apa kamu menemuiku?"


"Ramon mengatakan kalau kamu sedang mencari seorang pria bernama Davin, dan aku yakin ini pasti ada hubungan dengan Alisha" Ucap Raynand dengan nada tidak sukanya.


Raynand hanya tidak suka kalau temannya itu menjadi pria lemah hanya karena seorang wanita, dia dan Alison sudah berteman sejak mereka berusia 12 tahun, dimana dia mengetahui seberapa kerasa didikan yang diberikan ayahnya kepada Alison dan kejadian 7 tahun membuat Alison menjadi pria lemah dan membuat Alison pada saat itu hampir saja menyerahkan Klan Alexandrov yang sudah mereka bangun bertiga bersama Dominic ke ayahnya sendiri demi melindungi wanita yang saat itu dikenalkannya dengan nama Alisha, untung saja saat itu Dominic berhasil mengetahuinya dan menggagalkan niatan Alison.


"Dia hampir membunuh anakku dengan menyuruh orang lain untuk menembaknya, aku bukan ayahku yang dengan tega melihat anaknya tersakiti" Jawab Alison mengingat setiap bekas luka tubuhnya yang dihasilkan karena siksaan yang ayahnya berikan.


"Pria yang kamu cari sudah merubah namanya menjadi Dave Alexander, dia mengelola dunia hitam yang dulu dikelola oleh Om Axal hanya saja aku belum tahun seperti apa wajahnya, ayahmu itu memang benar - benar bodoh memasukkan pria licik sepertinya untuk menghancurkan kehidupan putranya sendiri"


"Benar ayahku memang pria bodoh karena sudah menghancurkan kehidupan anaknya sendiri" Kekehnya.


Raynand berdiri dari duduknya "Dan satu hal lagi, berhati - hatilah dengan Danilla, dia bukanlah wanita lembut yang selama ini orang - orang kenal, apalagi berita tentangmu bersama seorang wanita sudah menyebar hampir di seluruh Amerika, wanita psikopat itu bisa saja lebih licik dari mendiang ayahmu untuk membunuh Alisha dan anakmu" Ucap Raynand lalu pergi dari ruang kerja Alison.

__ADS_1


Kini hanya tinggal Alison sendiri di dalam ruang kerjanya, tanpa Raynand beritahu tentu saja dia akan berhati - hati dengan Danilla, sebelum ayahnya mengenalkannya dengan Danilla, dia sudah mencari tahu tentang wanita itu, bahkan catatan tentang riwayat rumah sakit jiwa yang pernah merawat Danilla pun berhasil dia dapatkan walaupun kedua orang tua Danilla berusaha menutup rapat tentang kondisi jiwa anaknya itu.


Sedangkan di ruang makan, Alisha merasa lega saat melihat Raynand sudah pergi dari penthouse milik Alison, entah kenapa dia bisa merasakan aura ketidaksukaan pria itu kepadanya.


"Apa kamu sudah selesei menyiapkan makanan untukku?" Tanya Alison tepat di samping telinga Alisha.


Alisha memegang dadanya yang merasa terkejut dengan kehadiran Alison yang tiba - tiba.


"Aku sudah menaruhnya di meja makan" Jawab Alisha.


Melihat Alisha yang akan pergi ke dapur lagi, membuat Alison mencekal tangan Alisha.


"Temani aku makan" Perintahnya.


"Tapi aku sudah makan" Ucap Alisha.


"Aku menyuruhmu untuk menemaniku makan bukan menyuruhmu untuk makan lagi denganku Alisha" Balas Alison yang sudah mendudukan tubuh Alisha di kursi lalu dia sendiri duduk bersebrangan dengan Alisha.


Alison menyantap makanannya dengan lahap, tanpa sadar Alisha menyunggingkan senyumnya saat melihat cara makan Alison yang terlihat begitu menikmati makanannya, namun saat memakan pasta buatannya, Alison berhenti pada suapan pertama dan mengernyitkan keningnya.


"Apa pasta buatanku tidak enak?" Tanya Alisha.


"Tidak, pasta buatan kamu enak hanya saja aku merasa pernah memakan pasta yang rasanya sama seperti ini" Ucap Alison santai.


"Apa dia orang yang spesial?" Tanyanya.


