Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Axelo Leonard Richardo


__ADS_3

Pagi yang cerah, Kleo sudah bersiap dengan bayi mungil digendongannya.


Kleo mulai menyusui sikecil, Betran yang melihatnya mulai mendekati sang ibu dan buah hati.


"Sayang, sekarang ayah harus berbagi denganmu, padahal itu kesukaanku."


"Tutup mulutmu itu, kenapa kamu mengajarinya jadi mesum sepertimu."


"Sayang itu kenyataan."


"Diamlah, kamu membuatku gerah saja."


"Kenapa sayang apa kau sudah berhasrat lagi."


"Betran richardo, pergilah mandi, cucilah otak mesummu itu agar tidak menular pada anakmu."


"Hahaha....ingat sayang setelah satu bulan tak ada ampun."


"Sikecilku yang tampan, anggap saja tadi burung berkicau, yang sibuk cari makan."


"Kleo, apa yang kau ajarkan pada Anakku."


"Tentu saja membuang perkataan mesum."


Betran yang awalnya ingin marah malah tergelak.


"Apa menurutmu aku semesum itu?"


"Tentu saja, memangnya apa namanya, jika setiap pembicaraanmu tidak jauh dari kata ranjang."


"Sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu singa betinaku, lebih baik kita pikirkan nama untuk sitampanku ini."ucap Betran mencoba mengalah.


"Sayang,apa kamu sudah punya nama?" ucap Kleo.


"Tentu saja, Axelo Leonard Richardo, Bagaimana menurutmu?"


"Bagus, aku setuju."


"Sayang lihatlah Ayahmu sangat bersemangat memberikanmu nama."


"Dia sudah tidur , sepertinya dia sudah kenyang dan sudah puas bermain dengan mainanku." ucap Betran.


"Sayang, jangan mulai deh."


"Baiklah-baiklah, kamu ratunya."


"Ayo, sayang bocah sialan itu nanti akan merepet seperti mak-mak."


"Hahaha, sayang sejak kapan kamu peduli dengan Rio?"


"Bagaimana pun, dia orangku dan setia padaku, tentu aku peduli padanya."


"Ih so sweet, singaku bisa melow juga, emmuah."


Kleo mencium pipi Betran.


"Sayang jangan memancingku."


"Ups,,,maaf, aku hanya terlalu senang, kalau suamiku begitu peduli dengan orang-orang sekitarnya, tidak seperti dulu, suka mengerjaiku."


"Itu karena kamu begitu imut."


Kleo mengerucutkan bibirnya.


"Jangan seperti itu, aku tidak tahan untuk menciummu."


***

__ADS_1


Seorang pria masih mengamati aktivitas Betran dari kejauhan.


"Cih akan kubuat kau membayar semuanya."


Pria itu lalu pergi dengan perasaan kesal.


Pria itu adalah Toni.


Toni sebenarnya bukan pria yang jahat tapi karena hasutan ayahnya dia menjadi benci dengan keluarga Betran.


Ayahnya selalu memberitahu pada Toni kalau keluarga Betran merebut semua hartanya padahal kenyataannya berbanding terbalik.


Hal itu terpatri dalam benaknya,, dia menjadi, semakin benci pada keluarga Betran, karena hasutan setiap hari ditelannya mentah-mentah.


Entah bagaimana Toni akan membalas Betran, dia menggunakan segala cara agar bisa merebut harta Betran.


Dendam sudah menguasai hatinya, dia tidak akan segan dengan orang-orang yang dekat dengan Betran, apalagi jika sosok itu menjadi kelemahannya.


Benar kata pepatah semakin tinggi pohon itu tumbuh, maka semakin kencang angin menerpanya.


***


Rosi ternyata belum menyerah, dia juga membuat rencana dengan memanfaatkan kekayaan pacar barunya.


Wanita itu masih berambisi mendapatkan Betran.


Dalam keadaan yang terjepit sedikitpun dia tidak mengurungkan niatnya untuk mendapatkan Betran.


Nyonya Niken tidak mengetahui rencana sang suami dan anak-anaknya, Rosi yang berbohong padanya masih diluar negeri dia juga tidak tahu, dia terlampau polos untuk hal-hal seperti itu.


Dia selalu menganggap suaminya seperti dewanya, sehingga kesalahan apapun tidak dihiraukan olehnya, dia malah memohon belas kasihan keluarga Wina.


Kejahatan suami dan anaknya, tidak bisa membuka matanya, karena rasa sayang pada keluarganya, dia tidak mendengarkan apa kata orang lain.


