Cinta Tulus Mafia Kejam

Cinta Tulus Mafia Kejam
Gagal


__ADS_3

Suasana di kediaman Whingston diramaikan oleh suara tawa Aaron yang menggelegar, dia tidak berhenti tertawa saat berhasil mengerjai para penjaga di mansion dengan menyuruh mereka memakai pakaian pelayan mansion ini.


"Oma, ini sangat lucu, aku tidak bisa berhenti tertawa melihatnya" Ucap Aaron masih dengan nada gelinya.


Liza menatap cucunya dengan penuh haru, dia tidak menyangka kalau ternyata selama ini Alison sudah memiliki anak sebesar ini, andai dulu tidak ada yang membuat Alison dan Alisha terpisah mungkin dia bisa melihat tumbuh kembang Aaron.


Liza mengusap kening Aaron yang sudah mengeluarkan bulir keringat akibat terlalu banyak tertawa.


"Sekarang kita makan siang ya, Oma akan buatkan kue kesukaan Daddy kamu, pasti kamu akan sangat menyukainya juga" Ujar Liza.


Aaron mengangguk dengan antusias "Aaron mau Oma, Aaron sangat menyukai kue"


Liza mendorong kursi roda Aaron menuju ruang makan meninggalkan para penjaga mansion yang berusaha mati - matian menahan rasa malu saat mereka terpaksa menerima permintaan konyol dari seorang bocah kecil yang ternyata adalah anak dari bos mereka.


Para pelayan perempuan pun tidak bisa menahan tawanya saat tidak sengaja melihat penampilan para penjaga mansion ini yang biasanya terlihat menakutkan kini berubah menjadi laki - laki gemulai.


Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mansion ini dipenuhi dengan suara tawa setelah beberapa tahun ini hanya dipenuhi keheningan dan ketegangan.


Alisha sendiri hanya meringis melihat perbuatan anaknya, dia tak menyangka kalau Aaron akan melakukan hal tak terduga seperti ini.


"Apa ini tidak apa - apa Al? aku tidak menyangka kalau Aaron akan melakukan hal seperti itu" Tanya Alisha.


"Aaron bisa melakukan apapun yang dia sukai, mereka aku gaji tinggi untuk melakukan semua perintah penghuni rumah ini, Aaron adalah putraku jadi perintah Aaron juga wajib untuk mereka turuti mulai sekarang" Jawab Alison.


Lama terdiam, Alison menggenggam tangan Alisha secara tiba - tiba.


"Ada hal penting yang ingin aku tunjukkan ke kamu" Alison menarik tangan Alisha untuk dibawanya naik ke lantai atas mansion.


Perlahan Alison membuka pintu kamarnya lalu menyalakan saklar lampu, hingga suasana ruangan yang tadinya gelap berubah menjadi terang.

__ADS_1


"Kamu pasti pernah masuk ke kamarku" Ucap Alison meninggalkan Alisha yang berdiri di ambang pintu sedangkan dia menuju jendela dan membuka jendela tersebut sehingga menampilkan pemandangan luar kamar nya.


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau aku pernah masuk ke kamar ini?" Tanya Alisha terkejut karena seingatnya saat itu Alison sedang tidak berada di mansion.


"Apa kamu kira aku tidak tahu apa yang dipikirkan mom saat pertama kali bertemu kamu, pasti mom akan mengajak kamu ke kamarku karena ingin menunjukkan semuanya kepada kamu, lagian bukan sekali dua kali kamar yang seharusnya tidak di masuki orang lain tapi justru diam diam di masuki oleh mom dan Kak Miranda" Jawab Alison.


"Apa kamu sebegitu menderitanya saat perpisahan kita dulu?" Tanya Alisha tiba - tiba ketika pandangannya kembali mengarah pada foto foto dirinya.


Alison yang semula menatap luar jendela membalikkan tubuhnya menghadap Alisha "Kamu bisa melihat dari seberapa banyak foto dan kenangan yang aku simpan di kamarku, tidak ada satupun hari yang membuat aku melupakan kamu, bahkan saat pertama pertemuan kita di acara perusahaan saat itu, membuat jantungku yang sudah lama tidak berdebar, saat itu kembali berdebar hanya dengan melihat wajah kamu Alish" Alison membawa tangan Alisha untuk di letakkan di dadanya agar merasakan seberapa debaran jantungnya saat Alisha berada dekat dengannya.


