
Siapa yang menyuruhmu pergi? ini masih jam kerja, ayo antar aku kedalam "
Kata-kata Betran menghentikan langkahnya, Kleo terpaksa mengikutinya sampai apartemen.
Kleo masuk ke apartemen Betran.
"Ini sih bukan apartemen tapi istana!"
"Buatkan aku minum!"
"Dasar Simonki itukan bukan pekerjaanku."
"Dimana dapurnya."
Betran tidak menjawab dia hanya menunjukkan pakai telunjuknya.
Betran naik keatas lantai dua apartemennya untuk ganti baju. Lalu duduk disofa ruang tamu.
Kleo sempat terpesona melihat ketampanannya. Tapi saat ini Kleo masih kesal mengingat kejadian dikantor.
Kleo meletakkan teh hangat didepan Betran.
"Sekarang bolehkah saya pergi!"
"Hemm, aku akan mengantarkanmu!"
"Tidak perlu Bapak urus saja kekasih Bapak yang manja itu agar tidak asal nglabrak orang, dikira saya nggak laku apa." cerocos Kleo meluapkan kekesalannya.
"Memangnya dia bilang apa?"
"Tanya saja sama kekasih tercintamu itu, bukannya kalian sangat dekat."
Kleo mulai beranjak.
Betran langsung menarik Kleo hingga jatuh kepangkuannya.
"Aku tidak ada apa-apa dengannya?"
"Lalu kenapa dia peluk-peluk, kamu nggak nolak, kamu juga senang kan?"
"Kamu cemburu sayang?"
"Nggak, aku bukan siapa-siapamu, apa hakku cemburu? " ucap Kleo datar.
"Sayang kamu bikin aku gemes!"
"Bodo amat, aku nggak mau ngomong sama kamu."
"Kamu kalau marah makin cantik sayang!"
"Blush!!"
Wajah Kleo langsung merah bak kepiting rebus.
"Kamu itu calon istri aku,aku cuma cinta sama kamu, aku nggak akan tergoda sama dia?"
"Mana buktinya, baru ditinggal sebentar udah berduaan diruangan ngapain coba, pakai gandengan segala lagi?"
Omel Kleo yang masih dipangkuan Betran. Kleo merasa mood Betran lumayan bagus untuk menjadi sasaran kekesalannya yang nggak jelas. Karena dari tadi Betran tidak mengancamnya sama sekali.
"Hahahaha, ternyata kamu kalau cemburu lucu sekali."
Kleo memukul dada Betran.
"Habis baru bentar bilang nikah, udah berduaan sama perempuan centil itu, kamu pikir cuma kamu doang yang bisa, aku juga bisa."
Betran sontak menghentikan tawanya.
"Berani kamu lakukan itu, hem?"
"Kamu curang, kamu boleh dipeluk-peluk, kenapa aku enggak."
Kleo mengerucutkan bibirnya.
"Jangan membantah Kle, apa perlu aku ingatkan lagi."
Kleo mulai takut melihat wajah Betran yang sudah tidak bisa diajak bercanda menurutnya.
"Yaampun, Simonki mulai kumat."
__ADS_1
"Sayang kalau kamu ngelarang aku, berati kamu juga nggak boleh dipeluk wanita lain tahu maksudku kan?"
Kleo mengeluarkan jurus andalannya memanggil sayang,memasang wajah imutnya, dia mengedip-ngedipkan kedua matanya, dia mengucapkannya sambil menulis sesuatu didada Betran dengan telunjuknya.
"Jangan menggodaku Kle, aku sudah bertahan sampai sejauh ini, kamu mau pertahananku runtuh karna ulahmu hemm?"
"Yaampun aku salah lagi!"
Kleo akan bangkit dari pangkuan Betran tapi terlambat, Betran mempererat pelukannya.
"Kamu harus bertanggung jawab, sayang!"
Betran tersenyum jahil. Mata Kleo membulat.
Betran menggendong Kleo kelantai dua.
"Kita mau kemana?"
"Kamar kita?"
"Hah, kamu nggak akan macam-macamkan sayang?"
"Nggak satu macam saja!"
Betran membaringkan Kleo diranjangnya dengan pelan Kleo lalu duduk.
"Ini kamar kita nanti sayang, apa kamu suka?"
