
"Ceklek."
Betran dan Rio mengalihkan pandangan siapakah orang yang berani masuk tanpa mengetuk pintu.
"Akhirnya setidaknya aku selamat." gumam Rio
Kleo masuk keruangan Betran. Melihat Betran yang sudah memasang wajah seperti jagung bakar menahan amarahnya. Dia merasa gugup.
Rio sudah tidak bisa menjawab apapun.
"Bukan gue nggak tahu bang , gue pikir kalian akan selalu menghabiskan hari bersama."
"Sepertinya kau ingin ini."
Betran mengangkat tangannya mengibaskan tepat dilehernya.Kleo yang melihatnya ikut bergidik ngeri.
"Yaela bang, gitu amat, kamu nggak kasihan bang sama sepupumu yang tampan ini."
"Sepupu nggak guna."
"Tapi bang aku kan cuma ingin membuatmu senang."
"Diam."
Ucap Betran tegas, dia sudah berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan mendekati Rio.
"Yaampun suamiku sepertinya ingin mengamuk, lihat muka monsternya udah muncul."
Kleo yang tidak tega melihat Rio yang akan menerima amukan Betran dia langsung memeluk Betran mengalungkan lengannya dileher Betran membuat Betran menghadapnya dan membelakangi Rio.
Betran terkejut dengan apa yang dilakukan Kleo, dia tidak malu sama sekali padahal ada orang lain diruangan itu yaitu Rio.
"Sayang jangan marah terus diakan sepupumu, kamu nggak kasihan?"
Kleo mengucapkannya sambil mengibaskan tangannya memberi kode pada Rio untuk keluar dari ruangan itu.
Betran semakin heran dengan sikap Kleo yang tiba-tiba jinak dan manis itu, dia merasa ada yang aneh.
"Katakan apa yang kamu inginkan?"
"Ap apa mksudmu sayang?"
"Jangan pura-pura sayang."
"Jadi kamu nggak suka aku memelukmu?
Ya sudah."
Kleo mulai melepaskan tangannya dan akan beranjak pergi.
Betran langsung menarik tangan Kleo kedalam pelukannya.
"Aku tahu kamu sangat merindukanku."
Kleo tersenyum kecut, dia heran apa yang ada diotak suaminya itu.
__ADS_1
"Sebentar sayang aku ingin menghukum bocah sialan itu."
Betran berbalik dan .....
"Kleo.......!"
"Cup." Kleo mengecup pipi Betran.
"Aku mencintaimu sayang."
Dan langsung berlari keluar.
"Nyessss."
Seketika api kemarahan Betran padam melihat tingkah Kleo yang sangat menggemaskan. Dia sangat bersyukur wanita yang dicintainya juga memiliki perasaan yang sama.
Betran akhirnya kembali melanjutkan pekerjaannya , walaupun dia harus menahan gejolak yang muncul tiba-tiba karena ulah istrinya.
***
Saat Kleo kembali keruangannya, Rio sudah ada didalam.
"Ngapain kamu disini."
Dengan memasang wajah cengar-cengir dan tidak berdosanya.
"Thanks ya Kle, kamu memang temanku yang paling baik."
"Kamu itu suka sekali membuatnya kesal, sudah tau dia suka makan orang, suka sekali berulah."
Kleo langsung menjitak kepalanya.
"Kamu pikir suamiku binatang apa, meskipun kadang kaya singa jantan mau makan orang dia tetap suamiku yang paling tampan."
"Lo nggak tahu aja kalau dia lagi kumat, Setan mah lewat"
"O ya Kle, memangnya kenapa bajunya, apa kekecilan, kenapa tadi dia semarah itu soal baju."
"O...jadi itu akal-akalan kamu, kamu nggak tahu bedanya baju kekecilan dan kurang bahan?percuma jadi asisten gitu aja nggak tahu."
"Kurang bahan gimana, itukan emang bajunya modelnya gitu, biar sexy gitu lhoh, biar gampang kalau mau tempur."
Kleo menjitak lagi kepala Rio
"Auww."
Rio mengelus kepalanya.
"Dasar, otak kamu tu sama mesumnya dangan bosmu."
"Busyet lolos dari lubang buaya, kayaknya gue malah masuk kandang singa betina."
"Aku maklum, karena temanku ini, gak laku-laku, makanya dia nggak paham."
"Enak aja, gue tu bisa dapatin gadis yang mana saja ,gue aja yang malas karena kebanyakan wanita cuma lihat duwit doang nggak ada yang bener-bener baik."
__ADS_1
"Makanya kamu jangan suka gonta-ganti cewek, gini ni jadinya pohon nggak jadi alias toge."
"Ello tu ya Kle, mulut lo tu kadang-kadang suka konslet kaya listrik, kadang terang kadang nyetrum."
"Ye kamu aja kali mulutnya kaya makan jengkol dua kilo, apa yang keluar nggak berfaedah, bikin orang marah."
"Emang elo tu ya sama kaya suami elo, sukanya bikin orang sesak nafas, sial amat nasib gue kerja sama pasangan yang kejam, satu kaya monster, sukanya marah -marah dan ngancam orang , satunya mulutnya kaya cabe rawit pedes banget kalau ngomong, nasib-nasib jadi orang tampan banyak yang iri."
Sepasang mata telah mengamati dan mendengarkan pembicaraan mereka dari tadi.
"Gimana malam kalian, pasti seru kan?"
"Ehemmmm."
Terdengar suara deheman yang sangat keras.
"Ada apa ya, kenapa bulu kuduku merinding sepertinya ada hantu."ucap Rio.
"Awwww,,,sakit."Telinga Rio sudah ditarik, siapa lagi yang berani melakukannya kalau bukan Bosnya.
"Sayang, jangan seperti itu, dia itu sepupumu."
"Kamu lebih membelanya?"Betran mengencangkan tarikannya.
"Auw ampun bang."
"Bukan begitu, lihatlah bisa putus telinganya, kenapa kamu harus mengotori tanganmu?"
Betran melepaskan , tangannya.
"Beraninya kau menggoda Istriku, mengumpat dibelakangku, kamu mau kucabut sampai keakarnya Hah?sekali lagi aku melihatmu seperti itu habis kau nanti."
Rio menelan salivanya membayangkan apa yang akan dilakukan Betran.
"Dan kau." ucap Betran sambil menatap istrinya dengan seringai liciknya.
"Harus dapat hukuman karena berani mempermainkanku dan bermesraan dengan pria lain."
"Astaga apa yang akan dilakukannya, jangan bilang dia lagi kumat jiwa mesumnya."
"Sayang...Aku hanya..."
"Cup," Betran sudah mencium bibir Kleo dengan lembut.
Rio melongo tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Ternyata Bang Betran benar-benar jantan , seperti bebek, asal nyosor aja nggak tahu tempat nggak lihat apa ada yang jomlo disini dipikir gue setan apa nggak kelihatan, ini kesempatan gue buat kabur.
"Mau kemana kau bocah sialan."
Rio yang sudah berjalan pelan untuk kabur dari ruangan yang sudah seperti ruang mayat itu, langsung berhenti ditempat.
"Tamatlah riwayatku."
"🍀hayo kakak dukung Author jangan lupa ya...
__ADS_1