Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
"Perhatian Betran"


__ADS_3

"Kenapa jantungku berdebar sangat kencang mendengar kata-kata Simonki ini, apa itu artinya, Aku...."


Kleo masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


Betran lalu melepaskan pelukannya mengusap air mata Kleo.


"Aku mencintaimu Kle, apa sekarang kamu mengerti kenapa aku seperti itu padamu, Hemm?"


Betran berkata sangat lembut.


"Apa kamu merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan?"


"Aku tidak tahu?"


Kleo masih diam mematung, dia masih bingung apa yang akan dia katakan karena belum yakin dengan apa yang dirasakan saat ini.


"Baiklah, kamu tidak perlu menjawabnya sekarang?"


Setelah merasa tenang Betran mengajak Kleo untuk makan siang.


Mereka makan direstoran yang dipesan oleh Betran yang awalnya tempat itu akan digunakan untuk melamar Kleo. Tapi hal yang tidak diinginkan terjadi.


Betran sendirilah yang mengacaukan semuanya. Rasa emosi yang menguasainya membuat rencana yang sudah disusun berantakan. Dia mengurungkan niatnya karena dia ingin Kleo benar-benar tulus mencintainya.


Seperti kesepakatan yang dibuatnya dengan ayah Kleo. Rencana yang awalnya langsung melamar Kleo, tanpa peduli tentang perasaannya telah berubah setelah mendengar penjelasan dari ayah Kleo.


Rencana Betran berantakan, tapi bagi Betran itu adalah hal yang tak kalah membahagiakan untuknya. Bisa berdua dengan Kleo merupakan kebahagiaan tersendiri.


Kleo makan dengan lahap dia memang sudah kelaparan, bertengkar dengan Betran ternyata juga cukup menguras tenaganya.


Betran tersenyum melihat tingkah Kleo makan seperti orang yang lama tidak makan.


"Pelan-pelan sayang, kamu makan seperti anak kecil."


Sambil mengelap sisa makanan diujung bibir Kleo.


"Kenapa simonki tiba-tiba jadi ibu peri, yaampun bisa baper tingkat Dewa aku, kalau lagi kaya gini ternyata dia tampan juga hehe!"


"Kamu kenapa ngelamun? belum puas lihat wajah tampanku ini?"


"Idih sok tahu dia, tapi emang bener sih aku lagi lihat wajahnya yang tampan dan imut kalau lagi romantis gini hihihi."


"Nanti kalau kita udah nikah kamu bakal lihat wajah tampanku ini setiap hari."


Betran mengucapkannya sambil makan.


"His,,,Simonki ini sepertinya emang nggak bisa kalau denger pujian, gue nggak bilang apa-apa aja, sudah ngaku -ngaku paling tampan, kalau dipuji pasti bakalan bilang didunia ini cuma dia yang paling tampan hu...dasar kepedean. "


"Aku emang orang yang percaya diri dalam segala hak."


"Uhuk,uhuk." Betran lalu memberikan minum pada Kleo.


"Hati-hati, apa kamu selalu seperti ini saat makan, Ceroboh sekali!"


"Astaga, belumm satu menit dibilang romantis sudah kumat, tapi kenapa dia seolah selalu bisa baca apa yang ada dipikiranku ya, bodo ah."


"Dert,dert."

__ADS_1


Telfon Betran berdering.


"Ada apa?"


"Bang kami mau pulang?"


"Hemm!"


"Kleo gimana?"


"Nanti aku yang antar."


"Oke bang, "wah, kelihatannya makin banyak kemajuan!"


Betran langsung menutup telfonnya.


"Busyet, dasar bos gila, kumat lagi kayaknya."


"Siapa?" tanya Kleo, dia penasaran karena sepertinya ada hubungannya dengan dirinya.


"Orang nggak penting."


Kleo berdiri akan beranjak karena geram dengan jawaban Betran.


Sadar akan tingkah Kleo, Betran menarik tangannya hingga Kleo jatuh ke pangkuannya.


