Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
tersakiti


__ADS_3

Mata Rio langsung membulat tak percaya siapa yang dilihatnya.


"Gawat, bisa ambyar semuanya nanti."


"Hai Tiara, wah pestanya meriah juga padahal katamu hanya saudara dekat saja."


"Ya begitulah, kamu sendiri? mana yang lain?"


"Aku tidak tahu, mungkin sebentar lagi."


Kleo yang merasa lapar berinisiatif mengambil makan.


"Sayang, aku ambilkan makan dulu ya, kamu mau apa biar aku ambilkan sekalian?"


"Apapun yang kamu ambilkan aku makan."


Wajah Kleo merona karena ucapan Betran.Kleo lalu berjalan kemeja makan yang sudah terhidang berbagai menu makanan.


"Hai kak, maaf aku terlambat."


Kleo langsung memeluk laki-laki tampan itu.


"Leo kakak kangen sama kamu, kenapa kamu nggak bilang kalau mau pulang?kakak kan bisa jemput kamu."


"Aku hanya ingin memberikan surprise, hehe...!"


Lili yang melihat Kleo memeluk laki-laki lain itu.


"Cih, dasar murahan, tapi kalau dia disini berarti Betran juga disini."


Dia lalu pergi, mencari sosok pria yang dikaguminya selama ini, seperti tidak putus urat malunya, berkali-kali ditolak tapi tetap kokoh dengan pendiriannya.


"Hai Betran?"


Betran tidak menanggapi malah buang muka, malas meladeni orang yang terobsesi seperti dia.


"Lihatlah wanita kesayanganmu, terlihat sangat murahan peluk - peluk sembarangan."


"Sepertinya kamu sangat luang hingga bisa memperhatikan orang lain begitu detail, atau jangan-jangan kamu juga merangkap menjadi penggosip dan wartawan."


ucapan Betran sangat tegas dan menusuk.


"Akku nggak mau kamu mendapatkan wanita tidak baik."


"Terimakasih kamu tidak perlu ikut campur urusan pribadiku."


Betran beranjak meninggalkan Lili. Dia begitu dingin pada Lili, tapi Lili seperti tidak menyerah untuk mendapatkannya.


Sifat seperti itulah yang sangat dibenci Betran , tidak tahu malu dan sangat agresif. Yang membuat Betran semakin benci adalah dari semenjak kuliah dia tidak berhenti untuk menempel seperti bedak tabur selalu membanggakan kedekatannya dengan Betran.

__ADS_1


Betran melihat kearah Kleo dan benar saja Kleo tengah memeluk seseorang. Meskipun Betran sudah merasa panas tapi dia berusaha mengendalikan dirinya bagaimanapun ini adalah acara ayahnya Kleo, sebagai menantu yang baik dia harus menghormatinya.


Betran lalu naik keatas, dia masih ingat dimana kamar Kleo.


Kleo yang melihatnya bergegas menyusul.


"Ya sudah sana kamu temui ayah dulu, kakak masih ada urusan."


Leo menemui ayahnya seperti permintaan Kleo.


Setelah dirasa makanan dipiring Kleo cukup, dia menyusul Betran keatas.


Dia tahu pasti Betran pergi kekamarnya.


"Ceklek."


Kleo clingukan mencari Betran, tampaklah dia berdiri di balkon, Kleo langsung menyusulnya dengan makanan dan ditangan kanannya dan minum ditangan kirinya. Dia meletakkan makanan tersebut kemeja disebelah Betran.


"Sayang kenapa kamu disini, apa kamu sakit?"


Kleo memegang dahinya.


"Serrrrrr!"


Hati betran tiba-tiba berubah menjadi musim semi yang ditumbuhi bunga-bunga, dia yang tadinya kesal malah langsung memeluk Kleo.


"Yaampun sayang apa dengan seperti ini perutmu kenyang, awas sayang aku lapar, nanti lagi peluknya."


"Benarkah."


"Astaga kenapa mulut ini tidak bisa di rem sih."


"Hemm." Akhirnya terpaksa Kleo iyakan daripada tidak bisa makan.


Mereka makan dikamar Kleo berdua, Betran yang manja meminta Kleo untuk menyuapinya.


"Kamu manja sekali, biasanya juga makan sendiri malah mungkin kalau lomba kamu juaranya."


"Kamu bilang apa sayang?mau dapat hadiah?"


"Nggak, nggak, ini makan sayang, ak!"


Betran tersenyum penuh kemenangan.


"Siapa laki-laki yang kamu peluk tadi?"


"Uhuk-uhuk."


Betran memberikannya minum.

__ADS_1


"Apa hobimu itu selalu membuatku tersedak saat makan, pertanyaanmu itu ada-ada saja, memangnya siapa?"


Kleo malah balik bertanya dengan wajah tak berdosanya, dia melanjutkan makan sambil mengingat kejadian sebelumnya.


"Hahaha,"


Kleo tiba-tiba tertawa dan membuat Betran terheran-heran.


"Aku baru ingat sayang, kenapa?kamu cemburu ya?hahaha...!"


Betran lalu menatap Kleo intens.


"Dia itu adikku sayang yang baru pulang dari London."


"O...!"


"Untung adikmu, kalau bukan sudah kukuliti pria brengsek itu. Dah gede juga kaya bayi minta dipeluk lagi."


"Ayo kita turun nanti kak Tiara cari aku."


Mereka berdua turun


Saat didepan tangga seseorang sudah menyambutnya.


"Ternyata kamu sangat murahan ya,,,,dibayar berapa kamu mau berpura-pura menjadi kekasihnya. kamu sudah merebut milikku?"


"Jaga mulutmu Lili, kenapa kau menghinanya?"


Tiara sudah tidak heran lagi dengan perilaku Lili, tapi saat ini yang dihina adalah Kleo yang sekarang berstatus sebagai adiknya.


"Dia merebut milikku?"


"Siapa, Betran? sejak kapan dia jadi milikmu?bukankah kamu yang terobsesi ingin memilikinya?berkali-kali ditolak tapi masih tidak paham, disini siapa yang murahan?"


"Duar!" Lili seperti tersambar petir disiang bolong, dia tidak menyangka Tiara tega mengatakan itu padanya. Betran dan Kleo hanya diam menikmati tontonan yang menurutnya sangat menarik.


"Orang yang kamu hina, dengan mulutmu yang tidak pernah sekolah itu, dia adikku mereka akan menikah sebentar lagi, jadi kuperingatkan jangan ganggu mereka lagi atau aku tidak pernah menjadi sahabatmu."


Lili pergi meninggalkan pesta, air matanya tidak berhenti mengalir, kenyataan yang menurutnya begitu pahit dan keberuntungan yang tidak berpihak padanya.. Dia berhenti disebuah trotoar yang amat sepi, dia menangis sejadi-jadinya. Dia membenamkan wajahnya dikedua lututnya.


"Apa aku salah jika aku mencintainya, bukan aku yang menginginkan rasa ini tumbuh dihatiku, Tuhan kenapa kau berikan rasa cinta dihatiku untuknya?Kenapa kau ciptakan rasa ini jika hanya untuk menyakiti? ini tidak adil, hiks,hiks."


"Jangan terlalu bodoh dan lemah jika mencintai seseorang."


Lili mendongak melihat siapa orang yang telah menegurnya.


Seorang Pria memberikan sapu tangan untuknya.....


"Terimakasih semuanya karena masih setia membaca, salam hangat dari author."

__ADS_1


__ADS_2