Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
setuju


__ADS_3

Sebelumnya aku minta maaf karena updatenya terlalu lama,,, trimakasih buat kakak-kakak yang masih stay, jika berkenan tinggalkan jejaknya ya ya....❤❤❤


***


"Kau."


Reina mengatakan dan tidak sengaja mengangkat telunjuknya.


Nyalinya langsung menciut melihat sorot tajam dari maminya, karena tiba-tiba tatapan maminya seperti serigala kelaparan.


Reina langsung menurunkan telunjuknya,,,


"Eh maaf, aku tadi cuma terkejut karena..." belum selesai berkata Martin langsung memotong ucapannya.


"Maaf Ma, ,Tante, aku ingin bicara berdua dengan Reina,!


Reina terkejut, mendengar Martin memanggilnya Reina. Martin langsung menarik tangan Reina menuju sebuah taman dekat teras samping rumahnya.


"Lepaskan, kenapa kau membawaku kesini."


"Cih, hai gadis manja dengarkan aku, kau harus menerima perjodohan ini."


"Enak saja, aku gak sudi menikah dengan pria otoriter sepertimu, untung saja aku langsung keluar dari pekerjaan bodohku itu." Sahut Reina yang sudah mulai meluapkan kekesalannya.


"Baiklah gadis manja kamu yang mengingatkanku tentang pekerjaanmu itu, apa kamu lupa dengan kontrakmu?"


"Bodo amat aku nggak peduli, yang jelas aku nggak akan menikah dengan, BOS OTORITER SEPERTIMU, lelaki yang nggak romantis, dan tidak menghargai wanita."


Reina semakin kesal saja dengan Martin yang dianggapnya sok kecakepan itu.


"Kamu tidak akan bisa menolak pria tampan dan mapan sepertiku, apalagi setelah kamu tahu isi kontrak itu!"


"Apa maksudmu, kau mau memerasku?"


"Aku tidak memerasmu, aku hanya mau mengingatkan, dikontrak itu tertulis kalau kamu akan membayar denda seharga 50% sahamku jika keluar sebelum kontrakmu habis."

__ADS_1


"Kau gila ya, yang benar saja mana ada isi kontrak seperti itu, tak kusangka selain otoriter, kau juga gila harta."


"Terserah apa katamu gadis manja, tinggal pilih, membayar denda masuk penjara, atau...."


"Atau apa?"


"Menikah denganku."


"Apa sebegitu inginnya kau menikahiku, sampai kau harus menggunakan cara kotormu ini atau kau memang tidak laku?"


"Terserah apa katamu gadis manja, aku hitung sampai tiga,jika kamu tidak memutuskannya, aku anggap kamu ingin masuk penjara."


"God, apa yang harus kulakukan, dasar pria giila, meskipun kurasa kakakku mampu, tapi aku tidak ingin membuatnya pusing apalagi demi pria otoriter ini, mami tidak mungkin bisa aku berharap padanya, jika mami tahu kelakuan calon menantunya, apa dia juga masih akan menjodohkanku, mami benar-benar menjatuhkanku ke jurang,,, kakak bagaimana ini,,, apa iya aku harus menjadi wanita pria gila harta ini.


Tiba-tiba bayangan Martin yang akan menyiksanya, sudah bersarang dibenaknya.


"Satu, dua, tii..."


"Aku setuju tapi aku ingin mengajukan syarat."


"kalau bukan karena aku tak mau merepotkan kakakku aku nggak akan sudi, dasar pemaksa."


"Baiklah,,dasar pemaksa."


"Gadis pintar dan manis."


Martin langsung berjalan meninggalkan Reina, sedangkan Reina, dia masih mencerna kata-kata Martin.


"Apa tadi katanya gadis manis, dasar playboy."


Martin menoleh kebelakang.


"Mulai sekarang belajarlah bersikap manis, gadis manja."


Martin kembali ditempat duduknya,,,dengan senyum mengembang diwajahnya.

__ADS_1


"Sepertinya akan ada kabar baik."ucap Lea.


Reina yang baru masuk, juga memaksakan senyum diwajahnya.


"Mami senang Sayang sepertinya kalian berjodoh."ucap Mami Dave yang semakin bersemangat.


"Sebenarnya kami sudah saling kenal tante, kami pernah kerja bareng, dia sangat pandai dalam pekerjaannya, iya kan Reina?"


"Astaga...mulutnya manis sekali aku tidak percaya ini, sepertinya dia lebih cocok dengan mami ratu drama ketemu aktor, apa dia bilang,, pandai, pintar sekali dia menyindirku."


"I..iya, Mi,, apalagi ditempat kerja kami dulu bosnya baik banget, tidak pernah pecat orang dan nyuruh orang sembarangan."


"Uhuk, uhuk..!"


Martin tersedak seketika karena jelas ungkapan Reina ditujukan kepadanya,, dia teringat setiap dia menyuruh Reina sembarangan dan selalu mengancam akan memecatnya.


"Kamu kenapa Martin, ini minum dulu!"perintah Mami Dave.


Makan malam berjalan dengan lancar, hingga mereka pulang Dave juga belum datang.


Mami Dave dan Reina tampak gelisah karena Dave mengatakan sebwntar lagi tapi dia belum pulang sampai acara makan malam selesai.


"Reina coba kamu telfon Dani siapa tahu Dave masih dikantor."


"Iya Mi!"


Tak lama kemudian Reina memberitahu Kalau Dave sudah pulang dua jam yang lalu.


"Kemana Dia?Mami khawatir, gimana kalau terjadi seauatu dengan putra Mami yang sudah berumur tapu belum menikah itu...hiks, hiks."


"Yaampun Mami dalam keadaan seperti ini masih bisanya mami mengumpat kak Dave!"


"Kenyataannya kan memang begitu!"


"Terserah Mami."

__ADS_1


Reina mulai kesal dengan drama Maminya, dia berlalu pergi meninggalkan Maminya.


Salam hangat semuanya,, masih mau lanjut nggak ya... ayo dong banyakin likenya biar makin semangat heheheh!!!


__ADS_2