
Maaf ya teman-teman upnya lama karena pekerjaan didunia nyata yang sangat banyak, terimakasih yang masih stay...ayo masukkan dalam favorit kalian ya.......
Rio melongo,masih tidak percaya jika Leo akan bereaksi seperti itu.
"Dasar adik singa."ucap Rio.
Rio lalu berjalan keluar ruang meeting. Melihat Rio, Nina memberanikan diri mendekati Rio. Dia sudah mempersiapkan diri agar tidak gugup jika berbicara dengan Rio.
"Maaf pak ini jaket Bapak yang kemarin saya pinjam, sudah saya cuci."
"Oh, untukmu saja."
"Benarkah, terimakasih."
"Gadis ini, segitu senangnya dapat bekas gue."
"Hemm."
"Ternyata pak Rio baik juga."
***
Hari ini adalah jadwal Kleo periksa kandungan. Betran sangat antusias karena dia ingin sekali melihat jenis kelamin calon anaknya.
Betran sudah menunggu Kleo diruangtamu.
"Sayang, kamu cantik sekali."
Ucap Betran,
"Ayah akan tahu sayang, apakah ibumu ini menjagamu dengan benar atau tidak."
Akhir-akhir ini Betran sangat senang menggoda istrinya itu.
"Tentu aku menjaganya dengan Baik, kamu pikir aku akan menganiayanya."
"Hahahah, ternyata ibumu benar-benar seperti singa betina.."
"Cih tentu aku seperti singa, tiap hari masuk kandang singa."
"Hahahha, sayang kamu sangat lucu aku jadi tidak tahan untuk..." Kleo langsung menutup mulut suaminya yang mesum itu.
"Jangan, macam-macam,kita akan periksa, hilangkan pikiran mesummu itu."
"Dasar suami, mesum dirumah sudah semalaman aku tidak bisa tidur dengan baik, belum lagi dikantor,,, ini pagi-pagi sudah mau berulah lagi, kau bisa membuat anakku keluar Tuan ."
Kleo selalu mengumpat suami tampannnya itu.
saat ini mereka ada diruang periksa, tentu mereka akan mendahulukan, pemilik rumasakit ini.
"Pagi dokter Lisa."
"Pagi Nyonya."
"Saya ingin periksa kandungan."ucap Kleo.
"Sekalian saya ingin melihat jenis kelaminnya."
Sahut Betran datar, awalnya dia menuruti kata Kleo sewaktu pemeriksaan kehamilan Kleo yang berusia lima bulan dan enam bulan, tapi dia tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
__ADS_1
Kleo hanya bisa menghela nafas.
"Baik Tuan."
Dokter Lisa mulai mengoleskan gel pada perut Kleo dibantu satu perawat wanita sebagai asisstennya.
"Bayinya sehat, ukuran bayinya juga sesuai dengan usianya."
"Apa jenis kelaminnya, bukankah tadi sudah kukatakan aku ingin tahu jenis kelaminnya."
Dokter Lisa langsung terkejut mendengar perkataan Betran dan melihat sorot matanya yang seakan memakannnya hidup-hidup. Tapi dia telah mempersiapkan rencananya dengan matang.
Kleo tidak suka dengan sikap Betran yang seenaknya saja membentak orang lain.
Sebenarnya Betran kesal pada Lisa karena dia terlihat mencari perhatian padanya.
Meskipun Kleo seorang wanita tapi sepertinya Betran lebih mengenal bibit pelakor. Betran sudah ribuan menemui perempuan model seperti itu.
"Kamu tidak bodoh bukan, jika kamu tidak bisa bekerja tidak usah kamu bekerja dirumahsakit ini."
Betran mulai kesal dengan tingkah Lisa yang mulai menarik kerah kemeja bagian atasnya seolah kepanasan. Dia sedang menunjukkan assetnya.
"Dasar ******, beraninya Rio memberikan dokter murahan ini padaku."
"Astaga dasar monster dia bisa mmembuat dokter Lisa ketakutan melihatnya."
Kleo tidak sadar kalau Lisa hanya berpura-pura ketakutan, agar Kleo tidak menyadarinya.
"Sayang, biarkan dokter Lisa menjelaskannya dulu."
"Silahkan lanjutkan dokter." ucap Kleo mencairkan suasana diruangan itu.
"Tuan, jenis kelaminnya laki-laki."
Senyum langsung mengembang dibibir Betran.
Dia sangat bahagia apa yang diharapkan akan menjadi kenyataan.
