
...Happy reading...
đź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’šđź’š
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ada apa?”
Kleo juga masih diruangan dia juga ingin mendengar apa yang disampaikan Rio.
“Tadi aku melihat Chelsea memasukkan sesuatu ke kopi yang dibuatnya.”
“Untung kamu tidak meminumnya sayang.” Potong Kleo.
“Tapi tadi aku sudah menukarnya jadi kamu tenang saja bang, aku juga sudah mengirimnya pada dokter Han, agar kita tahu obat apa yang dimasukkan Chelsea kedalam kopi itu.”
Hening, setelah mendengarkan penuturan Rio.
“Maaf Ma kali ini aku tidak akan mengampuni wanita itu, aku tidak peduli kau membenciku.” Sekelebat bayangan Wina muncul dingatan Betran. Sosok ibu yang diabaikannya karena terlalu baik pada musuhnya.
“Chel,sebenarnya apa salahku, kenapa kamu bisa berbuat senekat itu apa kamu menyimpan dendam padaku, apa yang membuatmu begitu menginginkan suamiku.” Kleo teringat sahabatnya yang dulu begitu baik padanya.
“Bodohnya aku,tidak melihat ular sepertimu, kamu memang permata imitasi, semua orang akan mengira kamu permata sungguhan karena silaumu diluar, ternyata kamu hanya imitasi."
Rio masih tak habis pikir dengan ketertarikannya pada Chelsea.
“Tok-tok.” Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan mereka.
Kleo memberikan kode pada Rio dan Betran untuk berpura-pura sibuk.
“Permisi Buk, ini rujaknya.”
“Wah, pasti enak maksih ya Chelsea kamu emang sahabat aku yang paling baik, Ayo kita makan bersama.”
Chelsea masih berdiri dia melihat Betran. Kleo yang sudah paham langsung meminta persetujuan suaminya itu .
“Bolehkan sayang?”
Betran hanya mengangguk. Rio juga masih disana dia sangat penasaran apa yang akan dilakukan singa
Betina itu pada Chelsea seolah dia menunggu adegan live.
“Chelsea ayo kita duduk sini?”
__ADS_1
“Sayang apa yang akan kamu lakukan, jangan sampai kamu bertindak nekat.” Betran tampak khawatir dia tidak ingin sampai Chelsea nanti bertindak nekat. Orang yang mencari masalah dengannya tentu bukan orang sembarangan, dia pasti sudah mempertimbangkan untung dan ruginya...
“Coba kamu rasakan, rujak ini enak sekali.” Kleo langsung menyodorkan mangga dengan sambal yang sangat banyak kepada Chelsea. Chelsea tidak bisa menolak karena ada Rio dan Betran. Dia membuka mulutnya dan masuklah boom perut itu kemulutnya.
“Gimana Chelsea, enakkan rujaknya?” Chelsea hanya mengangguk.
“Ayo habiskan Chelsea, sepertinya anakku sangat senang melihatmu makan rujak.”
Kleo begitu banyak menyuapi Chelsea hingga rujaknya hampir habis melihat Chelsea yang mengeluarkan keringat seperti jagung, Kleo menghentikan aksinya dia merasa kasihan. Setidaknya itu sedikit pelajaran karena menggoda suami orang.
“Wah bu bos bener-bener,bisa diare nanti anak orang.”
Rio melirik Betran, Dia hanya menanggapi acuh tak acuh karena dia tahu singa betinanya kan memberikan hukuman pada orang yang memang pantas mendapatkannya.
“Baiklah Chelsea terimakasih sudah menemaniku makan rujak, kembalilh bekerja.”
Chelsea hanya bisa mengumpat Kleo.
“Kurang ajar si Kleo dia mengerjaiku awas saja aku akan membalasnya, perutku benar-benar sakit.”
Setelah Chelsea keluar dari ruangannya. Rio langsung memberondong Kleo dengan sejuta pertanyaan.
“Kle,lo nggak kasihan apa, gimana kalau dia masuk rumahsakit,terus dia mati."
“Hahaha, “Rio terbahak mendengar penuturan Kleo.
“Suami lo kali Kle bukan suami tetangga.”
“Bodo,”
Kleo lalu melihat kearah suaminya
“Awas kamu sayang kamu dekat-dekat sama pelakor itu jangan harap bisa pulang kerumahmu apalagi menanam dikebun.”
Kleo lalu pulang dengan sopir kesayangannya.
Rio yang akan beranjak dari ruangan duduk kembali melihat bosnya sudah melotot padanya.
“Dasar bocah sialan beraninya kamu bermain denganku.”
“Mampus gue, pawangnya udah pulang lagi.”
“Tadi gue kan udah bantuin buat ngejelasin sama nyonya Bos, harusnya kamu kasih bonus bang sama gue.”
__ADS_1
“Bonus ya?”
“Baiklah besok kamu boleh pergi ke papua, mengelola pembangunan disana bagaimana bocah sialan.”
“Jangan Bang ,iya –iya gue salah. Yadah bang aku pergi dulu tadi Leo minta bantuan.” Ucap Rio mencari alasan.
***
Disalah satu hotel milik Dave sebuah gedung yang terlihat begitu indah, ruangan yang didekorasi dengan warna putih. Tampak kursi sudah tersusun rapi. Persiapan yang begitu sempurna untuk menyambut pernikahan adik kesayangannya.
Besok adalah hari pernikahan Reina dan Martin.Sela tampak sibuk mengecek persiapan buat putri tercintannya.
“Mi, jangan terlalu lelah.”
“Mami tidak lelah,mami sangat bahagia setelah Reina mami hanya tinggal menunggu peresmianmu dan menggumu memberikan cucu untuk mami.”
Dave hanya tersenyum. Dalam hatinya dia berharap, bisa mengabulkan keinginan maminya itu. Semoga dia bisa membahagiakan orang-orang yang sangat dicintainya itu.
“Dert,dert.”
Ponsel Reina berdering, “ Pria pemaksa”.
“Sayang kamu lagi apa?”
“Lagi makan kenapa?”
“Bisa nggak tolong kamu kesini aku lagi sakit, nggak ada orang dirumah.”
Itulah Martin selalu membuat alasan agar bisa dekat dengan Reina.
“Mana bisa aku keluar aku tu lagi dipingit, kalau kamu sakit pernikahannya ditunda saja.”
“Jangan-jangan aku sudah minum obat besok juga sembuh.”
“O.. yaudah istirahat aja aku nggak mau ngganggu kamu entar tambah sakit lagi.”
“Tut,tut.”
“His nggak peka banget ini calon istri awas saja setelah nikah gue nggak bakal lepasin lo.”
“Dasar pria pemaksa, selalu cari alasan, dan sebentar lagi pria pemaksa ini akan jadi suami gue, entah giman nanti rumah tangga gue. Hah.”
\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Ayo likenya yang banyakya…..❤❤❤