Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Naik bus


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, pesta


berlangsung lancar. Waktu cuti Kleo juga tinggal satu hari. Keluarga baru itu


saat ini sedang berkumpul diruang tengah mereka bersenda gurau.


Kleo dan Bu Lidia menyiapkan camilan. Tiara sudah berangkat ke butiknya karena ada pelanggan yang ingin memesan baju pernikahan dan dia ingin Tiara sendiri yang menanganinya.


“Yah Kleo mau keluar sama Leo mau jalan-jalan


kan Kleo cutinya tinggal satu hari.”


“Kamu nggak keluar sekalian saja Kle kan


sebentar lagi kamu menikah memangnya masih mau kerja?” sahut Bu Lidia.”


“Nggak ma, aku masih tetap kerja,


baru nanti pas acara resepsi aku nggak masuk, nggak enak kalau terlalu lama


cuti.”


***


Kleo dan Leo sudah berada di bus


seperti yang diinginkan sebelumnya. Kalau Leo mungkin sudah biasa naik bus


karena dia laki-laki ayahnya memberikan kebebasan tapi masih terkontrol, tentu


tidak seperti Kleo.


“Kak kita mau kemana?”


“Ke pusat kota aja, nanti kita ke


mall, terus kita coba semua permainan, pasti seru kakak kangen, udah lama kita


nggak main bareng.”


“Kakakku ini masih seperti


anak-anak ternyata, aku heran kenapa kak Betran bisa suka dengan wanita


kekanak-kanakan sepertimu.”


Kleo langsung menjitak kepala Leo.


“Jaga bicaramu, apa kamu nggak


tahu kakakmu ini sangat manis pastilah dia suka.”


“Yaampun setelah lulus kuliah


sepertinya kakak kena penyakit narsis, apa kekasihmu itu yang mengajarkannya.”


“Emmm mungkin.”


“Yaampun, apa lelaki seperti dia


tidak punya hal lain yang lebih bermanfaat untuk diajarkan dari pada penyakit


soknya itu?”


“ Sudahlah jangan bahas dia,hilang


seleraku nanti buat jalan-jalan.”


“Baiklah kakakku yang katanya tadi


sangat manis.”


“hahahahaha.”mereka tertawa


bersama setelah sedikit berdebat.


Kebiasaan yang selalu dilakukan


bersama ketika bertemu.


Sampai dimall Kleo lalu menuju


permainan anak-anak yang berada di lantai lima. Mereka seperti anak kecil mencoba


semua permainan. Meskipun melelahkan mereka tampak senang. Kleo seperti orang yang tengah melepaskan semua bebannya. Kleo dan adiknya beda usia lima tahun. Banyak orang mengira mereka pacaran karena kedekatan mereka.


Terdengar seseorang berbisik


"Mereka sangat serasi yang satu cantik yang satu tampan."


Kleo dan Leo tidak terlalu peduli dengan mereka.


“Kita makan disana saja, kakak


sudah lapar.”


“Hemm!”


“Kenapa kamu sama dengan Betran,

__ADS_1


irit sekali bicara, memangnya kalian itu disuruh bayar pajak apa kalau berbicara sedikit panjang.”


“Memangnya kakak nggak lelah apa


seharian ngomong terus kaya siaran radio?”


“Hey kenapa kamu jadi balik


mengomentariku, kaya netizen aja.”


Mereka lalu duduk dan mulai memesan makanan.


“Bagaimana kuliahmu, kamu jangan


pacaran dulu, selesaikan dulu kuliahmu, cari kerja yang mapan, jadi laki-laki


yang berpenghasilan dulu kamu baru boleh kenal wanita.”


“Dasar cerewet, kenapa kak Betran


betah berada didekatmu.”


“Karena aku sangat menyukai


suaranya.”


“Seseorang-tiba-tiba menyahut.”


Leo dan Kleo langsung menoleh


keasal suara.


“Astaga kenapa sehari saja aku tidak bisa lepas dari Simonki ini.”


Betran duduk tepat disamping Kleo.


“Sepertinya acara jalan-jalan ini


sangat menyenangkan, sampai-sampai seseorang tidak sempat membalas pesan


ataupun menjawab telepon”


“Tentu sangat menyenangkan apa


kamu tidak pernah bermain sampai harus membuat kesimpulan seperti itu?” sahut Kleo.


“Cih, masa kanak-kanakku terlalu


indah, jadi aku tidak perlu mengulangnya ketika dewasa.”


“Sepertinya pacarmu kurang vitamin


Lain kali kalau meminta vitamin


lihat tempat atau kalian sengaja ingin pamer didepanku?"Leo beranjak dari duduknya.


Betran dan Kleo sama-sama melotot tidak percaya.


“Aku pergi dulu, jaga kakakku,


jangan biarkan dia melakukan hal nggak jelas seperti tadi, ngajak naik bus.”


