
"Tadi kau minta dompetku kan, aku sudah memberikannya lalu apalagi?"
Preman itu akhirnya marah.
"Hajar dia, teriak salah satu preman."
Rio akhirnya melawan empat preman itu.
Empat preman itu sudah terkapar tidak berdaya, untuk hal berkelahi jangan ditanya, semua orang Betran tentu terlatih dan orang pilihan. Tidak sembarangan orang yang bekerja dengannya. Apalgi posisi Rio sebagai asisten pribadi Betran , tentu dia memiliki keahlian yang multitalenta... dari segi kecerdasan dan keahlian beladiri untuk melindungi bosnya.
Untuk kesetiaan tidak diragukan lagi, dia sudah mengabdikan dirinya pada Betran semenjak dia SMA, Betran jugalah yang membantu Rio sampai bisa seperti sekarang karena orangtuanya sudah meninggal. Hanya saja satu kelemahannya tidak berani dengan singa jantan. karena dia lebih kejam lagi pada musuhnya dan tentunya, dia adalah aset masa depannya hahhaha...
Dengan mudah Rio dapat mengalahkan mereka.
"Sekali lagi kau mengganggunya aku akan menghabisimu. " ucap Rio dengan penuh ancaman.
"Ampun bang!"
"Cih, beraninya dengan bocah ingusan, lain kali cari lawan yang sebanding."
Preman itu akhirnya kabur dengan gemetaran, karena ketakutan dengan ancaman Rio.
Rio berjalan menghampiri Anak SMA yang masih tergeletak.
"Masih hidup."gumam Rio.
Dia lalu mengantarkannya kerumahsakit.
Dirumahsakit seorang dokter sudah menyambutnya, dia sudah tahu siapa Rio.
Rumahsakit itu adalah milik Betran.
Selesai diperiksa Rio meminta pada seorang suster untuk menghubungi keluarganya karena dia belum sadarkan diri.
Suster itu langsung mengiyakan perintah Rio.
Rio harus pulang karena badannya penuh keringat dan ada bekas darah anak lelaki itu.
****
Seorang laki-laki dengan pakaian santai tengah duduk diruang tamu menunggu kedatangan Tuan rumah.
Betran dan Kleo sudah turun dari mobil setelah perdebatan panjang mereka karena Kleo yang meminta makan Batagor dipinggir jalan. tentu Betran sangat khawatir dengan Kleo karena makanannya menurutnya tidak sehat, dan banyak lagi alasan Betran, tapi tentunya Kleo menggunakan akal kancilnya untuk mendapatkan keinginannya.
Saat Kleo memasuki rumah, Pak Chen tengah menyambutnya.
Orang kepercayaan Betran tapi usianya sudah memasuki kepala empat.
Dia adalah kepala pelayan, sikap overprotectifnya membuatnya tidak bisa menolak perintah Betran yang menyediakan banyak pelayan tapi anehnya Betran selalu ingin makan masakan Kleo jadi para pelayan membantu Kleo menyiapkan bahan, hanya saja tangan Kleo yang akan menjadikan hidangan yang jelas Kleo tinggal mengolah saja, selesai makan semua menjadi tanggung jawab pelayan.
Membersihkan meja makan mencuci piring kotor Kleo sudah tidak melakukannya lagi. Dia hanya mengurusi suaminya saja terutama mengurusi diranjang. hahahaha.
"Tuan, Nyonya ada tamu."
"Siapa pak Chen?"tanya Kleo.
Betran yang sudah tahu siapa tamunya. langsung memotong ucapan Kleo.
"Ayo kita masuk, ada kejutan untukmu."ucapnya Betran datar.
Kleo yang penasaran langsung masuk, melihat tamu yang dimaksud.
Tampak seorang laki-laki bertubuh tinggi dan berkulit bersih. dengan setelan kaos putih polos dan jeans hitam.
Kleo masih penasaran karna orang itu masih membelakanginya. Laki-laki itu membalikkan badannya mendengar langkah kaki mendekatinya.
"Sore kak!"
"Leo."
__ADS_1
Kleo langsung memeluk adik kesayangannya itu.
Betran sebenarnya sangat cemburu tapi dia berusaha menahannya karena takut tidur diluar.
"Kenapa kamu tidak bilang padaku kalau kamu pulang, gimana kuliahmu."
"Aku sudah lulus kak,"
"Hah, bukannya masih satu semester lagi?" Kleo tampak terkejut.
"Ya tapi aku mendapatkan kelulusanku karena aku sangat pintar."Sombong Leo.
"Cih."Betran berdecih.
"Wow kamu hebat."
"Tentu, siapa dulu?"
"Ingat, tidak boleh sombong, jangan menjadi sombong karena kamu diberikan kelebihan,kalau bukan Tuhan yang memberikannya, kamu tidak ada apa-apannya, bisa saja Tuhan membuatmu terlahir dijalanan."
"Iya, iya kak lepaskan dulu telingaku, sakit kak, aku sudah besar, jangan membuatku malu."
Betran tersenyum melihat keakraban keduanya.
Leo terus saja mengusap telinganya.
"Makanya, jangan sombong, hanya karena kelebihanmu yang tidak seberapa itu, jika bukan karena keberuntunganmu, bisa saja kamu jadi anak jalanan yang untuk makan saya tidak bisa,
Betran hanya bisa terdiam mencerna perkataan Kleo yang dianggapnya semua benar. Sedangkan Kleo semakin genjar memberi siraman rohani.