"Iii...ya!"
Kleo sangat gugup.
"Kamu tenang saja aku tidak akan melakukan apapun padamu sebelum kita menikah, tapi ingat aku tidak akan mengampunimu nanti."
Betran lalu menidurkan kepalanya dipangkuan Kleo. dia memejamkan matanya
Kleopun selalu terbawa suasana yang diciptakan Betran. Kleo mengusap kepala Betran.
"Sayang bolehkah aku bertanya?"
"Hemm!"
"Apa imbalannya jika aku menjawabnya!"
"Ya sudah tidak perlu dijawab, perhitungan sekali, gimana nanti kalau jadi suami?"
Mata Betran langsung terbuka.
"Sayang kamu sudah benar-benar siap?" tanya Betran dengan posisi duduknya setelah mendengar kata suami dari mulut Kleo.
"Mmmaaksudku...,!"
"Oke minggu minggu ini aku akan melamarmu!"
"Tapi...!"
Betran langsung memeluk Kleo.
"Trimakasih sayang!"
"Ya ampunnnn, kenapa dia selalu berpikiran seenaknya sendiri!"
"Dengar sayang, aku sangat mencintaimu, maukah kau jadi ibu dari anak-anakku?"
Betran telah melamar Kleo, dia mengeluarkan cincin yang memang sudah disiapkan sebelumnya.
Kleo masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Kleo lalu mengangguk.
Betran lalu memasangkan cincin dijari manisnya dia tersenyum lalu memeluk Kleo.
Kleo membalas pelukan Betran, meski Kleo selalu kesal terhadap Betran tapi dia tidak memungkiri, dia merasa nyaman dan senang saat Betran perhatian kepadanya.
Ranjang itu menjadi saksi cinta mereka.
Kleo melepas pelukannya dan melihat jam ditangannya.
"Yaampun sayang, aku lupa ada janji dengan kakak !"
__ADS_1
"Kakak?" Setahu Betran Kleo tidak punya kakak.
"Calon kakak."
"Sayang bisakah kau menemaniku, aku mohon oke, kepalaku masih pusing?"
Kleo akhirnya luluh melihat Betran yang tiba-tiba memegang kepalanya.
"Baiklah, aku telfon dia dulu!"
"Yes ternyata aku bisa berakting juga hahaha, maaf sayang aku berbohong karena aku masih ingin bersamamu."
Setelah Kleo selesai menelfon dia menyuruh Kleo duduk Betran menidurkan kepalanya lagi dipaha Kleo.
"Krucuk, krucuk."
"Kamu lapar sayang?"
Kleo tersenyum malu-malu.
"Baiklah aku pesankan makan dulu!"
"Tapi tadi kamu bilang sakit kepala?"
"Sekarang nggak lagi."
"Hah!"
mata Kleo melotot.
"Sayang kamu tadi bohong ya sama aku!"
Betran lalu berlari menjauh dari Kleo,
"Maaf sayang!"
Betran mengangkat tangan jarinya membentuk huruf v.
"Iiiihh nyebelin."
Kleo mengejar Betran, mereka bermain kejar-kejaran seperti anak kecil.
setelah selesai makan Betran mengantar Kleo pulang.
"Sampai ketemu besok sayang, besok aku yang jemput kamu ?"
Kleo hanya mengangkat kedua jempol tangannya.
Kleo masuk rumah dengan wajah berbinar, dia senyum-senyum.
"Ehem,ehem!"
"Ayah, mengagetkanku saja!"
"Sepertinya anak ayah sangat bahagia, ada apa?dapat bonus?"
Pak Burhan sengaja menggoda Kleo, dia tadi sempat melihat Kleo diantar oleh Betran.
"Apaan sih yah, nggak ada apa-apa?"
"Kamu diantar siapa?"
"Kekasihku!"
Kleo langsung menutup mulutnya karna keceplosan.
"Kenapa tidak dikenalkan pada Ayah?"
Goda pak Burhan.
"Nanti pasti Kleo kenalkan ayah!"
Kleo lalu pergi kekamarnya, untuk membersihkan diri.
Terbit sebuah senyum dibibir pak Burhan.
"Kamu berhasil nak Betran."
❤❤❤
__ADS_1