Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Usaha Lili


__ADS_3

"Sayang kau yang membuatku seperti ini."


Betran tersenyum menyeringai.


"Jangan bercanda!"


"Aku tidak bercanda."


"Kleo menyilangkan tangannya didepan dada."


"Sepertinya kamu suka memancing kemarahanku."


"Dasar, Simonki, dia mulai kumat, bukankah harusnya aku yang marah kenapa jadi dia yang kesurupan?"


"Kamu masih tidak ingin berbicara padaku dan mengabaikanku?Hemm?"


Kleo masih membisu.


"Baiklah, aku memang harus melakukannya."


Betran mulai mendekati Kleo, dia menggelitik Kleo, Kleo tertawa terpingkal-pingkal.


"Ampun, sayang cukup, cukup...cukup... aku dah capek."


"Jadi?masih mau cuekin aku?"


Kleo hanya menggeleng.


Betran lalu berbaring disamping Kleo.


"Aku tu sebel sama kamu, kamu sudah kenal sama Ayah, pakai kerjasama lagi jangan-jangan aku diterima kerja juga karena permintaan ayah?"


"Kalau masalah kerja nggak ada kaitannya sama ayahmu sayang, itu murni hasil kerja kerasmu. Sekarang kamu boleh tanya apa saja yang ingin kamu tahu, karena aku nggak mau, kalau nanti sampai kamu salah paham dan kumat lagi, aku tidak tahan tidak mendengar suaramu dan tidak melihat senyummu itu."


"Ternyata dibalik kesombonganmu kamu adalah pria yang hangat, aku jadi nggak rela kamu dekat-dekat dengan wanita lain. apalagi wanita centil itu!"


"Tapi kamu selalu saja curang."


"Itu bukan curang namanya tapi sayang."


"Iiiiiihhhh Sejak kapan kamu jadi pinter gombal gitu, mau jadi buaya?"


"Buaya piaraan kamu?"


"Dah aku mau balik kerja nanti dikira kita ngapa-ngapain lagi."


"Emang kita ngapain sayang?" Betran malah semakin bernafsu saja untuk menggoda Kleo


"Au ah gelap."


Saat Kleo akan beranjak.


Betran menariknya, hingga Kleo jatuh kepelukannya.


"Kamu harus kasih imbalan dulu padaku, karena aku sudah memberitahumu."


Wajah Betran semakin mendekat kearah Kleo.


Hanya tinggal beberapa centi saja.


"Dert, dert."


"Sayang Hp kamu bunyi."


"maaf ya babang Betran, tahan dulu ya iklannya lewat hhhhhh"(Author)


"Hiss aku jadi gagal mendapatkan hadiahku, beraninya dia menggangguku?"


"Halo?"

__ADS_1


"Bang, ada paman Bernard, dia masih dilobi."


"Kamu tunggu disini jangan keluar jika aku belum menyuruhmu!"


"Ada apa?"


"Ayahku kesini, kamu tenang saja tetap disini jangan kemana-mana."


Kleo menggangguk.


Betran mengambil jasnya lalu keluar dari kamar pribadinya.


Dia lalu membuka kunci pintu ruangannya.


Dia lalu duduk, bersikap setenang mungkin agar ayahnya tidak curiga.


Pak Bernard masuk ruangan lalu duduk disofa tamu.


"Kenapa ayahku jadi sering kesini? "


"Apa kamu sudah melamar gadis itu, jika minggu depan kamu tidak menikah, ayah akan mencarikan gadis lain untukmu."


Kleo menguping dibalik pintu karena sangat penasaran.


"Ayah tenang saja, sebentar lagi Ayah akan segera dapat cucu, jadi tidak perlu repot-repot mencarikanku, apalagi wanita-wanita yang nggak jelas itu."


"Baguslah kamu memang harus cepat memberikan Ayah cucu. Jadi aku tidak akan mengganggumu."


"Yaampun, ternyata ayahnya begitu, pantas saja Betran juga sama, emangnya buat anak kaya goreng telur apa,dasar orangtua dan anak sama gilanya."


"Bagaimana keadaan kantor?apa kamu sudah membereskan semuanya?"


"Ada sedikit masalah, tapi akan segera kuselesaikan."


"Baguslah, sekarang ayah benar-benar ingin istirahat, jangan lupa minggu depan kamu harus sudah menikah dengannya."


"Dasar orang tua nggak bisa lihat orang senang apa." Batin Betran.


"Hemm."


Betran seolah sibuk dengan pekerjaannya.


Bernard keluar dengan perasaan lega. Dia sempat mengira anaknya tidak menyukai wanita.