"Hey kamu kenapa?"


"Apa kamu itu selalu seperti itu jika berbicara dengan orang lain, nggak ada ramahnya sama sekali."


Betran menarik dagu Kleo.


Tanpa disadari wajah Kleo merah merona.


Baper gays cie...hahaha(author)


"Karena jika aku ramah pada semua orang, wanita-wanita diluaran sana bisa langsung nempel kaya bedak tabur. Apa kau lupa kalau aku sangat tampan?"


"Dasar sombong, itu karena mereka saja yang kecentilan."


Kleo mengatakannya dengan posisi masih duduk dipangkuan Betran.


"Itulah yang aku suka darimu, kamu berbeda dengan mereka!"


"Cup!"


Betran mencium Kleo dengan lembut, tanpa tidak sadar, Kleopun menikmati ciuman Betran.


Betran melepaskan ciumannya, melihat Kleo yang hampir kehabisan nafas, Kleo belum ahli dalam hal seperti ini.


Angin berhembus cukup kencang, Betran yang merasa Kleo kadinginan membawanya masuk kedalam dengan menggendongnya.


"Kenapa kamu menggendongku, aku malu,lihat itu para pelayan lihatin kita."


"Tenanglah aku sudah membayar lunas semuanya."


"Ya,ya, bos kaya!"

__ADS_1


Betran mulai menuruni tangga, semakin banyak mata melihatnya ketika dilantai satu.


Kleo melingkarkan tangannya keleher Betran dan menyembunyikan wajahnya karena malu.


Betran tersenyum, melihat tingkah Kleo.


sampai dimobil Betran menurunkannya membukakan pintu mobil untuknya.


Kleo langsung masuk, dengan cepat.


Mereka lalu pulang, Betran mengendarainya dengan santai.


"Sayang apa kamu ingin beli sesuatu?"


"Tidak, semua barangku ketinggalan dipantai, gimana mau beli?" jawab kleo ketus.


"Hey kamu jangan meremehkan aku, jika kamu mau monaspun akan aku belikan!"


"Nggak!"


"Yakin, nggak mau beli? Tas, sepatu, baju mungkin?" Betran semakin menggoda Kleo.


"Buat apa mubadzir kalau nggak kepake, meskipun aku punya uang banyak sekalipun aku nggak mau menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting."


Itulah Kleo, dia memang tidak punya banyak koleksi seperti kebanyakan wanita, tapi setiap barangnya harganya lumayan mahal karena termasuk barang branded.


"Inila**h salah satu yang aku suka darimu Kle, entah kenapa pertama melihatmu aku merasa nyaman dan begitu dekat denganmu."


"Kamu punya mobil, kenapa kamu kerja naik taksi?"


"Kenapa sih dia ini kepo banget."


"Ya nggak papa, aku belajar untuk bisa merasakan teman-temanku yang tidak punya mobil. Bagaimana mereka setiap hari harus menunggu taksi, harus siap lebih pagi tentunya agar tidak terlambat, aku sebenarnya juga ingin coba naik bus."


"cittt."


Betran lalu menepikan mobilnya. Dia menatap Kleo tajam.


"Kenapa? ada yang salah?"


"Nggak ada naik bus, Rio akan menjemputmu setiap hari kalau kamu nggak mau bawa mobil."


Kleo mengernyitkan dahi.


"Enak aja, nanti laki-laki diluaran sana, pada pengen dekat-dekat sama kamu lagi."


"O ya sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan."


"Tentang kita?" ucap Betran sudah berbinar-binar.


"Bukan!" mata Betran langsung membulat....


"Lalu?"


"Emmm aduh gimana ya ngomongnya!"


"Kenapa sayang kamu masih malu ya?" Betran menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Astaga.......dasar mesuummmm."


Halo para pembaca yang budiman, maaf ya kalau masih banyak typo dan lama upnya, jangan lupa kasih like dan komentnya ya....❤❤❤😉


__ADS_2