"Lalu untuk hubungan intim bagaimana?"
Betran masih sangat kesal tapi dia tidak ingin membuat istrinya marah, karena jika itu terjadi dia bisa tidak dapat jatah. Jadi dia asal bicara untuk mengalihkan perhatian, tapi juga menguntungkan untuknya tentunya.
"Astaga suamiku ini memang tidak tahu malu."
Kleo hanya tersenyum kecut, mendengar pertanyaan suaminnya.
"Tidak papa asalkan jangan membuat nyonya kelelahan Tuan, ini vitaminnya silahkan diminum setiap hari."
"Baiklah dokter Lisa kami permisi, terimakasih."
Kleo segera mengakhiri pemeriksaan dan konsultasi itu, sebelum suami mesumnya berbicara yang tidak-tidak.
Sampai diluar ruangan Betran meminta ijin kepada Kleo dengan alasan ponselnya ketinggalan Betran berbalik kedalam ruangan.
Melihat Betran kembali kedalam ruangan,
__ADS_1
Lisa sudah memasang senyum termanisnya merasa triknya yang sedikit memamerkan gunung kembarnya dapat menarik perhatian Betran. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Betran.
Betran berdiri dihadapannya dengan tatapan mengintimidasi.
"Dokter Lisa, dengarkan aku baik-baik."
"Iya Tuan." Dia masih tersenyum semanis madu...karena merasa senang Betran menghampirinya.
"Mulai besok kau tidak perlu lagi bekerja disini."
"Duar."
Bagai tersambar petir disiang bolong.
"**,api, k,,kenapa tuan?"
"Kau masih bertanya kenapa? Beraninya kau menggodaku dengan trik murahanmu itu, kau pikir aku tidak tahu, istriku memang polos menganggap semua wanita licik sepertimu baik seperti dirinya, tapi apa kau lupa aku siapa?."
"Aku tidak akan tergoda dengan ****** sepertimu, jika kau ingin menjadi penggoda tempatmu dibar, bukan dirumahsakit.
Ingat aku tidak ingin melihat wajahmu itu dirumahsakit ini . Apa kau mengerti?"
Kata -kata Betran seperti samurai yang menebas habis musuhnya tanpa ampun.
"Tuan, tolong maafkan saya tuan, saya tidak akan mengulanginya."Lisa bersimpuh dikaki Betran.
"Berani sekali kau menyentuhku,, singkirkan tanganmu itu."
Mendengar teriakan Betran Lisa langsung melepaskannya.
"Aku tidak pernah membuat pilihan tapi karena aku bahagia anakku jagoan aku akan memberikanmu dua pilihan. keluar dari rumasakit ini dan cari tempat lain, atau hidup dihutan."
"Putuskan sekarang atau aku tidak bisa berkata lagi, kau tahu artinya bukan?"
"Bbbaik Tuan aku akan kerja ditempat lain.."
Betran lalu pergi begitu saja meninggalkan dokter Lisa yang masih bersimpuh dilantai. perawat yang membantunya tadi menyaksikan semuanya tapi dia bersembunyi dibalik korden.Dia gemetaran karena ketakutan, dia tidak mau berurusan dengan pemilik rumahsakit ini, karena dia tahu Betran adalah orang yang kejam dan tegas jika sudah menyangkut hargadirinya. dari dulu dia sangat dingin pada wanita.
Dan sekarang dia melihat kejadian yang menurutnya menakutkan bukan hanya rumor yang dia dengar selama ini.
Lisa masih terisak ditempat dusuknya, dia menyesal telah melakukan tindakan gila itu, dia tidak memikirkan bagaimana akibat tindakan bodohnya itu.
Perawat itu akhirnya membantu Lisa berdiri.
Lisa mulai membereskan barang miliknya. dan mengalihkan pasiennya pada dokter lain karena intruksi dari kepala rumahsakit.
Dia meminta assistannya menyiapkan surat pengunduran dirinya.
Memang penyesalan selalu datang belakangan, kalau diawal namanya pendaftaran hahahhahha(Author)
Rio mulai kelimpungan mendengar Betran yang mengamuk seperti monster saat menelfonnya karena memberikan dokter murahan itu padanya,
Setelah kenyang mendapat makan siang dari Betran Rio terduduk lemas,
"Untuk hanya ditelfon kalau didepannya bisa habis aku sampai tujuh turunan, singa itu kalau sudah kumat semua yang ada dihutan tidak dapat menghentikannya, apalagi aku huft."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like dan komennya ya kak, berikan votenya juga.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