
Alison berjalan menghampiri seorang pria yang menggunakan tongkat kaki yang sedang memetik sebuah bunga lili di halaman rumahnya.
"Apa kabar?"
"Tuan Alison, kabar saya baik tuan" Ucap Hans yang menyadari kedatangan Alison.
"Bagaimana dengan terapinya?" Tanya Alison kepada Hans
"Semakin ada kemajuan, saya sudah tidak perlu memakai kursi roda lagi" Jawab Hans.
"Baguslah"
Mereka berdua kini sudah duduk di kursi depan yang memang sengaja di taruh Hans di depan rumahnya.
"Apa yang ada di berita itu Nona Alisha?" Tanya Hans.
"Ternyata kamu masih cukup baik mengenali Alisha, Hans" Ujar Alison.
"Bukan karena saya hafal kalau itu Nona Alisha, tapi saya lebih paham kalau Tuan tidak akan sembarang menyentuh wanita jika itu bukan Nona Alisha" Balas Hans dengan tatapan menerawanganya pada kejadian beberapa tahun silam yang membuat kakinya lumpuh.
"Kamu benar, dari dulu hingga sekarang hanya Alisha lah yang dengan mudahnya aku sentuh dan menyentuhku"
"Lalu, apakah anda juga sudah bertemu anak anda tuan?"
Alison menganggukkan kepalanya, mengingat wajah bocah kecil yang tidak berhenti menatapnya saat pertemuan pertama mereka beberapa saat yang lalu.
"Anakku di rawat oleh Alisha dengan baik"
"Syukurlah, saya ikut senang mendengarnya" Hans tersenyum mendengar kalau Alisha ternyata benar - benar menjaga anak tuannya dengan baik, dia sempat berfikir kalau Alisha akan melenyapkan anaknya sendiri.
"Namanya Aaron, seorang bocah kecil yang begitu mirip dengan Alisha namun memiliki warna bola mata dan rambut sepertiku" Ucap Alison dengan senyuman kecilnya penuh ketulusan.
"Nama yang bagus, pasti dia sangat tampan seperti anda"
"Dia memang sangat tampan" Puji Alison kepada anaknya.
Hans bahagia melihat Alison terlihat lebih banyak tersenyum, dia ingat betapa terpuruknya atasannya beberapa tahun lalu, apalagi setelah amnesia jangka pendeknya sudah sembuh, dan berhasil mengingat semuanya, hanya Alisha lah yang saat itu ingin di temui tuannya, namun sayang ternyata Alisha sudah pergi dari rumahnya, dan juga karena ancaman yang diberikan ayahnya membuat Alison saat itu memilih untuk tidak mencari tahu tentang Alisha sama sekali, hingga pada akhirnya takdirlah yang mempertemukan mereka berdua kembali.
"Sampai kapan anda merahasiakan semua ini dari Nona Alisha, bukankah lebih baik anda segera mengatakannya dan menjalani kehidupan yang selama ini anda inginkan"
"Tidak semudah itu Hans, aku memiliki banyak musuh, apalagi ternyata dad satu tahun lalu menjamin kebebasan Davin dari penjara, aku takut jika dia berniat mencelakai Alisha dan membuat trauma yang di alami Alisha kembali terulang"
"Jadi apa rencana anda sekarang" Tanya Hans.
"Tentu saja melindungi Alisha dan Aaron sampai aku menemukan keberadaan Davin kemudian membereskannya agar tidak lagi mengusik kehidupan Alisha apalagi sekarang ada Aaron yang mungkin saja menjadi targetnya balas dendam"
"Apa anda sampai sekarang belum ada informasi tentang keberadaannya"
__ADS_1
"Dia merubah semua identitas dan juga wajahnya yang terluka parah karena ulahku dulu, jadi sangat sulit untuk mengenalinya sekarang namun yang pasti dia juga berada di dunia hitam sama sepertiku, hanya dad saja yang tahu keberadaanya namun sayang sebelum aku tahu semuanya, dad lebih dulu pergi dalam kecelakaan yang aku duga itu juga ulah Davin yang tidak ingin ada yang mengetahui keberadaanya dan indentitasnya yang baru" Ucap Alison.
"Maaf karena tidak bisa membantu anda, dengan kondisi saya yang seperti ini justru akan merepotkan Anda tuan"
"Tidak masalah, kamu seperti ini juga karena ku, ku harap segera mendapat kabar baik tentang kesembuhan mu agar bisa kembali lagi bekerja denganku" Ucap Alison
Hans adalah asisten pribadi yang di minta ayahnya untuk menjaganya sejak berumur 10 tahun, karena pada saat itu, sudah mulai banyak musuh ayahnya yang berniat untuk membunuhnya, dan sejak itu pula dia selalu di latih kekerasan oleh ayahnya.
***
Dari dalam mobilnya Alison menatap pada segerombolan anak kecil yang baru keluar dari ruang kelasnya masing - masing karena memang jam pembelajaran sudah selesei lalu tidak lama serang anak yang dia ingin lihat keluar dari ruangannya dengan seorang gadis kecil yang pergi masuk ke dalam mobilnya.
Ya, anak itu adalah Aaron bocah kecil yang saat ini sedang berdiri di halaman sekolahan menunggu kedatangan Michael yang berjanji akan menjemputnya.
