Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Vina dihukum


__ADS_3

selamat membaca!


Vina melebarkan senyumnya.


"Lihatlah wanita bar-bar, dia sudah ada dihadapanmu, cepat kau bersujud dikakiku dan buang masker yang menutupi wajah jelekmu itu.?" ucap Vina antusias yang merasa diatas angin.


Kleo membuka maskernya dan tersenyum kearah Betran.


Tampaklah wajah cantik Kleo yang dibalik masker.


Betran menghampiri Kleo lalu mencium pipinya.


Vina melongo dia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Aaapa maksud semua ini?"


"Apa selain gila kau juga bodoh?" ucap Kleo.


Skak mat, untuk Fina dia tidak bisa berkutik kini keringat mengalir diwajahnya dia gemetaran. sepertinya dia telah salah memilih lawan.


"Apa kau tahu Vina siapa wanita yang tadi kau bilang jelek dan bar-bar ini?" Betran menatap tajam pada Vina, orang-orang yang menyaksikannya ikut merinding melihat tatapan mata Betran.


"Diakan istri Betran, siapa yang tidak mengenal wanita cantik itu,,, bagaimana ini , tamatlah aku."


Vina langsung mendekati Betran.


"Betran ini hanya salah paham, aku tadi hanya bercanda mengatakannya, bukankah kita sudah lama berteman, aku adalah teman SMA mu, apa kau lupa, ini hanya masalah wanita."


"Menjijikkan, Rio lakukan tugasmu dan bawa wanita ini keluar."


Rio melemparkan surat pemecatan pada Fina.


"Pergilah, karena bosku sangat baik kamu akan mendapatkan pesangon tapi kamu tidak akan diterima diperusahaan manapun."


Vina terduduk lemas menyaksikan kehancurannya sendiri, dia masih tak bergeming dari tempat.


Menyesal itu adalah kata yang pantas untuknya tapi tidak dapat mengubah apapun.


"Siapapun yang melihat kejadian ini, anggap kalian tidak pernah melihatnya, dan yang merekamnya cepat hapus dari ponsel kalian jika masih ingin hidup tenang, " ucap Betran penuh ancaman.


Semua yang ada disana langsung menghapus rekaman diponselnya, mereka tahu siapa Betran, dia adalah orang yang memiliki kekuasaan penuh dikota itu.


Kleo mendekati Nina gadis yang masih tampak berantakan memakai jaket Rio.


"Nina, kamu tidak papa kan?"


"Tidak Nyonya."


"Panggil namaku saja sepertinya kita seumuran, namaku Kleo."


Nina melirik Betran, Betran menganggukkan kepalanya.


"Bisa kamu tunjukkan dimana ruanganmu."


"Bisa.....Kak Kleo, aku lebih muda darimu bolehkan kupanggil kakak saja?"


"Baiklah ayo."


Mereka berempat berjalan menuju ruangan staff dan kantor mall tersebut.


Semua staff berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan kepala melihat sang pemilik mall datang.


Tapi ada beberapa staff yang langsung pucat melihat kedatangan Betran yang tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan.


"Hadewh bagaimana ini aku tidak sempat memberitahu pak presdir kalau bos besar datang."


Kleo yang membalas mereka dengan senyumnya karena dia tahu suaminya tidak akan melakukannya.


"Jaga mata kalian, jangan memandangi istriku."


"Astaga dasar tuan sombong aku sudah membantunya mewakili membalas sapaan mereka malah sikap posesifnya yang keluar." gumam Kleo.


"Dasar bos bucin yang bener aja, dalam keadaan kaya gini masih sempetnya dia cemburu." batin Rio.


Selama ini Betran jarang berkunjung bisa dibilang hanya dua bulan sekali mengingat cabangnya yang sangat banyak. semua dia percayakan pada presdir cabangnya.

__ADS_1


Betran langsung menuju ruangan direktur tersebut dia tidak membalas sapaan bawahannya, ya karena itu dia terkenal dengan sifat sombong dan dingin pada semua orang.


Betran langsung masuk tanpa permisi.


"Sreek."


Pemandangan yang menjijikkan presdirnya tengah berbuat mesum dengan sekertarisnya.


"Dasar tidak tahu malu, inikah yang kalian lakukan saat bekerja hah."


Suara Betran menggelegar satu lantai itu karena dia belum sampai masuk masih berdiri dipintu masuk.


Semua staff dapat mendengarnya, ada yang gemetar ketakutan karena baru kali ini mendengar amarah Betran.


Presdir dan sekertaris itu langsung merapikan bajunya yang sedikit berantakan.


Betran lalu masuk disusul Kleo, Rio dan Nina.


Presdir itu tampak kaget melihat salah satu bawahannya dengan penampilan yang berantakan baju basah dan memakai jaket.


"Maaf Tuan ada. apa ini?"


"Harusnya aku yang bertanya padamu apa kau tidak tahu kinerja bawahanmu?"


Mata Betran sudah memerah kilatan amarah terpancar begitu tajam dari sorot matanya dia barusaha menahannya saat ini.


