
Rio yang masih bingung dengan perintah Betran hanya melaksanakan perintahnya saja.
Dia memutuskan akan menanyakannya setelah Betran kembali kekantor. Yola meminta ijin pada Rio untuk pulang cepat setelah melaksanakan meeting.
Rio yang sudah paham dengan ular betina yang dihadapainya , mengijinkan Yola pulang.
Yola langsung melajukan mobilnya menemui seseorang.
Yola sampai disebuah cafe yang cukup jauh dari kantor Betran agar pertemuannya tidak diketahui oleh Betran.
Seorang pria tampan yang tampak rapi dengan jasnya, mulai mematikan rokoknya saat melihat Yola datang.
"Mana berkasnya?" ucap Toni.
"Sabar sayang, aku sudah membawanya sebentar lagi kita akan menikah aku sudah tidak sabar menjadi nyonya Toni."
"Kerja bagus sayang, aku sudah tidak sabar menunggu kehancurannya."
"Dert,dert."
Suara ponsel Toni berdering, telfon dari asistennya.
"Ada apa?"
"Bos semua saham Betran dibeberapa perusahaan kita ditarik."
"Apa, kamu jangan bercanda!"
"Iya bos dari perusahaan yang ada diindonesia sampai yang di Australia, juga ditarik."
"Brengsek." Suara Tomi menggema dicafe itu hingga beberapa orang mengalihkan pandangannya.
Yola yang takut melihat perubahan Toni setelah mendapat telfon, meminta maaf pada pengunjung lain atas tindakan toni yang mengganggu ketenangan mereka.
Yola memberanikan diri bertanya pada Toni.
"Ada apa sayang?"
"Dia sudah mengetahui semuanya, Dia sudah menarik semua sahamnya diperusahaanku, tapi kamu tidak usah khawatir, kita punya datanya kita bisa menggunakan ini untuk menguras semua keuangannya, cepat kamu hubungi orang-orang kita yang ada dikantor cabang."
"Iya sayang aku akan menghubungingya."
Selang beberapa waktu Yola tampak panik.
"Ada apa sayang?"
"Semua tidak ada yang mengangkatnya?"
Toni langsung meninggalkan Yola tanpa mengucapkan sepatah katapun, Yola mengejar Toni.
"Kamu mau kemana sayang?"
"Aku ada urusan."
Toni langsung melajukan mobilnya menuju kantornya.
Mereka tidak sadar Rio dari tadi mendengarkan semua percakapan mereka.
"Jadi dia dalangnya, nggak nyangka gue, ternyata harta emang bisa buat orang berubah jadi iblis, cocok banget sama tu ular betina."
__ADS_1
Rio lalu kembali kekantornya.
Dia langsung keruangan Kleo. Dia teringat data yang diambil Yola dan akan segera menanyakannya pada Kleo.
Rio langsung masuk tanpa mengetuk pintu
"Kle tadi ka....!" ucapan Rio terhenti saat melihat tatapan tajam dari Betran.
"Kamu nggak bisa ketuk pintu dulu."
Suara datar dan tegas dari Betran membuat nyali Rio menciut.
"Sory bang gue nggak tahu kalau...."
"Ada apa?" potong Kleo.
Rio yang masih dipintu akhirnya masuk.
"Gue mau tanya data yang kamu kasih dimejanya Si Bos, itu data yang asli bukan." ucap Rio menekankan kata Bos takut-takut diterkam sama singa jantan.
"Ya nggak lah, aku udah kirim laporan asli lewat emailnya. Aku nggak mau kita kecolongan untuk saat ini aku langsung kirim ke emailnya."
Rio bernafas lega.
"Aku kirain itu data asli."
"Bang tadi aku ngikutin Yola, dia ketemu sama Toni, Dia bawa berkas yang diambil dari ruangan Bos tadi. Toni kelihatannya marah besar. Apalagi saat tahu kalau semua saham dari kita ditarik semua dia langsung meninggalkan Yola."