“Kamu nggak makan?”


“Buat pacarmu saja.”


Leo berlalu pergi meninggalkan


Betran dan Kleo.


“Dasar apa kalian para pria itu


selalu bersikap dingin seperti itu?kenapa kamu lihat aku seperti itu?”


“Kamu tadi naik bus?”Betran yang


tadinya sudah sangat kesal Kleo tidak mengangkat telfonnya karena keasyikan


bermain, semakin emosi saja mendengar Leo mengatakan kalau mereka naik bus.


“Mampus aku padahal aku sudah mengaturnya serapi mungkin, Aku sudah cari


waktu yang pas, his gara-gara Ember tu mulut Leo, untung adik kesayanganku dan


atu-atunya kalau nggak aku celupin ke lumpur biar nggak kelihatan, tadi katanya Rio juga jadwalnya hari ini full, kenapa tiba-tiba dia disini?memang para pria


ini tak bisa diajak kerjasama,?”  *


“Ehmmmm itu tadi ban mobilnya


kempes, jadi aku ajak naik bus gitu sayang.”


“Kenapa nggak naik taksi aja?”


“Emhhh kelamaan tadi ,mesti order


dulu terus nunggu taksinya datang, keburu sore dong?”


“Udah ah sayang aku lapar ayo kita

__ADS_1


makan, cacing diperutku udah kaya kecebong ini berenang kesana-kemari.”


Betran yang tidak akan sanggup


menolak melihat wajah Kleo yang imut dan


Memelas itu akhirnya mengangguk.


Kleo makan dengan lahap, karena


memang dia sangat  lapar dan kelelahan.


Betran tersenyum tipis melihat Kleo yang nafsu makannya melebihi kuli bangunan itu.


“Sayang apa kamu takut tokonya


segera tutup, sampai-sampai kamu makan seperti orang dikejar setan?”


Kleo tersedak mendengar ucapan


Betran.


“Kenapa perkataanmu itu selalu


saja membuatku tersedak saat makan? Kamu pikir aku punya seribu nyawa apa?


Bagaimana kalau terjadi hal-hal yang tidak-tidak?”


“Maaf sayang aku tidak bermaksud


begitu?tapi melihatmu makan sepertiitu, aku merasa sudah kenyang”


Kleo yang sudah malas meladeni


Betran akhirnya diam memilih untuk melanjutkan makan siang. Selesai makan


mereka lalu masuk ke salah satu toko dimall tersebut. Betran beralasan membeli dasi. Setelah Kleo memilihkan dasi untuknya Betran mengajak Kleo bergegas


pulang.


Saat diparkiran mata Kleo melotot


tidak percaya.


“Mampus ,,,ini kan mobilku kenapa bisa ada sama Dia.”


“Aku ketahuan


,aku harus beralasan apa lagi?”


Didalam mobil Kleo bingung harus mencari alasan apa untuk


menjelaskan pada Betran.


“ Aku tahu apa yang ingin kamu katakan, kamu sibuk mencari alasan bukan?’


Kleo tidak bisa berkata-kata. Memang hanya Betran yang dapat membungkam mulut Kleo.


“ Sayang a..a..ku!”


Betran hanya diam di  sepanjang perjalanan. Melihat Betran diam saja Kleo semakin tidak berani


berbicara. Saat ini Kleo merasa seperti tersangka, dia diam saja tak berani


untuk membuka pembicaraan.


Tiba dirumah, Kleo yang akan keluar mobil ditahan oleh


Betran. Sementara dibelakang mobil Kleo sudah ada mobil Betran dan dua bodyguard yang menunggu kepulangan Betran dirumah Kleo.


“Siapa yang menyuruhmu turun?”


Kleo terdiam dan berbalik menatap Betran.


“Cup!”


Betran mendaratkan ciumannya tepat dibibir Kleo. Betran


seperti tidak memberi ampun pada Kleo,dia sangat lama ******* bibir Kleo hingga


Kleo merasa kehabisan nafas Kleo mendorong tubuh Betran karena merasa sesak.


“Terima hukumanmu sayang,karena kamu sudah berani melanggar


perintahku dan membohongiku.”


Kleo yang paham dengan maksud Betran Melotot tidak percaya.


Betran mengetahui semuanya. Dia lupa kalau Betran seorang bos besar dan


memiliki banyak mata-mata. Tentu hal itu sangat mudah baginya.


"Semakin kau tidak patuh padaku aku semakin menyukainya sayang."


"Dasar mesuuuummmmmmmmm!!!!!!"


Betran hanya cengar-cengir mendengar teriakan Kleo.


"...Kleo nggak boleh bohong lagi ya.....❤ salam hangat dari Author jangan lupa dukung Author ya...

__ADS_1


__ADS_2