"Hidup mewah dan berkecukupan itu, tidak hanya keberuntungan, tapi juga takdir kita agar kita juga tidak lupa untuk bersyukur, berbuat baik, tidak menindas dan bisanya menghukum orang saja. seperti singa jantanku itu, entah kapan dia sadar."
"Uhuk-uhuk."
Betran langsung terbatuk, karena Kleo tidak menyindir lagi tapi mengumpatnya secara terang-terangan.
"Mampus kau kak, kau belum tahu kalau kak Kleo sudah mulai memberikan siraman qalbu,, bener-bener basah, sampai kedalam dan keluar, jangan harap rahasiamu akan tersimpan, hahaha..."
"Hem."
"Hiss, kenapa kau irit sekali bicara."
"Ingat, meskipun nanti kau menjadi pria kaya dan mapan, serta ketampananmu luar biasa dan dikagumi banyak wanita, kamu harus jadi pria sejati, kali-laki yang setia, jangan jadi buaya, suka dipeluk-peluk wanita, meskipun rekan kerja."
"Uhuk-uhuk."Betran terbatuk lagi.
"Iya kak."Leo menahan tawanya, agar tidak keluar."
"Apa kau sudah punya kekasih?"
"Belum."
"Ingat, nanti kalau kau cari istri, carilah istri yang baik hati, sayang suami, melayani dengan hati."
Senyum Betran tampak terbit. karena dia merasa tidak salah memilih istri.
"Jangan cari yang hanya cantik dan sexy, apalagi menyukai semua laki-laki yang banyak gaji, terutama laki-laki yang sudah beristri. wanita seperti ular betina kaya gitu, tentu saja harus dimasukkan lubang buaya, disiksa dan dimusnahkan."
Betran menelan ludahnya kasar. Merasa ngeri melihat sosok singa Kleo yang keluar.
"Dasar gadis licik dari tadi kau menasehati adik kesayanganmu tapi kau selalu mengumpatku. awas saja , aku akan menghukummu nyonya."
"Ck,ck,,, Apa kak Betran seperti itu, wah-wah, kak Betran belum tahu kalau kak Kleo kumat gilanya."
"Apa kau sudah makan?" ucap Kleo sambil mengambil minum yang diantarkan oleh pak Chen.
"Belum kak!"
"Pak Chen minta tolong siapkan makan untuk adikku."
__ADS_1
"Baik Nyonya."
Betran masih setia mendengarkan obrolan mereka tanpa menyahut sepatah katapun.
"Kau bekerja dibagian apa?"
"Aku jadi presdir kak!"
"Wah hebat kamu."
"Ingat jadi pria hebat boleh, apa lagi jadi atasan, harus bijaksana, jangan asal menghukum dan memaksa orang sembarangan, apalagi maksa jadi istri, itu gak boleh tahu, karena.."
"Ayo kita makan, pak Chen sudah selesai menyiapkannya."potong Betran agar Kleo tidak melanjutkan siraman qalbu yang selalu saja menyindirnya...
Mereka beranjak berjalan menuju meja makan.
"Sayang aku ingin jus." sambil bergelayut manja dilengan Betran .
"Yaampun kak ternyata kau tidak berubah, masih saja manja."
"Ya seperti inilah kakakmu selalu manja padaku."sahut Betran.
"Biarin saja aku manja pada suamiku, bukan sama suami tetanggaku ataupun sepupuku."
"Deg."
"Kenapa gue kena lagi, wah bener - bener kamu nyonya,"
Tapi Betran hanya bisa memendamnya tidak berani meluapkannya.
"Sepertinya kakak sangat bahagia, selalu saja manja!"
"Tentu aku sangat bahagia, aku sangat mencintainya yang setia ini, tidak pernah meninggalkankanku walau sedetikpun."
Ucapan Kleo membuat Betran bungkam.
Acara makan berjalan dengan lancar, tanpa ada sindiran dan umpatan hahahha...
Leo lalu pamit pulang karena sudah malam,
Kleo melambaikan tangan melihat mobil Leo menjauh.
Mereka langsung menuju kamar untuk membersihkan diri, selesai Kleo lalu Betran ikut membersihkan diri juga.
mereka berdua duduk diranjang, Kleo sudah bersandar didada Betran.
"Sayang kenapa kamu tadi berkata seperti itu pada adikmu."
"Memangnya kenapa, aku hanya menasehatinya saja."
"Kenapa kau selalu menyindirku."
"Apa kamu merasa, bagus kalau begitu, itu artinya kamu masih peka." ucap Kleo matanya sudah melotot, tentu Betran langsung kicep dibuatnya.
"Kamu tidak terima aku ....
"Emmttt."
Betran sudah membungkam mulut Kleo.
"Terima sayang, apalagi untuk satu ini aku akan sangat menerimanya,,, "Disela ciumannya Betran mengucapkannya.
Kleo mendorong tubuh Betran karena kehabisan nafas..
"Dasar suami mesummmmm..."
Betran sudah tidak bisa menghentikannya, dia langsung memulai aktifitas malamnya.
"Wah memang Betran selalu beruntung, terimakasih ya sama Author."
__ADS_1
"Makasih thorπ"
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·