***


Betran memulai aktivitasnya kembali, dia sibuk berkutat dengan pekerjaan, meskipun dia kaya tentu dia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai CEO, karena ribuan karyawan bergantung pada perusahaannya.


Dia sebenarnya ingin Kleo dan sikecil ikut menemaninya dikantor. Tapi Betran tidak ingin ambil resiko, Axel masih terlalu kecil, dia tidak ingin egois.


Maka Riolah yang akan menjadi sasaran empuk Betran saat suasana hatinya tidak bagus.


"Tok-tok."


Rio masuk keruangan Betran


"Ada apa?"


"Sepertinya ada yang mengawasi rumah , semenjak Kleo pulang."


"Biarkan saja, kita lihat apa yang ingin mereka lakukan, tapi jangan lengah perketat penjagaan dirumah."


"Aku sudah menyuruh orang-orang kita yang terbaik, termasuk mengganti baby sister dan menambah asisten masak yang multitalent."


"Hem, mereka tidak bisa menerima kebaikanku, sepertinya memang harus ditumpas sampai akarnya."


Betran mengepalkan tangannya, masih tidak habis pikir dengan keluarga ibunya.


"Selidiki semua tentang si brengsek itu, aku tidak ingin dia mengganggu keluargaku."


"Aku mengerti, tapi kita juga harus pergi ke Singapura, proyek disana sepertinya bermasalah, ada orang yang memanfaatkan keadaan kita yang tengah sibuk."


"Suruh Dilan menyelesaikannya, aku tidak ingin meninggalkan anakku."


"Baik bang."


"Rio kuperingatkan padamu, jaga sikapmu pada Kleo, meski dia temanmu, tapi dia istriku."

__ADS_1


"Astaga, apa kamu masih cemburu bang, dia kan jadi sepupuku juga."


"Cih bocah sialan apa kau ingin pergi ke papua?."


"Nggak bang, iya-iya, jaga sikap, aku keluar dulu bang."


sampai diluar pintu Rio menggerutu tanpa henti.


"Sepertinya akan kembali seperti dulu, sang pawang tidak ada, aku akan sering kena imbas dari Singa jantan."


***


waktu berlalu begitu cepat, dua bulan telah berlalu tanpa ada hal yang tidak diinginkan. tapi Betran tidak mengurangi penjagaan terhadap Kleo.


"Baby Ax, ibu sangat sayang padamu."


ucap Kleo sambil menguyel-uyel pipi gembulnya.


"Kamu memang tampan seperti ayahmu."


"Memang aku tampan dari dulu, apa kamu baru tahu sayang?"


Sahut Betran yang baru pulang dari kantor.


"Ax, sini ikut Ayah, aku tidak tahan pergi jauh darimu jagoan kecilku, emmmuah."


Kleo hanya tersenyum melihat Betran yang begitu menyayangi sang putra.


"Bersihkan dulu dirimu sayang."


"Baiklah nyonya kau memang posesif."


selesai dengan aktivitas mandi mereka bersantai diruang keluarga.


"Sayang bolehkah aku bekerja lagi?" ucap Kleo.


Tak ada angin, tak ada hujan,pertanyaan Kleo membuat Betran menatap Kleo tajam.


"Tidak, kamu dan Ax dirumah, apa masih kurang yang kuberikan?"


Kleo mulai mencari cara, agar raja nya itu tidak marah.


"Bukan begitu sayang, hanya saja kadang aku merasa bosan."


Tidak lupa dia memasang wajah imut dan melasnya.


Betran menghela nafasnya, Betran memang tidak bisa melihat wajah memohon istri kesayangannya, dia bisa memahami , kalau istrinya merasa terkurung dirumah.


"Baiklah, kau bekerja tapi hanya memantau saja, nanti aku carikan assisten untukmu."


"Terimakasih sayang, suamiku memang yang terbaik."


Kleo memeluk Betran.


"Cih dasar licik, selalu nemplok kalau ada maunya tapi aku makin cinta."


"Sayang, aku merasa menjadi wanita paling beruntung, memilikimu."


"Benarkah?"


"Hemm, memiliki lelaki yang sangat mencintaiku tentu aku adalah wanita yang beruntung."


"Hemm, aku lebih beruntung sayang, karena mendapatkanmu dan malaikat kecilku, Aku mencintai kalian berdua."


Betran mencium Kleo dan sang buah hati dengan penuh kasih sayang.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


Makasih semua buat dukungannya, jangan lupa buat vote, like dan komen ya....


Author mengucapkan banyak terimakasih buat para reader semuanya, karena masih mau mendukung Author sampai sejauh ini.


__ADS_2