
Hari berlalu begitu cepat, pesta
berlangsung lancar. Waktu cuti Kleo juga tinggal satu hari. Keluarga baru itu
saat ini sedang berkumpul diruang tengah mereka bersenda gurau.
Kleo dan Bu Lidia menyiapkan camilan. Tiara sudah berangkat ke butiknya karena ada pelanggan yang ingin memesan baju pernikahan dan dia ingin Tiara sendiri yang menanganinya.
“Yah Kleo mau keluar sama Leo mau jalan-jalan
kan Kleo cutinya tinggal satu hari.”
“Kamu nggak keluar sekalian saja Kle kan
sebentar lagi kamu menikah memangnya masih mau kerja?” sahut Bu Lidia.”
“Nggak ma, aku masih tetap kerja,
baru nanti pas acara resepsi aku nggak masuk, nggak enak kalau terlalu lama
cuti.”
***
Kleo dan Leo sudah berada di bus
seperti yang diinginkan sebelumnya. Kalau Leo mungkin sudah biasa naik bus
karena dia laki-laki ayahnya memberikan kebebasan tapi masih terkontrol, tentu
tidak seperti Kleo.
“Kak kita mau kemana?”
“Ke pusat kota aja, nanti kita ke
mall, terus kita coba semua permainan, pasti seru kakak kangen, udah lama kita
nggak main bareng.”
“Kakakku ini masih seperti
anak-anak ternyata, aku heran kenapa kak Betran bisa suka dengan wanita
kekanak-kanakan sepertimu.”
Kleo langsung menjitak kepala Leo.
“Jaga bicaramu, apa kamu nggak
tahu kakakmu ini sangat manis pastilah dia suka.”
“Yaampun setelah lulus kuliah
sepertinya kakak kena penyakit narsis, apa kekasihmu itu yang mengajarkannya.”
“Emmm mungkin.”
“Yaampun, apa lelaki seperti dia
tidak punya hal lain yang lebih bermanfaat untuk diajarkan dari pada penyakit
soknya itu?”
“ Sudahlah jangan bahas dia,hilang
seleraku nanti buat jalan-jalan.”
“Baiklah kakakku yang katanya tadi
sangat manis.”
“hahahahaha.”mereka tertawa
bersama setelah sedikit berdebat.
Kebiasaan yang selalu dilakukan
bersama ketika bertemu.
Sampai dimall Kleo lalu menuju
permainan anak-anak yang berada di lantai lima. Mereka seperti anak kecil mencoba
semua permainan. Meskipun melelahkan mereka tampak senang. Kleo seperti orang yang tengah melepaskan semua bebannya. Kleo dan adiknya beda usia lima tahun. Banyak orang mengira mereka pacaran karena kedekatan mereka.
Terdengar seseorang berbisik
"Mereka sangat serasi yang satu cantik yang satu tampan."
Kleo dan Leo tidak terlalu peduli dengan mereka.
“Kita makan disana saja, kakak
sudah lapar.”
“Hemm!”
“Kenapa kamu sama dengan Betran,
__ADS_1
irit sekali bicara, memangnya kalian itu disuruh bayar pajak apa kalau berbicara sedikit panjang.”
“Memangnya kakak nggak lelah apa
seharian ngomong terus kaya siaran radio?”
“Hey kenapa kamu jadi balik
mengomentariku, kaya netizen aja.”
Mereka lalu duduk dan mulai memesan makanan.
“Bagaimana kuliahmu, kamu jangan
pacaran dulu, selesaikan dulu kuliahmu, cari kerja yang mapan, jadi laki-laki
yang berpenghasilan dulu kamu baru boleh kenal wanita.”
“Dasar cerewet, kenapa kak Betran
betah berada didekatmu.”
“Karena aku sangat menyukai
suaranya.”
“Seseorang-tiba-tiba menyahut.”
Leo dan Kleo langsung menoleh
keasal suara.
“Astaga kenapa sehari saja aku tidak bisa lepas dari Simonki ini.”
Betran duduk tepat disamping Kleo.
“Sepertinya acara jalan-jalan ini
sangat menyenangkan, sampai-sampai seseorang tidak sempat membalas pesan
ataupun menjawab telepon”
“Tentu sangat menyenangkan apa
kamu tidak pernah bermain sampai harus membuat kesimpulan seperti itu?” sahut Kleo.
“Cih, masa kanak-kanakku terlalu
indah, jadi aku tidak perlu mengulangnya ketika dewasa.”
“Sepertinya pacarmu kurang vitamin
Lain kali kalau meminta vitamin
lihat tempat atau kalian sengaja ingin pamer didepanku?"Leo beranjak dari duduknya.
Betran dan Kleo sama-sama melotot tidak percaya.
