
Pintu ruangan Betran tiba-tiba terbuka.
"Ceklek!"
Betran tidak peduli siapa yang membuka pintu karena kepalanya sangat pusing.
Kleo kaget karena orang itu bukan orang yang dikenal Kleo.
" Betran!" panggil laki-laki itu.
Betran yang hafal suara itu langsung membuka mata dan bangun dari pangkuan Kleo.
"Ayah kenapa tiba-tiba kesini ,nggak kasih kabar?"
"Kalau ayah ngasih tahu kamu ayah nggak akan tahu apa yang terjadi dengan anak ayah."
Jawabnya datar.
Membuat Kleo sangat gugup, wajahnya sudah pucat pasi.
"Ya Tuhan gimana ini, ayahnya pasti mikir macem-macem, pasti aku dikira ngerayu anaknya huh dasar
gara-gara bos mesum."
Betran yang paham akan keadaan yang sangat canggung itu menyuruh Kleo kembali keruangannya.
Ayah kleo malah senyum-senyum setelah Kleo pergi.
"Putra kesayanganku sepertinya akan segera memberikanku cucu."
"Kami baru kenal Yah, jangan berpikir yang macam-macam."
"Tapi sepertinya kalian tidak hanya baru kenal."
Betran melotot tidak percaya dengan ayahnya yang tiba-tiba kepo seperti mak-mak rumpi.
Betran menatap ayahnya penuh arti, tapi ayah Betran malah cengar-cengir tak berdosa.
"Sudahlah jangan bahas itu, ada apa Ayah kesini?"
"Ayah baru dengar kalau kamu mengeluarkan Viktor kenapa?"
Betran lalu menceritakan apa yang terjadi selama ini diperusahaannya.
__ADS_1
"Betran tidak habis pikir kenapa ayah bisa piara maling diperusahaan ini!"
"Mungkin karena ayah sudah terlalu tua untuk bisa secermat dirimu, ayah senang ,berarti ayah tidak salah menyerahkan perusahaan padamu."
Betran memang sangat dekat dengan ayahnya. Tapi untuk urusan pribadi dia tidak sembarangan.
"Jadi perempuan tadi anaknya Burhan?'
Betran terkejut bukan main darimana ayahnya tahu.
"kamu pasti bertanya-tanya ayah tahu darimana?tentu dari cs ayah, Ayah minta kamu tidak main-main dengan perempuan kalau kamu serius cepat nikahi dia, kasih ayah cucu.'
Ucapnya bersemangat seakan dia yang mau nikah aja.
"Hemm!"
mata ayah Betran membulat dengan jawaban dari anaknya itu.
"Baiklah ayah pergi dulu!' saat sampai dipintu Bernard berbalik.
"Ingat cepat menikah dan cepat kasih ayah cucu."
Betran masa bodoh dengan perkataan ayahnya, lalu dia kembali tidur disofa dia merasa sangat pusing tapi dia tidak menunjukkan sakitnya pada ayahnya.
Kleo tidak fokus bekerja karena memikirkan tanggapan ayah Betran terhadap dirinya.
"Aduh gimana ya kalau ayah Betran mikir yang macam-macam, gara-gara Simonki ini."
Saat jam makan siang Kleo memberanikan diri untuk keruangan Betran sekaligus untuk melihat keadaannya.
Bagaimanapun juga itu adalah salahnya yang memaksa Betran untuk makan es krim kemarin.
"Hey kamu mau kemana? tegur Yola pada Kleo. Kleo mengernyit heran.
"Pak Betran lagi sakit, nggak boleh terima tamu." karena itu memang yang dipesan oleh Rio.
"O, aku kira apa, aku sudah tahu! Kleo pergi dan nyelonong menuju keruangan Betran."
Yola masih bersikeras mencegahnya.
"Kamu itu nggak tahu diri banget sih, dah dikasih tahu juga."
Betran yang merasa ada yang ribut diluar langsung keluar ruangan.
__ADS_1
"Ada apa ribut-ribut?"
"Saya sudah kasih tahu agar dia...." Belum selesai Yola berbicara Betran memotong ucapannya setelah melihat Kleo.
"Kamu boleh Pergi!"
"Tapi pak!" Betran menatapnya tajam. Nyalinya langsung menciut.
Betran menarik Kleo keruangannya.
"Ada apa!" tanya Betran tanpa basa-basi lagi.
"Emmm itu, anu ...emmm!"
Kleo merasa sedikit takut melihat sikap Betran tadi.
"Cepat katakan."
"Yaampun Simonki ini sudah sakit masih juga seperti singa, jantungku hampir aja copot, cepat kleo cari akal."
"Sayang aku mau lihat keadaan kamu, udah baikan apa belum? terus mau ngajak kamu makan siang!"
"aku udah mendingan ayo kita makan diluar."
"Tapi kan kamu baru sembuh!" Betran mengernyit heran terhadap sikap Kleo."
*"Apa kata karyawan lihat aku makan sama kamu diluar dasar Simonki ini nggak peka banget sih huh!" *
"Ya udah aku pesenin makan dulu kita makan disini!"
Kleo mengangguk.
"Huft akhirnya dia luluh juga.Disaat sakit gini dia masih saja perhatian sama aku. Tapi kenapa jantungku deg-degan gini ya bukannya biasanya aku juga makan sama dia?"
Makananpun akhirnya datang Kleo dan Betran makan bersma diruangan Betran.
"Kamu tadi sudah lihat ayahku kan?" Ucap Betran disela makannya.
Kleo mendengarkan dengan seksama apa yang akan diucapkan Betran selanjutnya.
Dia memintaku untuk segera menikah dan memberikan cucu untuknya.
"Uhuk-uhuk...!" Kleo langsung tersedak....
__ADS_1