
Selesai dengan persalinan bayi Kleo juga sudah rapi,,, dia sangat mirip dengan Betran bisa dibilang copy dari sang singa jantan.
Bayi berukuran panjang 48 cm dan berat 3,2 kg, begitu memukau dimata Betran
Senyum tidak luntur dari wajah Betran. Kleo sudah dipindahkan keruang perawatan VVIP.
Rio dan Bojes masuk keruangan.
"Hai keponakanku yang ganteng."
Dia sudah tentu tahu kalau bayinya laki-laki, tanpa rasa takut yang entah disengaja atau tidak dia langsung menerobos dan mendekati sang buah hati yang berada di ranjang bayi samping tempat duduk Kleo.
"Wah dia sangat tampan, hidungnya ,mirip denganmu Kle."
tanpa disadari ada yang sudah kebakaran jenggot.
"Bocah sialan, jelas-jelas dia mirip denganku, beraninya dia awas saja."
Rio masih lanjut mengoceh entah apa yang dibicarakan semakin ngawur dan membuat singa jantan makin kepanasan.
"Lihatlah Kle, dia sangat pengertian dia tidak rewel, sifatnya juga nurunin kamu kayaknya."
"lihat matanya juga mirip kamu Kle."
Kleo hanya tersenyum.
"Tapi Kle kenapa dia nggak mirip.....?"
"mampus gue, mulut gue ini emang gak bisa direm."
"Apa, matamu buta ya, jelas-jelas dia mirip denganku, dia ganteng, maco, keren, cool."
"Cih, sejak kapan bayi baru lahir, sudah maco dan cool, "sahut Rio.
"Kenapa, yang jelas dia gak bakal mirip dengan bujang lapuk kaya kamu."
"Biarin gini-gini kan udah gak jomblo."
"Cih, paling juga kamu yang ngebet."
"Biarin,yang penting masih tahan nggak kebelet kaya lo bang."
"Apa kau bilang, pindah sana ke Papua."
"Cih bisanya cuma ngancem aja, lihat Kle, dia mulai lagi."
"DIAAAAMMMMM."suara Kleo udah kaya toak.
__ADS_1
"Gila, nyonya bos keren juga kalau ngamuk."gumam Bojes.
"Buset singa Betina makin ganas habis beranak, kalau nggak hati-hati nggak cuma singa jantan aja yang tamat, gue tamat juga gue cari aman aja deh."gumam Rio.
"Kenapa singa betinaku jadi lebih nyeremin daripada musuh bisnisku?kalau dia ngamuk terus bisa makin lama gue libur."
"Kalian, kalau mau main tinju, keluar sana, panas kupingku."
"Siap nyonya bos aku akan diam."sahut Rio
Bojes yang dari tadi diam, merasa heran.
"Wah si bujangtua ini emang licik bener, dia cari perisai untuk menghindar dari sang monster."
gumam Bojes.
"Heh bocah sialan kau bekerja untuk siapa?."
Kleo sampai merasa jengah dengan kelakuan mereka.
"Dia bekerja untukku." sahut Kleo.
Rio sudah cengar-cengir mendapat pembelaan dari singa betina.dia menaik turunkan alisnya.
"Gue menang bang,,,hehehe, sekarang loe gak bisa seenaknya saja."
"Tentu saja kamu."Suara Kleo jauh lebih mematikan sambil matanya seperti pisau yang siap mencabik sang singa jantan.
"Astaga, kenapa Kleoku jadi makin galak setelah ada jagoanku, anakku tolonglah ayahmu ini."
"Kenapa kamu keberatan?"
"Nggak, untukmu apa yang nggak." nada Betran melembut dia mendekati singa betina untuk menjinakkannya.
Betran mengerti Kleo mungkin masih marah karena kejadian diruang persalinan, mereka berdebat seperti orang gila.
Betran harus membujuk singanya agar kembali kepihaknya.
Betran menyelipkan rambut kleo yang berantakan kebelakang telinganya .
Kleo yang audah paham singa meaumnya yang tak tahu tempat langsung mengusir Rio.
"Rio, bukankah kamu bekerja untukku.belikan aku Roti sama jus."
"Pfff,hahaha."
Betran tak kuat menahan tawanya.
__ADS_1
sementara Bojes shok melihat Betran tertawa.
Rio hanya tersenyum dia ikut senang, Kleo memang telah merubah Betran secara alami.
"Baiklah aku pergi dulu, nyonya."
"Cih awas kalau lama push up nanti."
Bojes mengikuti Rio keluar.
"Heh kenapa lo ikut keluar?"
"Cih siapa yang mau jadi lukisan lihat mereka."
"Hahaha, kirain lo mau nonton drama."
"Udah pergi sana, disuruh push up lagi nanti."
"Sialan lo."
"Bodo, itu sih derita lho, jangan bawa gue."
Sementara Betran terus mendekat pada Kleo.
"Sayang, ini dirumahsakit, jangan macam-macam."
Bukan Betran yang ditakutkan Kleo, tapi tingkah mesumnya yang buat malu, karena nggak lihat tempat.
"Astaga singaku mulai on, bisa habis aku sudahlah aku nggak bertenaga lagi."
"Yah mau gimana lagi, kelinciku tadi berubah jadi singa aku harus menjinakkannya dulu."
"Itu kan salahmu, kenapa selalu ribut dengan Rio jomblo."
"Hahaha,sejak kapan dia dapat julukan baru?tapi kamu harus tetap dihukum sayang karena sudah melawanku."
"Sa...hmmmm"
Betran sudah mengabsen bibir Kleo tanpa henti."
"Sayang aku sangat lelah, jangan mengajakku berkelahi."
"Baiklah, kamu sudah menyerah, lihat jagoanku, ibumu sepertinya kehilangan taringnya."
" Dasar Monster mesum, awas saja kalau aku sudah sembuh, puasa saja terus, nggak tahu apa orang sudah nggak bertenaga."
"Hahaha lihat saja sayangku yang licik,,,ini memang kesempatanku, untuk memberimu pelajaran.kamu nggak tahu setelah ini aku harus puasa berapa lama?ini menyiksaku dengan begini bisa lebih sedikit menghiburku hahaha, wajahmu yang kesal benar-benar imut hehe."
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=