
"Nggak papa Bang, lagi becanda aja sama Kleo."
"Bocah sialan aku bayar kamu bukan buat hiburan istriku, tapi buat kerja."
"Yaelah Bang, aku kan lagi usaha, pelit amat sih, emangnya abang nggak kasihan apa lihat gue jadi Ac kalian tiap hari."
Betran menaikkan alisnya dan melirik Kleo.
Kleo mengangkat bahunya, dia sengaja buat bodo malas berdebat dengan suami mesumnya itu.
"Sana kamu balik kerja, jangan dekat -dekat istriku nanti anakku bisa mirip denganmu, aku nggak mau anakku mirip denganmu meskipun cuma seujung kuku."
"Cih bodohnya kumat lagi." Rio mengatakannya sambil berlalu.
"Heh bocah sialan apa kamu bilang tadi, "
"Mampus gue, kabuuurrrrrrr."
Rio langsung lari keluar ruangan.
Kleo menahan tawanya.
"Sayang kau menertawakanku seperti bocah itu hah?"
"Mmmmmmm,,,hahhahahhahah,"
Kleo sudah tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Maaf sayang habis kamu lucu banget."
"Lucu kenapa?"
"Nggak ada, lupain aja, sekarang aku lagi pingin makan yang pedes-pedes sayang."
"Mana mungkin aku bilang, aku sependapat dengan Rio, kalau suamiku kumat bodohnya, bisa dikurung aku tujuh hari tujuh malam."
"Sayang, nggak baik lho makan yang pedes-pedes nanti perutmu bisa sakit."
"Kan anakmu yang mau bukan aku."Ucap Kleo udah mau nangis.
"Tapikan nggak baik sayang."
"Sayang lihat ayahmu tidak mau memberikan keinginanmu, nanti kita tidur sendiri aja ya..?"
"Oh shit, bisa mati berdiri aku, kalau adik kecilku nggak bisa main dikandangnya."
"Sayang aku antar kamu cari yang pedes-pedes tapi jangan banyak-banyak ya...?"
"Yes berhasil, ayo sayang kita akan makan sepuasnya, ibu janji, akan membuat ayahmu menuruti semua keinginanmu."
"Ibumu memang sangat pintar beralasan, kamu harus ingat nyonya , tidak ada yang geratis, lihat saja adik kecilku akan mendapatkan rumahnya semalaman."
Betran tersenyum licik.
***
Betran mengantarkan Kleo ketempat yang diinginkan sampai sana Kleo langsung memesan bakso, lalu memberi sambal sampai tiga sendok.
"Sayang sambalnya terlalu banyak kasihan anak kita."
"Aku kan nggak ingin makan."
"Tadi kamu bilang pingin yang pedes,, terus kenapa nggak mau makan?"
Betran bingung dengan tingkah Kleo belakangan ini yang menurutnya sangat aneh.
"Ini buat ayah tercinta."
Kleo menggeser mangkoknya kearah Betran.
"Sayang anakmu ingi melihat ayahnya makan yang pedes-pedes."
__ADS_1
"Sayang tapi..."
"Jadi kamu nggak mau demi anakmu."Kleo sudah mau menangis."
"Baiklah sayang demi anak ayah, ayah akan memakannya."
Betran mengelus perut Kleo yang duduk disampingnya, karena mereka bukan makan direstoran mewah tapi ditempat langganan Kleo meskipun awalnya mereka berdebat tapi akhirnya Betran mengalah.
"Benarkah sayang Kleo langsung tersenyum bahagia."
Betran mulai memakannya meskipun mukanya sudah memerah menahan pedas, keringat bercucuran Betran tetap memakannya.
"Sayang kamu nggak papakan?"
Betran hanya tersenyum menanggapi istrinya.
"Awas kamu sayang kalau bukan demi anakku, aku tak akan menurutimu, aku nggak mau anakku ileran seperti kata Mami."
Mami yang dimaksud Betran adalah mami Sela. karena Betran lebih dekat dengan Sela daripada ibunya.
Kleo malah bergelayut manja dilengan Betran. dia sangat puas Betran menuruti keinginannya.
"Sayang habis ini kita ketaman ya....., nggak usah balik kekantor!"
"Hemm."
****
Setelah dari taman mereka pulang.
Betran terlihat bolak-balik kamar mandi. Kleo kasian melihat Betran dia lalu menelfon dokter pribadi keluarga mereka dokter Sam.
Betran awalnya tidak mau, tapi Kleo memaksa.
"Bagaimana keadaan suami saya dokter?"
"Suami nyonya sepertinya salah makan!"
"Dia makan terlalu pedas dan perutnya sepertinya tidak bisa menerimanya, saya sarankan lain kali jangan memakan makanan yang terlampau pedas karena sepertinya Tuan Betran tidak terbiasa."
"Trimakasih dokter."
