Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Masih liburan


__ADS_3

Martin telah menikmati makan malamnya dengan Reina.


Reina yang awalnya malas, mengikuti keinginan maminya karena Sela terus mekaksanya.


mereka sampai direstoran mahal yang sudah dipesan oleh Martin.


"Cih benar-benar menyebalkan, lelaki pemaksa ini sok jual mahal." Reina selalu saja mengumpatnya.


"Ehem."


Martin berdehem untuk mencairkan suasana yang masih terasa begitu canggung.


"Kenapa kau diam gadis manja apa kau tidak suka tempatnya?"


"Bukan tidak suka tempatnya, tapi tidak suka dengan orang yang makan bersamaku."


"hahahha, ternyata kau memang gadis manja dan ...."


Reina mendelik, menunggu Martin melanjutkan kata-katanya.


"Apa?"


"Kau penasaran, tunggu nanti setelah kita menikah?"


"Cih, dasar pria pemaksa menyebalkan."


"Astaga kamu memang bar-bar seperti Kleo tapi Kleo tidak manja sepertimu."


Tak lama kemudian pelayan datang mengantarkan makanan yang sudah dipesan oleh Martin.


"Ayo, gadis manja nikmati makananmu."


"Kenapa kau ingin sekali memilikiku, banyak sekali gadis diluaran sana yang lebih dariku dan tentunya tidak manja sepertiku bukan?"


Reina menekankan kata gadis manja pada Martin.


"Aku manyukai gadis manja sepertimu, karena jika kau menjadi istriku kau pasti sangat pandai memanjakanku, karena kau gadis manja."


"Astaga , jawaban apa itu, menyebalkan."


"Tapi tuan Martin yang terhormat, aku selalu salah dalam melakukan pekerjaanku bukan? kau selalu saja memarahiku saat dikantor, menyuruhku untuk selalu lembur setiap hari."


"Kamu memang salah melakukan pekerjaan karyawan karena tempatmu seharusnya bukan sebagai karyawan tapi bosnya, atau bisa dibilang istri bos. Aku selalu menyuruhmu lembur karena kamu harus selalu bersamaku, tapi tenang saja setelah menjadi Nyonya Zen, lemburmu akan berbeda dan membuatmu menginginkan lembur setiap hari."


Martin mengedipkan matanya.


Tanpa sadar wajah Reina memerah seperti tomat, ada asem-asemnya gitu hehe..


Dia malu sendiri dengan perkataan Martin yang menurutnya terlalu vulgar.


"Astaga sepertinya aku tidak akan menang berdebat dengan pria pemaksa ini, mulutnya benar benar licin seperti lantai tersiram minyak cocok banget sama mami, oh aku jadi lupa tentu saja dia aktor dan mami ratu drama."


"Reina, pernikahan kita tinggal satu bulan lagi jadi persiapkanlah dirimu."


"Kenapa cepat sekali, bukankah harusnya kita bertunangan dulu!"


Reina masih belum tahu kalau Martin dan Dave sudah merubah kesepakatan, mami Sela tentu sangat setuju dengan ide gila para lelaki kesayangannya itu.

__ADS_1


"Awalnya seperti itu, aku berubah pikiran, karena aku tidak mau menjadi bujang tua seperti kakakmu."


"Hei tuan kau harus ingat kaupun akan jadi bujang tua jika aku tidak menerimanya."


"Tapikan kau menerimanya." ucap Martin santai.


"Itu karena kau memaksa."


"Tapi kau tetap menyetujuinya."


"Yaampun dasar pria menyebalkan."


"Dan kau akan menjadi milik pria menyebalkan ini."


"Terserah apa katamu."


merasa sudah kalah berdebat Reina memilih bungkam, dan Martin jangan ditanya hatinya berbunga-bunga melihat sosok yang amat menggemaskan karena kekesalannya.


***


Hari ini Betran memutuskan untuk berkunjung kepuncak, seperti keinginan istrinya. Meski sudah semalaman bertempur hal itu tidak menyurutkan niat Kleo untuk menundanya.


Betran selalu menuruti keinginan istri tercintanya.



Kleo sudah terlihat cantik dengan membawa keranjang teh.


Ada beberapa ibu-ibu juga sedang memetik teh Kleo menghampiri mereka untuk mengobrol bertanya tentang bagaimana cara memetik teh, rasa tehnya seperti apa dan banyak lagi terkadang juga diselingi canda tawa.


Ups ingat ya tidak ada laki-laki diperkebunan itu karena Betran tidak akan mengijinkan laki-laki lain melihat tubuh mulus dan indah milik istrinya itu. Kleo selalu saja mengenakan baju sesuka hatinya,


disentuh, pakaian yang selalu menggoda iman, eh salah bukan pakaian tapi tubuh yang selalu tersaji dan meminta untuk dinikmati.


selesai dari kebun teh Kleo mengajak Betran kedalam perkebunan yang menyajikan banyak hamparan bunga.