Tatapan tajam Alison mengarah pada sisi kanan Aaron, terlihat seorang dengan masker dan juga topi hitamnya yang menutupi hampir seluruh wajahnya tidak berhenti menatap Aaron, karena rasa was was yang di rasakannya, Alison keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Aaron.
Dugaannya benar kalau orang tersebut memiliki niat jahat kepada anaknya, saat dia melihat sebuah pistol yang siap di tembakkan ke arah Aaron.
DORRRRR
"Akhhh" Teriak beberapa orang yang melihat lengan Alison yang berdarah dengan Aaron yang saat ini berada dalam dekapannya.
Lalu semua anak buah Alison yang dia perintahkan untuk menjaga Aaron muncul dan melepaskan tembakannya ke arah pria tadi yang berhasil kabur.
"Tuan maafkan kelalaian kami yang hampir gagal menjaga Tuan muda Aaron" Ucap salah satu anak buah Alison yang sudah menundukkan wajahnya.
Alison melepaskan dekapannya lalu menundukkan kepalanya untuk melihat wajah Aaron yang tidak terlihat ketakutan sama sekali, sama seperti dirinya yang tidak pernah menunjukkan wajah ketakutan kepada siapapun.
"Hai, apa kamu baik - baik saja?" Tanya Alison mensejajarkan tubuhnya dengan Aaron.
"Aku baik - baik saja paman, tapi lengan paman terluka gara - gara aku" Ucap Aaron.
"Tidak masalah asalkan kamu baik baik saja"
Salah satu guru Aaron yang mendengar suara tembakan dari luar menghampiri Aaron dan juga Alison sedangkan semua orang sudah pergi dari tempat kejadian setelah salah satu anak buah Alison membubarkannya dan melarang mereka untuk menghubungi polisi.
"Aaron, kamu baik - baik saja?" Tanya Miss Sandra yang tidak lain adalah wali kelas Aaron.
"Aku baik - baik saja Miss, tapi lengan paman ini terluka"
Miss sandra menatap Alison terpesona, namun sesegera mungkin dia mengalihkannya tatapannya saat melihat lengan Alison mengeluarkan banyak darah.
"Tuan tangan anda terluka, aku akan segara menelfon ambulance" Ucap Miss Sandra berniat menyentuh lengan Alison namun dengan cepat Alison menghindarinya.
"Tidak perlu Miss, sebentar lagi asisten saya akan datang"
Dan benar saja tidak lama Edgar datang setelah mendapat kabar dari anak buahnya kalau Alison terluka.
__ADS_1
"Tuan Alison" Panggil Edgar yang sudah datang dengan nada khawatirnya.
"Apa anda baik - baik saja?" Tanya Edgar
"Hanya luka kecil di tanganku" Jawab Alison.
"Kalau begitu saya akan mengobati luka anda di dalam mobil" Ucap Edgar, berjalan masuk kedalam mobilnya yang sudah tersedia berbagai macam peralatan medis yang memang sengaja dibawanya untuk menghadapi situasi darurat saat Alison mengalami luka dari musuh - musuhnya yang tiba - tiba menyerang mereka.
"Kalau begitu, aku pergi dulu, jaga diri baik - baik" Alison mengusap puncak kepala Aaron lembut "Miss saya titip Aaron sampai orang tuanya menjemputnya, tolong temani dia" Pinta Alison yang dipangguki oleh Miss Sandra.
Aaron yang melihat Alison akan masuk ke dalam mobil melepaskan tangannya dari genggaman Miss Sandra.
"Aaron kamu mau kemana" Teriak Miss Sandra yang diabaikan oleh Aaron.
"Paman" Teriak Aaron mengejar mobil Alison yang akan keluar dari halaman sekolahannya.
Edgar yang melihat dari kaca mobilnya, Aaron berlari mengejarnya segera menghentikan laju mobilnya.
Alison yang tadi sempat memejamkan matanya untuk menahan nyeri di tangannya membuka matanya kembali saat merasakan mobil yang di tumpanginya berhenti
"Kenapa berhenti?" Tanya Alison.
"Maaf tuan, tapi anak yang anda tolong tadi mengejar mobil yang kita tumpangi"
Mendengar ucapan Edgar membuat Alison langsung menolehkan kepalanya kebelakang, dan benar saja kini Aaron sudah hampir sampai menuju mobilnya.
Alison keluar dari mobilnya menghampiri Aaron "Kenapa kamu berlari mengejar mobil paman?" Tanya Alison mengusap keringat di kening Aaron yang berkeringat karena berlari mengejar mobilnya.
"Bolehkah Aaron ikut dengan paman, aku sangat khawatir melihat luka pada lengan paman" Ucap Aaron.
"Apa kamu tidak takut denganku, kalau saja paman ternyata orang jahat"
Aaron menggelengkan kepalanya "Paman orang baik, karena kalau Paman orang jahat paman tidak mungkin menolongku" Balas Aaron.
"Baiklah kalau kamu mau ikut" ucap Alison yang menerbitkan senyum di wajah Aaron.
"Ayo paman"
.
.
.
Bersambung.
Next babnya bakal aku kasih kedekatan antara Aaron dan Alison...
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Komennya ya🙏