
Seorang laki-laki bertanya kepada Yola tentang keberadaan bosnya. Padahal biasanya dia akan langsung masuk tanpa berbasa-basi. Tentu ada tujuan lain dibalik semua itu. Yaitu menggoda Yola. Selesai urusannya dengan Yola dia langsung bergegas keruangan Betran.
"Hai bro?"
Langsung masuk keruangan Betran tanpa mengetuk pintu. Dia termasuk orang yang memiliki kebebasan setelah Rio.
"Hai dave!" tumben mampir kamu sudah nggak sibuk dengan para wanitamu itu?" sindir Betran.
Dave adalah sahabat Betran yang terkenal playboy, karena dia berpikir wanita hanya butuh uangnya saja. Tapi jangan salah dia adalah orang yang paling bijak dalam memberikan nasihat untuk Betran walaupun hal itu bertolak belakang dengan sikap kesehariannya yang gonta-ganti wanita.
"Sepertinya aku akan segera bertobat, tapi sebelum itu aku harus meneliti dulu calon bidadariku ini."
Betran mengernyit, tatapannya seolah meminta penjelasan yang lebih.
"Well, well, akan aku jelaskan dikantormu yang besar ini aku tadi bertemu seorang gadis yang sangat cantik seperti bidadari. Dan baru kali ini seorang wanita bersikap acuh padaku. Aku penasaran dengannya. Aku merasa dia adalah bidadari yang dikirimkan Tuhan untukku."
"Siapa dia?"
"Itulah masalahnya aku tidak tahu siapa dia?
yang jelas dia adalah calon bidadariku."
ucap Dave yang sangat bahagia dengan berbinar-binar karena pertemuan singkatnya tadi.
"Mudah-mudahhan lo cepat tobat."
"Nanti kalau gue udah ketemu sama bidadari gue itu gue bawa kedepan lo, tenang aja inget ya lo nggak boleh ngelirik dia!"
"Cih, gak bakalan, gue bukan lapar mata kaya lo, bening sedikit aja langsung diembat."
Itulah Betran kalau sama sahabatnya yang satu ini nggak ada yang namanya tegas, wibawa, gengsi atau apalah apalah hahaha....
"Oya gue mau ngundang lo keacara pesta nyokap gue?"
"Gue nggak janji bisa dateng."
"Cih, gue nggak mau tahu lo harus dateng, lo tau sendirikan kalau lo itu kaya anak emasnya, kadang gue sendiri heran yang anaknya itu gue apa lo?"
"Hahaha, lo iri, duh kasihan."
"His, mulai deh , yadah gue pulang dulu, enek gue lihat senyum lo kaya monyet tu."
"Sialan lo!"
***
Rio sudah duduk didepan Betran dengan wajah yang pucat.
"Tamatlah riwayatku, gue harus jawab apa, kalau gue jawab jujur, nanti disikat habis gue sama singa betina, pasti gue dikatain mulut comberan."
"Kalau gue nggak bilang, bisa dimakan habis gue sama singa jantan ini, lihat tu mukanya sudah siap makan orang, hadeh para singa ini nyusahin gue aja sih."
__ADS_1
"Jawab, kenapa kamu diam kaya manekin aja, atau mau gue potong sampai leher?"
Rio menelan salivanya.
"Mampus dah gue, maaf Kle, mending lo katain gue mulut comberan daripada gue nggak bisa nikmati hasil kerja gue selama sebulan."
"Kami mau pergi ke pantai bang!"
"Siapa saja yang ikut?"
"Temen deket kita aja?"
"Ada cowoknya?"
"Yaampun ternyata emang elu Kle yang bikin singa jantan ini jinak kayaknya, Ternyata Si Raja hutan bisa bucin hahaha....."
"Gue kerjain ah pasti seru,"
"Ada bang, namanya Martin dia teman dekat Kleo!"
"Idih mukanya udah merah padam, hahaha..."
"Apa dia tampan?"
"Wah dia kena provokasi gue hahaha....."
"Dia lebih tampan kalau dibandingkan...Abang."
Betran menatap Rio tajam.
"Ennggak bang maksud gue diakan juga laki-laki kaya abang, pasti tampan kaya abang dan gue juga hehe..."
"Hampir aja, jantung gue dah mau copot, astaga dia hampir saja kumat."
"Dipantai mana?"
"Pantai xxx!"
"Awas kamu ya Kle, nggak akan aku biarin lo genit-genit, sama pria lain, gue bakal kasih hukuman buat lo?"
"Cih!"
Betran lalu tersenyum menyeringai.
"Lo boleh keluar."
"Akhirnya selamat gue, duduk dengannya seperti duduk dikursi tersangka yang kepergok mencuri, diintrogasi habis-habisan dasar bos bucin."
***
Pagi hari Kleo sudah bersiap. Meskipun lelah dia sangat senang. Dia sudah memberi tahu Ayahnya kalau dia akan kepantai dengan teman-temannya.
__ADS_1
Popi, Leta dan juga Flo sudah menunggu dirumah Kleo. Mereka menunggu Martin dan Rio datang.
"Tin,tin!" Suara klakson mobil.
Rio dan Martin sudah datang. Ayah Kleo tidak seprotectife dulu ya...
Pak Burhan tidak melarang Kleo untuk bergaul dengan laki-laki, dia sepenuhnya mempercayakan pada Kleo bahwa Kleo bisa menjaga dirinya sendiri.
Tidak seperti waktu masih kuliah atau SMA, ya beliau takut Kleo salah bergaul, dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Mereka menaiki satu mobil Rio dan Martin didepan sedangkan mereka berempat dibelakang.
Sampai dipantai mereka langsung berlari-lari, bermain air bejalan disepanjang pantai...ada yang asyik berfoto-foto.
"Popi yang menyimpan rasa dengan Martin berjalan kearah Martin."
"Tin, lo sekarang kerja dimana?"
"Ya ampun cewek satu ini emang dari dulu nggak berubah selalu nyebelin, Tan,Tin, emangnya gue Klakson mobil apa,Dasar rese."
"Gue dirumah." jawab Martin asal.
"Nganggur dong, bisa bantuin gue nggak?"
"Gue sibuk, kalau nggak sibuk juga gue ogah bantuin lu!" Martin lalu pergi untuk membeli minum.
"Ihhh kamu kok gitu sih nyebelinnnn!" Teriak Popi tapi Martin nggak peduli, dia terus saja jalan."
Di lain sisi Kleo tengah asyik minum kelapa muda, dan mengobrol dengan Rio.
"Kle, gue kemarin diintrogasi sama bang Betran, gara-gara lu tahu?"
"Kok aku, emangnya aku ngapain?"
"Lo nggak tahu apa, dia menanyakan perihal kepantai."
Kleo sampai tersedak saat minum.
"Trus, trus, kamu jawab apa?"
"Ya gue bilang apa adanya, kalau nggak bisa dicincang hidup-hidup gue."
"Betran siapa?" Tanya Flo dan Leta yang tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
"Gue pacarnya Kleo?" masih membelakanginya.
Kleo sampai tersedak lagi.
"Astaga apa itu....."
Hayo siapa yang ngaku jadi pacar Kleo? Tulis masukannya dikolom komentar ya. , like dan komen ya....❤❤❤
__ADS_1