
jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak selamat membaca
Kleo sudah menyiapkan makan malam suaminya.
Betran masih menyelesaikan ritual mandinya.
Betran turun masih dengan wajah dinginnya.
Kleo semakin dibuat bingung dengan tingkah suaminya.
"Apa dia marah karena aku tidak memberitahu kehamilanku ini, aku akan memberitahunya nanti selesai makan malam."
Ditempat makan yaang selama satu minggu itu hanya dihadiri satu orang kini sudah lengkap pemilik rumah sudah mulai berkumpul kembali, kehangatan yang biasa terjadi saat mereka makan bersama, percakapan yang saling meledek tidak terjadi lagi karena sang tuan tidak mau berbicara.
"Sayang kamu mau pakai lauk apa?"
Betran hanya menunjuknya pakai tangan tanpa bersuara.
"Sayang besok kita ke rumahsakit ya jenguk Rosi, aku merasa tidak enak, bagaimanapun juga diakan sepupumu."
"Hem."
Kleo merasa seperti orang bodoh karena dari tadi suaminya hanya berdehem saja. Dia tidak mau bicara lagi.
Selesai makan malam Betran langsung kekamar. Didalam hatinya dia sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan menghukum istrinya itu.
Pintu kamar terbuka tampak Kleo masuk dengan wajah cemberut. Dia naik keatas tempat tidur duduk bersandar dikepala ranjang disamping Betran.
"Apa tidak ada yang ingin kau beritahukan padaku Nyonya?"
"Mati aku sepertinya dia sudah tahu tentang kehamilanku,lihat itu jiwa monsternya sudah kembali."
Kleo mulai gelisah dan itu sangat menyenangkan untuk Betran dia sangat merindukan wajah cemas ini seminggu yang lalu.
"Ayo sayang keluarkan semua kemampuanmu untuk menaklukkan singa jantanmu ini."
Dengan gugupnya Kleo mulai berbicara,
"Ehem, sayang." Kleo meraih tangan Betran meletakkannya diatas perutnya yang masih rata.
"Disini ada Betran junior."
"Benarkah? sejak kapan kamu mengetahuinya sayang?"
"Enam minggu yang lalu ." Kleo langsung menutup mulutnya karena keceplosan.
"Dan ..." Betran sudah memeluk pinggang Kleo.
"Dan kamu baru memberitahuku sekarang hem?"
"Bagaimana aku memberitahumu, kamu sibuk berpacaran dengan pelakor itu?" ucap Kleo dengan lantang.
__ADS_1
"Tetap saja kamu harus memberitahuku. kamu tahu apa kesalahanmu sayang?"
Kleo menatap Betran cemas.
"Bocah sialan itu lebih dulu tahu daripada aku dan kamu menggantikan peranku dengannya."
"Dasar Rio memang ember, awas kamu Riio."
"Jadi terima hukumanmu."
Betran mengelus perut Kleo.
"Hai anak Daddy, jangan rewel Daddy akan menjengukmu, kita bermain sebentar ya?"
"Hei jangan mengajari anakku..."
"Emmmpt..."Betran sudah melahap bibir cery itu. malam yang dinantikan Betranpun terjadi. Dia sangat hati-hati karena Kleo yang sedang hamil. Terjadilah malam yang panjang dan surga kenikmatan yang dirindukan itu.
***
Betran tidak membangunkan Kleo. Dia membersihkan diri dan bersiap kekantor, sebelum itu dia berinisiatif pergi kedapur membuatkan susu memberikan sarapan untuk istri tercintanya tapi dia tidak menemukan susu ibu hamil.
"Bi Asti."
"Iya Tuan."
"Kenapa tidak ada susu ibu hamil. Istriku sarapan apa?"
"Yaampun sayang maafkan aku."
"Buatkan jusnya Bik."
Betran membatalkan niatnya untuk kekantor. Dia memberitahu pada Rio dan Dilan untuk mengurus semuanya.
tak lama kemudian Betran menerima telfon dari seseorang.
"Biarkan saja, semua tetap seperti rencana awal." setelah mengatakannya Betran menutup sambungan telfonnya.
Betran mengantar sarapan untuk Kleo. Semua itu tak lepas dari pandangan semua pekerja dirumah itu.
"Sayang, hei bangun dulu kamu harus segera sarapan aku tidak mau anakku kelaparan."
"Pagi jagoan Daddy, kamu harus menjadi anak yang kuat dan perhatian ya buat wanita takluk padamu."
Mendengar celoteh Betran mata Kleo terbuka sempurna. Dia yang tadi tidak peduli apa yang dilakukan Betran sekarang sudah melotot pada suaminya itu.
"Jangan mengajari anakku berpikiran mesum seperti itu."
"Hey dia itu anakku, aku yang menitipkannya padamu. Sayang jangan jadi galak seperti mamimu, jadilah singa seperti daddy yang disukai semua wanita karena ketampanan daddy dan keganasan daddy."
"Cukup, minggir aku mau mandi kamu hanya mengajarinya hal-hal mesum saja."
__ADS_1
Betran hanya terkekeh mendengar celotehan Kleo.
***
Kleo dan Betran Berjalan ke rumasakit seperti yang dikatakan Kleo sebelumnya dia ingin ke rusakan menjengun Rosi.
"Ceklek."
pintu ruangan terbuka.
"Kak Betran aku merindukanmu." senyum Rosi mengembang menggambarkan kebahagiaan yang tiada tara. Satu minggu Betran tidak mengangkat telfonnya hari ini dia memberi kejutan dengan datang ke rumahsakit.
Senyum itu langsung pudar melihat orang yang mulai menampakkan diri dibalik punggung Betran.
"Hai, Rosi senang bertemu denganmu kenalkan aku Kleo istri Betran."
"Ternyata dia cantik juga."
"Aku Rosi kak." Meskipun ada rasa tidak suka tidak mungkin dia menunjukkan dihadapan Betran.
"Ceklek."
Dokter Delon masuk untuk memeriksa Rosi.
Selesai memeriksa.
Betran langsung menanyakan keadaannya.
"Gimana keadaan Rosi?"
"Keadaannya mulai membaik, besok bisa kita laksanakan operasi. "
"Ceklek."
Masuk lagi seorang dokter muda dan tampan.
"Hai Dokter Edo."
Sapa Kleo, dan itu membuat Betran geram.
"Hai Kle apa aku terlambat?"
"Tidak dokter."
"O ya dokter Delon kenal kan dengan teman saya ini?" ucap Kleo.
"Tentu Nyonya, dia adalah dokter jantung terbaik di rumasakit luar negeri."
"Sayang kamu sudah dengar sendiri kan dari dokter Delon kalau dia dokter jantung terbaik, dia akan membantu dokter Delon untuk menangani Rosi."
"Duar."
__ADS_1
Menulis itu tidak mudah kakak, hargailah karya kami dengan meninggalkan jejak like, komen dan votenya, aduh banyak banget permintaan Author dimaklumin ya🌹🌹🌹🌹