"Tidak, hanya teman" Jawab Alisha berbohong, dia tidak mungkin mengatakan kalau dia hanya pernah membuatkan pasta untuk Killian yang tidak lain orang yang sampai saat ini masih terus memenuhi pikirannya namun juga orang yang sudah menyebabkan luka di hatinya.


Sedangkan Alison terdiam sejenak mendengar jawaban Alisha, lalu dia melanjutkan makannya dengan keheningan di antara keduanya.


****


Di mansionnya, Danilla membuang semua barang di atas meja riasnya, bukan hanya itu dia bahkan memecahkan kaca meja riasnya dengan tangannya sendiri, hingga menimbulkan luka berdarah pada semua jari tangannya.


"DANILLA HENTIKAN" Teriak Nyonya Liliana yang tidak lain adalah mamah dari Danilla yang baru saja memasuki kamar anaknya saat mendengar suara benda yang dilempar dengan sengaja dari kamar anaknya.


"Jangan seperti ini Danilla, kamu membuat mamah takut" Ucapnya


"Aku akan membunuh wanita itu mah, aku harus membunuhnya, tidak boleh ada yang merebut Alison dariku" Ucap Danilla yang sudah membawa pecahan kaca pada tangannya lalu berjalan keluar dari kamarnya.


Nyonya Liliana menghentikan langkah Danilla dengan memeluk erat tubuh anaknya.


"JOSH, EMELIE" Teriak Nyonya Liliana kepada kedua pelayan pribadinya.

__ADS_1


"Iya Nyonya?" Lari keduanya dengan tergesa gesa.


"Josh cepat bantu aku untuk memegang Danilla, aku akan mengambil obatnya, dan Emelie telfon dokter Jessie untuk segera datang ke sini" Ucapnya.


"Baik Nyonya"


"LEPASKAN AKU SIALAN, AKU HARUS MEMBUNUH WANITA ITU" Teriak Danilla berusaha meronta - ronta dari pelukan Josh.


Dengan tangan gemetar, Nyonya Liliana menyuntikan cairan penenang untuk Danilla lalu memasukkan obat tidur kedalam mulut anaknya, lalu secara perlahan berontakan pada tubuh Danilla melemah.


"Angkat Danilla ke ranjang Josh" Perintah Nyonya Liliana saat melihat obat yang diberinya sudah bekerja.


Nyonya Liliana mengusap kepala anaknya dengan tatapan sendu, dia tidak suka melihat anaknya yang seperti ini, dia sudah berusaha mati - matian menyembunyikan kelainan jiwa yang di alami anaknya agar Danilla bisa bergaul dengan temannya dengan mudah namun sejak pemberitaan Alison bersama wanita misterius itu membuat sakit yang di derita Danilla kambuh lagi.


"Nyonya Liliana, bisa kita bicara sebentar" Ucap Dokter Jessie setelah selesei memeriksa Danilla.


"Baiklah, kita bicara di luar"


Nyonya Liliana menutupi pintu kamar anaknya pelan, kamar yang tadinya seperti kapal pecah kini sudah rapi kembali setelah dia menyuruh para pelayannya untuk membersihkannya.


"Saya rasa Danilla perlu menjalani perawatan lagi, kondisinya tidak stabil dan jika kita semua lengah, dia bisa melakukan hal nekat untuk menyakiti orang lain"


"Saya tidak bisa membiarkan Danilla masuk ke dalam rumah sakit jiwa lagi dok" Sela Nyonya Liliana.


"Danilla tidak perlu kembali ke perawatannya lagi, asalkan dia rutin meminum obatnya dan dia harus diberi pengawasan 24 jam agar tidak menyakiti orang lain" Ucap Dokter Jessie.


Sedangkan di dalam kamarnya, Danilla membuka matanya lalu membuang obat tidur yang ada di mulutnya.


Ya, Danilla tidak benar - benar menelan obat tidur yang di berikan mamahnya, hanya obat penenanglah yang saat ini bekerja di dalam tubuhnya.


"Aku akan membunuhmu Alisha" Ucap Danilla dengan seringai tajamnya.


.


.


.


Bersambung


Saatnya si boss mafia berperang melawan mbak psikopat😌


Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏

__ADS_1


__ADS_2