"Ini saya sudah tuliskan resep dan ada vitaminnya juga, tolong segera ditebus nyonya."
"Baik dokter."
Kleo akhirnya menelfon Rio untuk minta tolong, karena Betran tidak mengijinkannya keluar. Melihat wajah Betran yang sangat pucat, Kleo merasa bersalah hanya karena menuruti keinginan anaknya dia membuat Betran sakit
Meskipun Betran sakit, otak bisnisnya tetap jalan, melihat kesempatan untuk bermanja dengan istrinya.
Kleo melayani Betran dengan sedikit kesal, karena Betran benar-benar sangat manja padanya, dia ingin Kleo memijat kepalanya, padahal yang sakitkan perutnya.
Dia juga menyuruh Kleo membantunya mandi dengan alasan badannya masih lemah.
Selesai mandi Betran minta disuapi makan,,terakhir dia tidur kepalanya bersandar dipangkuan Kleo,
Betran benar-benar ya,, nanti author buat Betran diusir dari kamar baru tahu rasa ya.....hahaha
***
Reina dan Martin sudah sampai kesalah satu butik yang dituju.
Mereka mulai memasuki butik.
"Siang Tante Emi."
"Hai Reina, lama nggak kesini, jeng Sela kemarin sudah memberitahukan sama Tante."
"Oh ya Tante kenalin ini Martin, calon suami Reina."
"Wah suamimu tampan sekali."
__ADS_1
"Makasih tante, tante juga masih cantik. ucap Martin."
"Cih pandai sekali dia, oh ya aku lupa diakan aktor terbaik, temennya Mami sang ratu drama. Dasar pria pemaksa."
"Ayo tante sudah menyiapkan beberapa model, rancangan terbaru."
"Kamu pilih terus kamu coba ya...."
Selesai dengan baju yang pertama Reina keluar, Reina tampak cantik dengan bajunya, tapi Martin tidak menyukainya, Reina terpaksa mengganti bajunya. sampai beberapa kali hingga Reina geram sendiri.
"Jika ini nanti masih tidak cocok, kita tidak jadi menikah." ancam Reina.
Selesai dengan baju itu, Martin menaikkan sudut bibirnya.
"Kamu cantik sekali sayang."
Mendengar panggilan sayang dari Martin membuat pipi Reina merah.
"Wah kalian romantis sekali." ucap Emi.
Martin hanya tersenyum.
akhirnya acara fiting baju selesai.
***
Rio hari ini mendatangi mall yang kemarin terjadi keributan, dia harus menyelesaikan tygasnya mengenalkan presdir baru.
Nina yang melihat Rio dari kejauhan jantungnya berdetak tidak karuan,
"Hai Nina, gimana keadaanmu?"
"Bba,,ik pak."
"Syukurlah ayo aku akan mengumumkan presdir baru kalian."
Rio memberitahukan pada karyawan disana kalau Leo akan menjadi presdir disana.
Tanpa sepengetahuan Kleo, Betran yang mengetahui kalau adik iparnya telah lulus lebih cepat karena kecerdasannya, Betran langsung menyuruh anak buahnya membawa Leo untuk menjadi orang kepercayaannya, dia sudah tahu potensi adiknya.
Betran mempercayakan mall terbesar milik Betran itu kepada adik iparnya. Leo memperkenalkan dirinya pada karyawan yang berada dibawah pimpinannya, Banyak para staff yang masih jomblo tampak antusias, ya iyalah pasalnya Leo sangat tampan bahkan mungkin lebih tampan dari Rio.
Rio tidak menyadari dari awal meeting Nina selalu memperhatikannya tanpa berkedip.
selesai meeting.
Selesai meeting semua staff keluar tinggallah Leo dan Rio.
"Kak Rio aku mau tanya kenapa kak Betran bisa tahu kalau aku sudah lulus?"
"Apa yang tidak singa jantan itu tahu, dia itu tahu segalanya, bahkan saat kau mengumpatnya."
"Cih benar-benar menyebalkan padahal aku ingin belibur satu semester disana kenapa dia malah menjemputku paksa."
"Kenapa dulu kakakku bisa tertarik pada pria menyebalkan sepertinya."
"Hahaha, kau tidak tahu, kalau kakakmu itu pawangnya singa jantan, dan sekarang mereka seperti laut dan pantai."
Leo menaikkan satu alisnya.
"Iya dimana ada Laut pasti disana ada pantai, dimana ada singa jantan disana pasti ada singa betina, dimana ada Betran ya pasti ada Kleo."
"Cih ini satu lagi pria alay, astaga bagaimana kakakku bisa bersama dengan pria menyebalkan dan pria alay seperti ini."
Leo mulai beranjak dari tempat duduknya.
"Hei, kau mau kemana, aku belum selesai bicara."
"Mau mencari pantai seperti yang kau bilang tadi."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus ya teman-teman dengan like komen da n votenya ya.. ...❤❤❤❤