
"Haduh, bagaimana,Kle tolong gue."
"urusan kita belum selesai trima hukumanmu nanti."
Rio menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku kira elo bakal lupa bang setelah dapat vitamin."gumam Rio yang masih didengar oleh Betran.
"Rio....!"
Mendengar suara Betran yang sudah seperri petir dia langsung kabur begitu saja.
"Akhirnya gue keluar dari sarang lebah, kalau enggak bisa disengat gue sama lebah betina dan jantan."
***
Seorang pria tengah duduk diteras samping mansionnya, menerawang jauh kedepan melihat taman rumanya yang kesehariannya terlihat biasa saja tapi hari ini menjadi tempat yang menyenangkan baginya agar dapat sejenak melupakan rasa sesak didadanya.
Dia tengah merenungi nasibnya yang menurutnya tidak beruntung, karena orang yang dicintainya adalah kekasih temannya dan sekarang menjadi istrinya. Teman yang sudah dianggap seperti saudaranya, keinginannya untuk bertobat pupus seketika. Dia merutuki kebodohannya yang terpesona dengan pandangan pertama hingga membiarkan rasa itu mekar dihatinya.
"Inikah karmaku yang selama ini hanya mempermainkan wanita?" gumam Dave.
Meskipun Dave tidak pernah menyentuh wanita-wanitanya, tapi Dave selalu membuat mereka kecewa karena tidak mau serius terikat dengan mereka. Setiap ada yang mengajaknya bertunangan dia langsung memutuskan jalinan kasihnya, ditambah lagi kalau dia tahu wanita yang menjadi kekasihnya hanya mengincar hartanya. Sehingga membuat semua mantannya kecewa karena terlalu berharap padanya.
"Dave!"
Seru suara wanita paruh baya yang membuyarkan lamunannya.
"What happen?Are you oke?"
"Hemmm."
__ADS_1
"Mami tau, kamu sedang ada masalah, selama ini kamu tidak pernah gelisah seperti ini, apa dikantor ada masalah." ucapnya yang kemudian ikut duduk disebelahnya.
"No Mam."
"So? okey Mami tahu, pasti karena wanita?"
"Hemmm."
"Mami jadi penasaran siapakah wanita yang sudah dapat membuat anak Mami jadi murung."
"Dia tidak berjodoh denganku Mam!"
"Why?"
"Dia sudah jadi milik orang lain."
"Apa kamu sudah pernah mengatakan kamu mencintainya?Apa dia menolakmu?Apa dia sangat cantik?"
"Dia sangat cantik.Dia tidak tahu aku menyukainya."
"What?Astaga sayang mami tidak percaya ini, seorang playboy bisa tidak punya nyali untuk menyatakan cinta."
"Bagaimana aku mengatakannya, baru bertemu sekali, itupun aku sudah dikatai buaya."
Dave tersenyum mengingat pertemuannya dengan Kleo.
"Are you oke?"melihat anaknya tersenyum sendiri membuat maminya khawatir.
Dave menatap maminya, lalu tersenyum.
"Sayang mungkin ini saatnya kamu memang harus berhenti bermain dengan para wanita matremu itu, mami tidak suka pada semua gadis yang kamu bawa kesini, kamu tidak kasihan dengan mami, umur mami sudah tidak muda lagi, mami ingin menimang cucu sebelum mami pergi,,,,hikshikshiks."
__ADS_1
Mami Dave sedikit bermain drama agar anaknya mau segera menuruti keinginannya. Dia berpura-pura memasang wajah sedihnya sambil sedikit terisak.
"Ayo lah mami, tolong jangan seperti ini, aku hanya belum menemukan gadis yang cocok untukku."
"Mami tidak mau kamu lama bermain dengan wanita yang nggak jelas, segeralah menikah Dave, apa kamu ingin mami mati sebelum mami punya cucu?"
"Mami apa yang Mami katakan!" Dave sedikit membentak.
Mami Dave yang tahu putranya itu tidak akan pernah bisa marah padanya langsung melanjutkan drama melankolisnya.
"Apa perlu mami mencarikan?"
"No mami untuk yang satu ini biar Dave yang putuskan."
"Berjanjilah pada mami kamu akan segera menikah, siapapun wanita yang kamu inginkan, mami tidak akan melarang, asalkan dia tidak matre dan sangat menyayangimu,itu sudah cukup buat mami." ucap nya ditengah drama sedihnya.
Dave memeluk maminya dia sangat terharu dengan perhatian maminya.
"Mami Dave sayang sama mami, Dave janji tidak akan mengecewakan mami, kalau Dave bertemu dengan orang yang pas dihati, Dave akan segera menikah."
"Baguslah, itu yang mami inginkan ingat janjimu, cepat menikah, jangan lama-lama." ucapnya dengan tegas.
Dave terkejut melihat sikap maminya yang tiba-tiba kembali bar-bar kaya gelas pecah, mengejutkan orang. Dave melongo seperti orang bodoh.
Mami Dave tiba-tiba berdiri dengan ekspresi datarnya. Lalu mengusap airmata buayanya.
"Mami mau telfon Betran, kemana saja anak itu tidak pernah menghubungi setelah punya istri awas saja kalau dia kesini, aku masak jadi semur nanti." Mami Dave mengucapkannya dengan terus berjalan meninggalkan Dave yang masih terpaku
"Oh Shit, aku tertipu dengan dramanya, sebenarnya, yang anaknya itu aku atau pria kulkas itu?"geram Dave melihat tingkah maminya yang lebih peduli pada Betran dari pada dirinya yang jelas anak kandungnya.
"halo,kakak-kakak yang baik hati, ayo dukung aku dengan like,komen jangan lupa vote juga ya....aku sedih kalau nggak ada yang komen dan dukung aku....maaf juga untuk readers yang tidak terima dengan kehaluan karya ini, karena kita juga harus mengumpulkan dan mengeluarkan ide untuk dapat menulis cerita ini.Dukung aku ya kakak-kakak readers
__ADS_1