"Cih bagaimana kau tahu kerjamu hanya mesum dikantor. mulai besok kau tidak perlu kerja lagi."


"Galih lalu bersujud dikaki Betran, tuan jangan pecat saya tuan, saya minta maaf saya tidak akan mengulanginya tuan."


"Rio." Yang dipanggil sudah tahu maksud dari bosnya itu.


"Silahkan keluar, besok pesangonmu akan ditransfer. jangan membuat dia lebuh murka lagi."


"Bawa wanitamu sekaligus." teriak Betran.


wanita yang menjabat sekertaris itu tidak bisa berkutik.


mereka berdua keluar dengan langkah gontai baru saja mereka menikmati perbuatan mesumnya kini mereka harus menerima akibatnya.


"Sayang tenangkan dirimu anakmu nanti bisa ketakutan melihat ayahnya mengamuk dari tadi." Kleo mengelus lengan Betran.


"Nina ganti bajumu dan bersihkan dirimu setelah itu kembalilah kesini."ucap Kleo.


"Rio bolehkah aku minta tolong untuk membeli es krim durian dibawah?"


"Tentu."


Rio dan Nina keluar ruangan, tinggal mereka berdua.


Kleo mulai merayu Betran jujur saja dia juga takut melihat suaminya murka.


"Sayang,,,masih marah?"


Kleo sudah duduk dipangkuannya.


"Hem."


"Sayang....."


Betran masih malas berbicara.


"Baiklah, lihat ayahmu, dengar sayang kamu jangan jadi pria pemarah seperti ayahmu,"


"Hey jangan menghasut anakku, lagian aku hanya melakukan pekerjaanku."


Melihat Betran sudah banyak bicara Kleo tersenyum puas.


"Lalu apa rencanamu?"tanya Kleo.


"Ck, dasar gadis licik pandai sekali kamu memancingku"


"Entahlah."


"Gimana kalau Nina yang menggantikan presdirmu."

__ADS_1


"Aku tidak suka wanita yang jadi presdir!"


"Kenapa?"


"Kamu mau suami tampanmu ini meeting dengan para wanita hem?"l


"Nggak."jawab Kleo cepat.


"Jangan banyak berfikir Rio akan mengurus semuanya.Nina akan menggantikan Fina."


"Tunggu sebentar, ada yang harus aku selesaikan."


Betran menghampiri salah satu karyawan dimall tersebut.


"Terimakasih bapak sudah mau membantu."


"Maaf Mas saya tidak tahu kalau anda pemilik mall ini?"


"Tidak papa, pak saya yang berterimakasih karena anda sudah mau membantu, anggaplah ini sebagai terimakasihku."


"Tapi Mas."


"Saya masih membutuhkan Bapak sebagai orang kepercayaan saya, apa Bapak bersedia, tapi ini hanya rahasia kita, jika ada yang mencurigakan langsung laporkan pada saya, Bapak bisa?"


"Bisa Tuan, terimakasih sudah mempercayai saya."


"Jangan panggil saya tuan, saya lebih suka bapak seperti tadi.


"Iya Den, aden saja ya."


"Baiklah, terserah bapak saja, saya permisi, nanti ada yang curiga, jika bertemu disini Bapak berpura-pura saja tidak mengenal saya biar nggak ada yang curiga sama bapak."


"Baik Den."


Betran kembali menghampiri Kleo, sudah ada Nina dan Rio.


Kleo menikmati es krim yang dibelikan Rio.


Betran menghampiri Kleo, dan mengusap lembut bibirnya.


"Sayang hati-hati makannya, lihat mukannya jadi cemong."


Nina melotot tidak percaya dengan yang dilihatnya singa yang mengamuk tadi sekarang sangat imut seperti kucing.


Rio hanya memutar bola matanya malas menyaksikan adegan romantis bosnya.


"Ekhem."Rio yang sudah tidak tahan melihatnya akhirnya mengacaukan kemesraan Betran.


"Cih, makanya cari pasangan."


"Sayang....!"


Kleo sudah melotot dia tidak enak pada Nina. kalau untuk mereka bertiga itu sudah biasa.


"Ya, ya, baiklah." ucap Betran mengalah karena nggak mau diusir keluar kamar oleh istrinya.


Rio menahan tawa karena Singa jantan langsung jinak.


"Nina, mulai besok tugas Vina kamu yang menggantikan, dan Rio kamu seleksi karyawan kita untuk menjadi pimpinan disini?"


"Baik bos!"


"Kalian boleh keluar, kami mau istirahat Rio tugasmu pastikan tidak ada yang mengganggu."


"Uhuk-uhuk."Kleo terbatuk.


"Sayang hati-hati nggak akan ada yang minta."


"Dasar suami mesum nggak tahu malu." gumam Kleo.


Rio dan Nina meninggalkan ruangan.


"Dasar singa mesum, nggak dirumah nggak dikantor bawaannya nempel terus, nggak lihat orang jomblo apa?"


""Sabar ya babang Rio, ada gilirannya nanti hehehe,,, ayo dukung Author jangan lupa ya....like, vote dan komentnya....hehe...😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2