“Aku pergi dulu, jaga kakakku,
jangan biarkan dia melakukan hal nggak jelas seperti tadi, ngajak naik bus.”
“Kamu nggak makan?”
“Buat pacarmu saja.”
Leo berlalu pergi meninggalkan
Betran dan Kleo.
“Dasar apa kalian para pria itu
selalu bersikap dingin seperti itu?kenapa kamu lihat aku seperti itu?”
“Kamu tadi naik bus?”Betran yang
tadinya sudah sangat kesal Kleo tidak mengangkat telfonnya karena keasyikan
bermain, semakin emosi saja mendengar Leo mengatakan kalau mereka naik bus.
“Mampus aku padahal aku sudah mengaturnya serapi mungkin, Aku sudah cari
waktu yang pas, his gara-gara Ember tu mulut Leo, untung adik kesayanganku dan
atu-atunya kalau nggak aku celupin ke lumpur biar nggak kelihatan, tadi katanya Rio juga jadwalnya hari ini full, kenapa tiba-tiba dia disini?memang para pria
ini tak bisa diajak kerjasama,?” *
“Ehmmmm itu tadi ban mobilnya
kempes, jadi aku ajak naik bus gitu sayang.”
“Kenapa nggak naik taksi aja?”
“Emhhh kelamaan tadi ,mesti order
dulu terus nunggu taksinya datang, keburu sore dong?”
“Udah ah sayang aku lapar ayo kita
__ADS_1
makan, cacing diperutku udah kaya kecebong ini berenang kesana-kemari.”
Betran yang tidak akan sanggup
menolak melihat wajah Kleo yang imut dan
Memelas itu akhirnya mengangguk.
Kleo makan dengan lahap, karena
memang dia sangat lapar dan kelelahan.
Betran tersenyum tipis melihat Kleo yang nafsu makannya melebihi kuli bangunan itu.
“Sayang apa kamu takut tokonya
segera tutup, sampai-sampai kamu makan seperti orang dikejar setan?”
Kleo tersedak mendengar ucapan
Betran.
“Kenapa perkataanmu itu selalu
saja membuatku tersedak saat makan? Kamu pikir aku punya seribu nyawa apa?
Bagaimana kalau terjadi hal-hal yang tidak-tidak?”
“Maaf sayang aku tidak bermaksud
begitu?tapi melihatmu makan sepertiitu, aku merasa sudah kenyang”
Kleo yang sudah malas meladeni
Betran akhirnya diam memilih untuk melanjutkan makan siang. Selesai makan
mereka lalu masuk ke salah satu toko dimall tersebut. Betran beralasan membeli dasi. Setelah Kleo memilihkan dasi untuknya Betran mengajak Kleo bergegas
pulang.
Saat diparkiran mata Kleo melotot
tidak percaya.
“Mampus ,,,ini kan mobilku kenapa bisa ada sama Dia.”
“Aku ketahuan
,aku harus beralasan apa lagi?”
Didalam mobil Kleo bingung harus mencari alasan apa untuk
menjelaskan pada Betran.
“ Aku tahu apa yang ingin kamu katakan, kamu sibuk mencari alasan bukan?’
Kleo tidak bisa berkata-kata. Memang hanya Betran yang dapat membungkam mulut Kleo.
“ Sayang a..a..ku!”
Betran hanya diam di sepanjang perjalanan. Melihat Betran diam saja Kleo semakin tidak berani
berbicara. Saat ini Kleo merasa seperti tersangka, dia diam saja tak berani
untuk membuka pembicaraan.
Tiba dirumah, Kleo yang akan keluar mobil ditahan oleh
Betran. Sementara dibelakang mobil Kleo sudah ada mobil Betran dan dua bodyguard yang menunggu kepulangan Betran dirumah Kleo.
“Siapa yang menyuruhmu turun?”
Kleo terdiam dan berbalik menatap Betran.
“Cup!”
Betran mendaratkan ciumannya tepat dibibir Kleo. Betran
seperti tidak memberi ampun pada Kleo,dia sangat lama ******* bibir Kleo hingga
Kleo merasa kehabisan nafas Kleo mendorong tubuh Betran karena merasa sesak.
“Terima hukumanmu sayang,karena kamu sudah berani melanggar
perintahku dan membohongiku.”
Kleo yang paham dengan maksud Betran Melotot tidak percaya.
Betran mengetahui semuanya. Dia lupa kalau Betran seorang bos besar dan
memiliki banyak mata-mata. Tentu hal itu sangat mudah baginya.
"Semakin kau tidak patuh padaku aku semakin menyukainya sayang."
"Dasar mesuuuummmmmmmmm!!!!!!"
Betran hanya cengar-cengir mendengar teriakan Kleo.
"...Kleo nggak boleh bohong lagi ya.....❤ salam hangat dari Author jangan lupa dukung Author ya...
__ADS_1