"Al" Lirih Alisha.


"Kamu bisa merasakan kan seberapa sayangnya aku sama aku, bahkan jantungku tahu siapa yang selalu bisa membuatnya berdebar lebih cepat, dan kamu tahu seberapa berusaha nya aku menahan diri untuk tetap bertahan tanpa kamu" Ujar nya penuh dengan kesungguhan.


"Lalu kenapa kamu tidak mencari ku Al, kamu yang meninggalkanku, bahkan aku tidak tahu seperti apa wajah kamu, setiap malam aku selalu di bayangi mimpi buruk saat kamu pergi meninggalkanku, mimpi buruk itu terus berulang selama tujuh tahun terkahir ini" Ucapnya dengan mata yang berkaca - kaca.


Alison menangkup wajah Alisha "Maaf karena tidak mencari keberadaan kamu dan Aaron, aku berfikir dengan berada di sekitarku akan membuat kamu dalam bahaya Alish, dan terbukti bukan kalau selama ini Dave masih terus mencari keberadaan kamu" Jawab Alison.


Alison mengusap air mata Alisha "Sekali lagi aku minta maaf walaupun aku sadar kalau kata maafku mungkin tidak bisa menebus dan merubah semua kesalahanku, tapi mulai sekarang aku berjanji akan selalu ada untuk kamu dan Aaron" Alison membawa Alish ke dalam pelukan nya.


Lalu Alison mengurai pelukkan mereka, kemudian kembali menangkup wajah Alisha dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alisha.


Kini jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa senti lagi sampai bibir mereka saling bersentuhan


Alison mencium bibir Alisha secara perlahan untuk menyalurkan semua rasa yang dia pendam namun lama kelamaan ciuman mereka berubah menjadi lebih menuntut, Alisha pun tidak menolak apa yang di lakukan Alison justru kini dia mengalungkan lengannya di leher Alison.


"Akhhh" Desis Alisha saat Alison menggigit bibirnya agar Alison bisa lebih memperdalam lagi ciuman mereka.


Dengan perlahan Alison membaringkan tubuh Alisha di atas ranjang tanpa melepas tautan bibir mereka.

__ADS_1


"Akhh, Al" Desis Alisha lagi saat Alison melepaskan ciuman mereka lalu ciumannya merambat ke leher Alisha membuat tubuh Alisha sedikit menggelinjang saat Alison meninggalkan bekas ciuman di leher Alisha.


Alison mengangkat kepalanya "Kamu bisa menghentikan ku jika kamu tidak menginginkan nya" Ucap Alison kembali mencium bibir Alisha dengan kasar dan menuntut lebih.


Ruangan dingin di kamar Alison berubah menjadi panas saat perlahan tangan Alison mulai membuka kancing kemeja yang di pakai Alisha lalu mencium berlahan dadanya perlahan.


Cup


Lalu berlalih menggigit telinga Alisha hingga membuat Alisha mengeluarkan kembali ******* nya.


Alison menatap sayu wajah Alisha yang terlihat berantakan, rambut Alisha yang sebelumnya terkuncing kini sudah terurai di atas bad cover.


"Aku menginginkan lebih Alisha" Ucap Alison dengan suara paraunya.


Dengan wajah memerah Alisha menganggukkan kepalanya "Lakukan Al" Ucap Alisha yang membuat Alison mengeluarkan senyumannya.


Alison kembali mencium setiap inci tubuh Alsiah dengan penuh memuja, kini bagian tubuh mereka sudah sama sama polos.


"DAD, MOM KALIAN DIMANA?" Teriak Aaron yang menghentikan tangan Alison yang berniat membuat pengait celana nya.


"****" Umpatnya lalu menutup tubuh mereka dengan selimut.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


Jangan Lupa, Like, Vote dan Komen 🙏


__ADS_2