Betran kembali kekamarnya.


Kleo yang masih dibelakang pintu sampai jatuh karena pintu itu didorong oleh Betran.


"Maaf sayang, aku nggak tahu. Sakit ya?"


Betran membantu Kleo berdiri.


"Kamu tadi menguping ya...?"


Wajah kleo langsung memerah.


"Nggak, siapa yang nguping."


"Masih pura-pura lagi, kamu sudah dengarkan ayahku minta CUCU....." tepat ditelinga Kleo.


Kleo merinding, mendengar ucapan Betran.


"Apa kita mulai sekarang saja sayang?"


"Iiihhhh dasar mesum." Kleo mendorong tubuh Betran.


"Aku mau kerja." Kleo melenggang pergi meninggalkan Betran.


Betran lega karena akhirnya Kleo memaafkannya.

__ADS_1


***


Jam makan siang Betran akan pergi keruangan Kleo.


"Betran."


Seseorang memanggilnya.


"Yaampun wanita ini benar-benar memuakkan." gumam Betran.


"Ada apa, kamu tidak tahu aku sedang bekerja?"


"Kamu jangan bohong padaku, kamu pikir aku akan percaya kalau kamu akan menikah?"


"Lili, dengarkan aku, aku sudah memperingatkanmu dengan cara halus, jangan sampai aku berbuat diluar batas kesabaranku."


"Baiklah berikan aku bukti kalau kamu memang akan menikah, baru aku tidak akan mengganggumu."


Lili mengucapkannya dengan lantang. Dia sangat percaya diri dan sangat yakin kalau dia akan menang karena selama ini Betran tidak dekat dengan wanita manapun.


Kleo dan Rio akan pergi makan siang, langkahnya terhenti mendengar suara lili yang cempreng itu, mereka melihat Betran sudah merah padam menahan amarah.


"Wanita ini memang cari masalah denganku."


"Yola, panggil security, aku tidak suka ada orang mengusik ataupun berulah denganku, karena wanita ini sepertinya tidak bisa dikasih tahu baik-baik."


Ucapan Betran memang selalu pedas kepadanya, tapi kali ini entah ada apa Lili merasa Betran tidak main-main dengan ucapannya.


"Tapi aku sangat mencintaimu."


"Aku sudah bilang padamu, menjauhlah dariku, sudah sering kukatakan padamu."


"Ya Tuhan, kenapa dia sampai menjatuhkan harga dirinya demi Simonki?apa dia sangat mencintainya."


"Apa kamu tidak dengar apa yang aku katakan?"


Lili mendekat ingin mencium Betran.


Bertran yang sudah bisa membaca gerak-gerik Lili langsung menghalangi dan menepis dengan kedua tangannya.


"Beraninya kau."


"Kenapa aku sudah berusaha membuatmu jatuh cinta padaku, tapi sedikit saja kamu tidak peduli padaku, apa karena jalang itu?"


"Tutup mulutmu, berani sekali kau menghina Istriku."


"Rio, hentikan itu aku kasihan padanya, sebelum Betran bertindak lebih jauh, lihat Betran sudah mulai kumat dia bisa jadi monster." ucap Kleo yang sudah tidak tega melihat Lili menangis.


Kleo berlari memeluk Betran yang sudah mengangkat tangannya untuk menampar Lili.


"Hentikan sayang kamu jadi bahan tontonan karyawan." Lirih Kleo mengatakan hingga Hanya mereka yang mendengar.


Rio memanggil security dan menyuruh membawa Lili keluar.


"Rio, kenapa wanita itu masih bisa masuk kekantor ini, aku muak melihatnya, lakukan kerjamu dengan benar!"


"Apa yang kalian lihat?"


Para staff yang sempat melirikpun tidak berani menoleh, perkataan Betran adalah hukum dikantor itu.


Betran berlalu pergi, tidak lupa dia menarik tangan Kleo.


Kleo langsung melepas pegangannya membuat Betran menghentikan langkahnya.


"Ada apa?"


"Aku tidak mau pergi denganmu, jika kamu masih marah."


"Betran mengambil nafas panjang,lalu menggandeng tangan Kleo dengan perlahan.

__ADS_1


Kleopun berjalan disamping Betran melepaskan genggaman tangan Betran dan menggandeng lengannya. Mereka saling lempar senyum yang menandakan amarah Betran sudah mulai mereda.


"Jangan lupa tinggalkan jejak ya teman biar semangat upnya....lebih seneng lagi vote dan favorite juga."❤


__ADS_2