"Cih bajingan itu tidak berubah selalu buta dengan harta, kali ini aku tidak akan mengampuninya."
"Tapi Bang, Paman nanti tidak akan setuju dengan tindakan kita."
Betran mengepalkan tangannya, dia sudah hafal jika Betran sendiri yang turun tangan dia tidak akan mengampuninya.
***
Martin sudah berada dicafe, menunggu seseorang yang akan memberikan data Loren untuknya.
Sesaat kemudian orang yang ditunggunya datang.
"Boss, ini datanya."
Martin menautkan alisnya setelah membaca semua datanya.
"Ternyata dia bukan orang biasa, pantas dia terlihat manja."
gumam Martin.
"Nanti uangnya aku transfer."
"Oke Boss."
Martin lalu pulang kembali kerumahnya.
Dia disambut mamanya karena yang tidak ingin Martin kabur dari perjodohan yang telah direncanakan dengan temannya.
"Kamu dari mana?"
"Martin tadi ada urusan sebentar."
__ADS_1
"Baiklah, sekarang kamu cepat bersiap teman mama udah nunggu kita."
"Sekarang?"
"Martin mama nggak suka ya kamu pura-pura lupa." ucap Lea tegas.
Baiklah Martin bersiap dulu.
Sementara Reina, yang sudah malas berdebat dwngan maminya, terpaksa mengikuti ritual makan malam yang akan mempertemukannya dengan pria yang akan dijodohkannya.
Makan malampun tiba.
Martin sudah sampai dirumah Reina.
Lea datang dengan Martin, Ayah Martin tidak ikut karena sedang berada diluar kota.
Mereka mengetuk pintu, tampak seorang wanita meskipun berumur tapi tetap cantik.
"Lea, aku senang kamu mau datang kerumahku, mari masuk."
"Iya aku juga kangen, sudah lama kita nggak kumpul bareng, hanya lewat telfon saja. Kenalkan ini putraku Martin."
"Malam Tante." ucap Martin sambil tersenyum.
"Anak kamu ganteng banget, Putriku pasti langsung mau sama putramu yang tampan ini."
Selalu kata itu yang diucapkan Mami Dave, saat menjodohkan putrinya dengan anak sahabat-sahabatnya lainnya, walaupun selalu gagal, dan berakhir nihil karena putrinya yang selalu menolak.
"Ayo jeng kita kedalam, masak ngobrol disini."
mereka lalu masuk kedalam.
"Silahkan duduk."
"Tunggu sebentar ya jeng aku panggilkan putriku dulu.."
"Bi tolong panggilkan Reina, tamunya sudah datang."
Mami Dave mulai mengobrol, menanyakan kegiatan Martin walaupun sebenarnya dia sudah tahu yang jelas untuk mencairkan suasana mami Dave adalah jagonya.
Tak lama kemudian Reina turun dengan gaun yang sederhana namun tetap terlihat elegan. Martin tampak takjub dengan penampilan Reina. Tapi karena gengsinya dia terlihat biasa saja. Dia yang sudah tahu kalau Reina adalah Loren, pura-pura tidak tahu tentang apapun.
Sedangkan Reina yang menuruni tangga dengan wajah menunduk. Tidak tahu dan tidak melihat pria yang akan dijodohkan dengannya. Karena dia sudah berencana menolak perjodohan gila itu.
"Sayang sini duduk samping mama!"
Reina tidak menjawab, dia langsung duduk dikursi yang diperintahkan.
"Kenalkan ini Reina, putri kesayanganku." ucap Mami Dave.
"Reina ini nak Martin, putra Tante Yasmin."
Mendengar nama Martin ditelinganya, bayangan bos galak berputar diotak Reina.
Dia lalu menegakkan kepalanya. Dia sangat terkejut.
"Kau."
hai kakak-kakak readers yang baik hati jangan lupa like dan koment ya...aku masih butuh banyak masukan dan sarannya.
__ADS_1