Betran menurutinya dengan syarat dia memakai baju tertutup, jika tidak dia tidak mau, meski terpaksa akhirnya Kleo mau melakukannya.


Sikap posesif Betran memang berlebihan untuk itu Kleo selalu menggunakan akal bulusnya agar bisa melakukan keinginannya.


l



Kleo selalu tampil cantik dengan pakaian apapun, tentu itu dari segi penglihatan Betran


meskipun sebenarnya memang cantik gays hehe...


Kleo memanfaatkan semua kesempatan yang ada, terbukti setelah makan siang dia kembali melanjutkan ketempat hamparan bunga yang belum sempat disinggahi tadi.


Dia sudah hafal dengan tabiat suami mesumnya setelah ini pasti dia akan meminta jatah dengan alasan meminta upah pada anaknya, ternyata tidak hanya Kleo yaang banyak akal bulus, tapi Betran memang sangat pandai melihat kesempatan. Tidak diragukan lagi nalurinya sebagai pengusaha pandai dalam melihat peluang, apalagi nalurinya sebagai suami pandai melihat kesempatan agar adik kecilnya dapat bermain dirumahnya ......hahahaha....



Betran hanya menemani istrinya dia melihat kebahagiaan yang tidak tergambarkan diwajah istrinya.

__ADS_1


"Inilah yang aku suka darimu nyonya Richardo, bahagiamu begitu sederhana, tidak dengan rumah mewah, tas Branded, ataupun barang-barang limited edition, simpel dan menenangkan, aku sangat bahagia memilikimu, meskipun aku masih bertanya-tanya dari mana jelmaan singa betina itu kau dapatkan."



Senyummu yang begitu manis tentu membuatku tidak ingin jauh darimu, wajahmu yang kadang begitu tenang menunjukkan sisi lembutmu



entak kenapa kamu begitu menyukai bunga, apakah anakku nanti seorang perempuan, jika dia perempuan semoga dia seperti dirimu, sederhana lembut tapi juga mempunyai keberanian yang luar biasa saat dibutuhkan,


tapi kau juga gadis licik dan pandai merayuku untuk mendapatkan keinginanmu, dan aku suka itu karena aku juga akan mendapatkan keuntungan tentunya .


Aku sangat mencintaimu nyonya Richardo, singa betinaku."


Betran tersenyum sendiri dengan apa yang dipikirkannya.


***


Rio masih menikmati kebebasannya, meskipun disibukkan dengan pekerjaan, setidaknya bebas dari amukan singa jantan, itulah yang tengah dipikirkannya.


Rio bergegas keluar ruangan karena ingin makan siang diluar.


Dia menuju lift karyawan entah kenapa hari ini dia memakai lift karyawan bukan lift yang biasa dia pakai dengan Betran.


Saat keluar lift, ada seseorang yang masuk tanpa melihat jika didalam ada orang lain yang ingin keluar. terjadilah tabrakan yang membuat Rio masuk lagi kedalam lift.


Wanita itu terkejut tubuhnya jatuh kedalam pelukan laki-laki...


"Auw lain kali pakai mata dong....jangan....ti"


Ucapan wanita itu terputus kala dia mendongak dan melihat siapa yang telah ditabraknya.


Rio tersenyum melihat perempuan itu langsung kicep saat melihat wajahnya.


Bagaimana tidak, dia sudah merasa seperti tersangka korupsi.


Dari yang dia dengar, Rio adalah orang yang cukup kejam untuk masalah pekerjaan, tentunya setelah Betran.


Rio tersenyum memandang gadis itu.


"Ma..af pak nggak sengaja."


"Ehem, tapi tadi aku mendengar seseorang berkata kalau jalan, suruh pakai mata." ucap Rio dengan senyum sinisnya.


"Mmmmungkin bapak salah dengar."


"Haduh mati aku, yatuhan semoga aku tidak dipecat, dia memang tampan tapi dia sangat kejam."


"Siapa namamu, dan kamu bekerja dibagian apa?"


"Apa benar dia akan memecatku, kenapa dia tanya namaku? hiks,hiks"


"Aaku,, dibagian keuangan pak, namaku chelsea.."


Rio lalu meninggalkan gadis itu saat lift terbuka tanpa berkata apapun.


"Manis sekali gadis itu tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya ya?lihat Martin sebentar lagi gue gak jomblo lagi."

__ADS_1


Akhirnya Rio nggak jadi kumbang tanpa bunga lagi mudah-mudahan aja berjodoh ya..ayo dukung Rio ya ....🏵🏵🏵


__ADS_2