
"Ada apa sayang?"ucap Betran dia terkejut dengan suara istrinya.
"Lanjutkan dulu makannya sayang, nanti kita bicarakan."
Betran hanya mengangguk.
Kleo tiba-tiba, menampakkan senyum licik yang mbuat Betran bergidik sendiri.
"Ada apa dengan singaku, kenapa senyumnya sangat mengerikan."
***
Sementara dikantor Leo disibukkan dengan berkasnya.
"Nina keruanganku sekarang."ucapnya disambungan telfon, tanpa menunggu jawaban dari gadis itu.
Tak berselang lama Nina masuk keruangan Leo setelah mendapat persetujuan.
"Nin, tolong kau urus meeting nanti dengan tuan Siro, aku ada urusan."
"Baik pak."
Nina lalu keluar dari ruangan Leon.
"Bruk."
"Maaf saya tidak sengaja."
Nina masih memungut berkas yang dia ambil tadi dari ruangan Leo.
"Apa begitu caramu minta maaf?"
"Deg."
Suara itu tak asing ditelinganya. Nina lalu mendongakkan kepalanya.
Pemandangan yang sangat mengejutkan, berdirilah sosok tegap laki-laki yang mampu memporak-porandakan hatinya .
"Pak Rio."
"Aku tidak menerima maafmu,, karena kau tidak bisa minta maaf dengan benar."
Nina langsung berdiri wajahnya tampak sudah pucat, dia hanya membayangkan jika dirinya sampai dipecat, bagaimana dia akan membiayai adiknya.
"Bagaimana ini, jika dia marah, apa yang harus kulakukan."gumam Nina.
Rio tersenyum licik, melihat wajah Nina yang ketakutan itu sangat menyenangkan untuknya.
__ADS_1
Nina yang sekarang benar-benar menampakkan kecantikan alaminya, berbeda jauh saat pertama kali Rio bertemu, berpenampilan culun, baju kebesaran, rambut disanggul, kaca mata tebal, julukan yang pantas pada saat itu hanya satu cupu.
Rio mulai jatuh dalam pesona Nina dengan aura kecantikannya yang bersinar, Rambut lurus hitam sebahunya, hidung mungilnya, wajah yang bersih dan terawat. Sosok gadis pekerjakeras dan penyayang.
"Nanti malam, kutunggu kamu dicafe x jam tujuh tepat, minta maaflah dengan benar."
Ucapan Rio seperti perintah mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.
Rio lalu masuk ke ruangan Leo.
Nina sudah pergi menjauh dari ruangan itu, dengan berbagai praduga dibenaknya.
"Cih, kalau suka, kau harus cepat bang, sepertinya akan banyak rivalmu, dan tentunya masih muda."
"Cih, kau pikir aku sudah tua."
"Mana ada bujang lapuk ngaku tua?"
"Tutup mulutmu, bocah ingusan."
"Tapi setidaknya, aku lebih keren."
"Cih, jomblo juga, ngaku keren."
"Tapi aku tidak tua."
"Aku tidak tua, sialan."
"Brengsek, terus saja mengoceh biar kusumpal mulutmu."
Rio melempar bantal yang ada disofa pada Leo.
Meskipun Rio selalu bertingkah konyol dihadapan orang terdekatnya tapi tidak saat berkaitan dengan pekerjaan.
***
Nina masih memikirkan perintah Rio.
"Yang benar saja pak Rio, masa meminta maaf saja harus pakai bener, emangnya yang bener itu gimana?"
"Untung bos, kalau nggak dah kutongseng tu orang,,, emang tampan, aku sampai terpesona tapi kenapa sekarang jadi menyebalkan gini."
Nina masih saja ngedumel atas perintah Rio yang menurutnya,, tidak wajar.
waktu terus berjalan, Nina sudah mulai membereskan mejanya dan bergegas pulang dia teringat perintah Rio.
Sampai dirumah Nina membersihkan diri, entah kemana sang adik sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya.
__ADS_1
selesai dengan ritual mandinya, Nina menghempaskan tubuhnya diranjang miliknya. dia mengingat kembali perintah dari laki-laki yang dikaguminya entah kenapa sekarang dia menjadi kesal padanya....
"Benar-benar menyebalkan, sejak kapan orang minta maaf harus pakai acara bertemu ditempat lain,kaya orang pacaran saja."
Nina masih melamun dikamarnya hingga dia malah tertidur.
***
Dikantor Rio tampak gusar karena dengan tiba-tiba Betran menyuruhnya menemani lembur.
Dia benar-benar tidak fokus dengan pekerjaannya.
Betran yang melihat Rio yang seperti tidak nyaman langsung mengeluarkan suara emasnya.
"Ada apa denganmu , kau membuat mataku sakit saja."
Tentu saja Betran sangat kesal entah apa yang dipikirkan asisten sekaligus sepupunya itu.
Karena dari tadi Rio duduk berdiri, berjalan mondar-mandir meskipun tangannya memegang berkas tapi tentu dia tidak dapat berfikir dapat dilihat dari tingkahnya.
"Bang aku pulang duluan ya...besok akan aku selesaikan pekerjaan ini oke."
Betran mengernyitkan dahinya, menatap penuh selidik.
..."Ada apa dengan bocah ingusan ini, tidak biasanya."...
"Terserah kau saja, lagipula kau hanya membuatku pusing saja."
"Makasih bang, doakan bang aku tidak jomblo lagi."
"Cih jadi karena wanita, sana pergilah cari gadis tulen, biar senjatamu tidak karatan."
"Seperti kau tidak saja bang, gak ingat apa kalau singa betina memanggil."
"Bocah sialan, berani kau bersuara jangan pulang sampai besok."
"Nggak bang aku pamit pulang sekarang."
Rio langsung berlari keluar ruangan.
"Akhirnya belum sempat dia mengeluarkan suara keramatnya yang bisa bikin gue nggak makan satu bulan, nasib jadi bawahan. huft."
"Oke Nina kita lihat bagaimana kau akan meminta maaf."
Rio berjalan sambil bersiul tampak kebahagiaan terpancar diwajahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hayo siapa yang masih nungguin babang Rio dpat jodoh.....kira2 gimana ya nanti nasib Rio....dapat jodoh nggak ya,,,, bucin nggak ya....kaya babang Betran....
🤔😉