
Hai readers, mengingatkan ini mengandung adegan 21+ jadi bijaklah dalam membaca, yang belum punya pasangan jangan deh hehehe....
Seringai muncul diwajah Betran.
"Apa kamu lupa dengan yang kukatakan?"
"Tapi,"
"Emmm!" Betran ******* bibir Kleo, bau tubuh Kleo yang sudah selesai mandi dan masih dililit dengan kimono membuatnya sangat bergairah. Betran menuntun Kleo menuju ranjang dan merebahkannya secara perlahan.
Kleo yang tidak pernah disentuh oleh pria mulai terhipnotis dan terbawa suasana, dia begitu menikmati setiap sentuhan yang diberikan Betran,
Gerakan Betran yang begitu lembut membuat badan Kleo semakin merasakan hawa panas ditubuhnya, ciuman Betran perlahan turun menyusuri bukit kembarnya bermain disana menikmati sesuatu yang sangat dinantikan beberapa hari yang lalu karena reaksinya sebagai pria normal, memberikan tanda kepemilikannya.
Betran yang sudah memanas menarik kimono Kleo dan mulai melucuti pakaiannya sendiri melemparkan kesembarang arah.
Kleo menutup wajahnya melihat tubuh polos suaminya.
Betran merasa lucu dengan tingkah polos istrinya yang masih malu-malu.
Dia mendekat kearah telinga Kleo,
"Sayang ini agak sedikit sakit, aku akan perlahan tahan ya!"
Kleo hanya mengangguk ,mendapat lampu hijau dari Kleo
Betran segera melakukan aksinya.
"Auw, Emmmm."
Betran membungkam mulut Kleo dengan bibirnya agar dapat mengurangi rasa sakitnya.
__ADS_1
Kleo mulai meneteskan airmatanya, mahkota yang selama ini dia jaga sudah sepenuhnya diambil oleh suaminya.
Akhirnya Betran tumbang disamping tubuh Kleo. Tidak cukup dengan sekali dia mengulangnya sampai tiga ronde. Tentu saja hal itu sangat melelahkan bagi Kleo, Mereka sampai melupakan sarapan paginya.
Bukan malam pertama tapi pagi pertama yang telah dialami oleh pasangan pengantin itu. Mereka menghabiskan pagi hari dengan adegan panas yang panjang, Kleo masih tidur karena kelelahan. Betran yang bangun lebih dulu mulai mengenakan pakaian dia menghubungi Rio memberitahukan kalau mereka tidak pergi kekantor. Betran menyuruh Rio untuk menghandle kantor dan terus mengawasi Yola,
Setelah selesai Betran menyuruh pelayan mengantarkan sarapannya yang terlewat kekamar. Dia mulai membersihkan diri, selesai dengan ritual mandinya dia mengenakan baju santai mulai mengambil laptopnya mengerjakan pekerjaan kantornya dirumah sambil menunggu istri tercintanya bangun.
Kleo menggercapkan matanya. "Sayang kamu sudah bangun?" Betran tersenyum pada Kleo. Dia menghampiri istrinya lalu menghujani Kleo dengan ciuman diwajahnya.
"Terimakasih karena kamu menjaganya untukku."Betran sempat melihat Bercak darah diatas spreinya.
Kleo tersenyum pada suaminya. "Sayang aku ingin mandi."
Kleo yang merasa tubuhnya sudah lengket ingin membersihkan dirinya lagi. "Tunggu sebentar aku akan menyiapkan air untukmu."
Dia bangun secara perlahan dan mencoba berjalan.
"Aku bisa mandi sendiri."
"Biarkan aku yang melayanimu,karena kamu tadi sudah melayaniku dan memberikan sesuatu yang paling berharga untukku."
Ucapan Betran membuat wajah Kleo merona. Dia tidak menyangka suami yang dianggapnya mesum, arogan dan hanya memerintah saja mengatakan sesuatu yang menurutnya diluar karakternya yang seperti monster.
"Yaiyalah, kamu seperti orang kesetanan nggak punya lelah, dasar suami mesum, meskipun mesum tapi aku sangat mencintaimu."
Setelah menyelesaikan semuanya mereka sarapan.
"Sayang apa masih sakit?"
Tanya Betran disela-sela sarapan mereka,
__ADS_1
"Em, masih sedikit nyeri!"
"Apa perlu kubelikan obat?"
"Tidak-tidak, nanti juga sembuh sendiri."
"Memangnya obat apa yang akan kamu beli , apa kamu akan membeli obat luka saat melakukan adegan suami istri, dasar aneh, bisa jadi lelucon kamu nanti."
"Apa nanti malam sudah sembuh?"
"Tentu saja jadi kamu tidak perlu membeli obat."
"Baiklah itu artinya kita bisa mengulangnya nanti malam."
"Astaga, ternyata itu maksud dari ucapanya tadi, sepertinya aku salah bicara lagi, kenapa dengannya aku selalu saja kalah. oh Tuhan tolong aku entah berapa kali nanti dia akan melahapku, ini saja badanku sudah remuk apa iya dia akan mengulang lagi nanti malam ? dasar mesuuuummmmm"
"Sayang apa kau sedang mengumpatku yang meminta jatah lagi?"
"Uhuk-uhuk."Kleo langsung tersedak dengan ucapan Betran yang seolah tahu tentang isi kepalanya itu.
"Pelan-pelan apa kau selalu tersedak saat makan."
"Itu karena dirimu yang selalu menuduhku."Elak Kleo.
"Aku hanya mengatakan apa yang ada dalam pemikiranku, twrnyata itu benar."
"Dasar monster baru sebentar baik sudah kumat lagi, tapi aku tetap mencintaimu hihihi."
Kleo tidak menanggapi dan melanjutkan makannya.
"Akhirnya aku memilikimu seutuhnya, aku adalah laki-laki yang sangat beruntung takkan kubiarkan orang lain menyentuhmu walaupun seujung kuku."
__ADS_1
jangan lupa ya like, koment dan votenya ya, salam hangat dari Author, trimakasih bagi yang udah dukung dan masih stay dikarya Author.❤❤❤❤