
Rosi menemui Toni disebuah hotel mewah yang sudah disepakati.
adik kakak itu juga sama liciknya,,,diotaknya memang selalu banyak tersimpan rencana kotor.
mereka selalu berambisi mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Toni dengan segudang rencana busuknya.
Sementara Rosi menggunakan berbagai rencana liciknya.
Entah hubungan darah seperti apa yang mereka jalani, apakah hubungan seperti itu layak disebut saudara.
" Apakah sudah lama menunggu?" ucap seorang gadis yang menghampiri Toni ditempat duduknya
"cih, kau sangat menyebalkan."
"Baiklah mana uang yang kuminta?"
"Aku harus tahu rencanamu.
"Tenang saja ada orang yang akan membantu kita."
"Siapa?"
"Dia akan menunggumu, nanti malam, akan kukirimkan alamatnya padamu. bersiaplah dia akan memberi tahu rencananya padamu, ingat jangan melawannya dia orang yang berbahaya."
"Baiklah."ucap Rosi.
"Kleo, lihat saja akan kubuat Betran jatuh kepelukanku."gumam Rosi dengan tersenyum smirk.
__ADS_1
sementara Toni, dia tersenyum menyeringai.
"Maaf adik manis, kau harus memuaskannya, lagipula kau hanya adik tiriku saja."
terdengar konyol memang tapi itulah keadaan keluarga mereka,,, hanya mengejar dunia tanpa mengenal yang namanya kasih sayang, bagaimana hubungan sebuah keluarga.
Bodoh bukan,,,, itulah hidup yang tak mengenal syukur,,,dan hanya tahu serakah.
"Baiklah, aku pergi dulu, aku mau menemui kekasihku."
"Cih, kau seperti ****** saja,,,sudah memiliki pria tapi masih ingin Betran, apa priamu itu tidak bisa memuaskanmu."
"Bukan urusanmu,,, yang jelas aku sangat mencintai Betran, dia hanya selingan saja. pria yang ku inginkan dari dulu hanya Betran. Dan aku ingin membalas perempuan sialan itu."
"Hei, dia itu jauh lebih cantik darimu, tentu saja Betran tidak akan melihatmu, dia lebih unggul dari segi manapun."
"Kau meledekku?"
"omong kosong, sudahlah aku tak ingin berdebat denganmu. Aku pergi dulu."
tanpa disadari, sepasang mata tengah memperhatikan dan mendengarkan percakapan mereka. Tangannya terkepal kuat.
"Cih, jadi ini wujudmu yang sebenarnya, dasar ****** sialan, bodohnya aku, bisa cinta pada iblis betina sepertimu, lihat saja apa yang akan kulakukan."
Pria itu adalah Jesen kekasih Rosi yang selalu dia manfaatkan.
Jesen lalu menghubungi seseorang,,,entah apa yang dibicarakannya.
Toni akhirnya berlalu pergi. tanpa disadari seseorang selalu mengawasi dan mengikutinya.
__ADS_1
Dia kembali ke rumahnya yang saat ini menjadi markasnya juga. Dia mulai menyusun Rencana.
***
"Kenapa kau mengurungku disini."
"Cih nikmati saja kemewahan yang kuberikan, ini adalah hasil kerja keras anak-anakmu."
"Apa yang kau lakukan pada mereka?"
"ck, kau tenang saja,,, mereka menikmati hidup mereka, bukankah kau ingin menghancurkan Betran? jadi biarkan mereka bekerja dengan baik."
"Aku tidak mengenalmu, bagaimana aku bisa percaya padamu?"
"Cih, apa menurutmu mengeluarkanmu dari penjara itu mudah? Aku harus mengeluarkan banyak uang dan memakai kekuasaanku, dan tentunya itu tidak geratis."
"Cih, sudah kuduga, kau hanya memanfaatkanku."
"Bukankah kau juga memanfaatkan saudara perempuanmu yang bodoh itu?jangan kau kira aku tidak tahu, tidak perlu terkejut anggap saja kita berbisnis, kita saling memanfaatkan. tapi satu hal yang harus kau tahu, tujuan kita sama menghancurkan Betran."
"Hm, apapun rencanamu, aku ingin kau segera melakukannya,,,aku sudah muak melihat mereka."
"Hu...kau harus sedikit bersabar tuan Baron, aku tidak ingin bertindak bodoh sepertimu tuan Baron, Betran bukan lawan yang mudah."
"Lalu apa rencanamu."
"Putramu nanti akan datang kesini memberitahumu, aku pergi dulu."
"Aku sudah tidak sabar menikmati tubuh putrimu itu."
__ADS_1
***
Dikamar hotel VIP, seorang pria mengenakan kimono, sambil menikmati minumannya, menanti seseorang yang akan menghangatkan ranjangnya.