
"Kenapa sayang kamu masih malu ya?" Betran menaik turunkan alisnya.
"Astaga.......dasar mesuummmm."
"Nggak jadi aja deh, besok aja dikantor. Lagian ini masalah pekerjaan."
"Heemmm." sahut Betran lalu kembali ke mode dingin yang sudah menjadi andalannya.
Sebelum mengantarkan Kleo pulang, Betran mengajaknya ke sebuah mall terbesar dikota X, jangan tanya itu adalah salah satu mall yang baru diresmikan oleh Betran.
Hari libur begini mall itu sangat ramai pengunjung.
"Kenapa kita kesini? aku kan tidak mau beli sesuatu?"
"Ikut saja, aku ada perlu sebentar."
Betran dan Kleo lalu turun. Betran memakai masker dan topi.
"Kenapa kamu pakai masker?"
"Kamu lupa kalau aku sangat tampan?"
"Yaampun, apa kamu selalu merasa paling tampan?"
"Jangan mengajakku bertengkar, aku tidak punya banyak waktu sekarang, ada urusan yang lebih penting, kita lanjutkan nanti sayang!"
"Tapi...."
"Ayo...!"
Betran menggandeng Kleo layaknya orang kencan. Betran melihat para pegawainya bekerja. Kleo bingung dengan tingkah Betran yang dianggap aneh.
"Ngapain simonki ini lihatin para pekerja, emang dia bos apa?"
Kleo belum tahu kalau itu mall milik Betran.
Pandangan Betran tertuju pada seorang pekerja perempuan, dengan pakaian setelan jas kerja yang sangat rapi, dia berjalan dengan membusungkan dada layaknya bos besar.
Betran terlihat tidak suka. Lalu dia bertanya kepada salah satu pekerja yang saat itu tengah membersihkan lantai.
"Permisi pak mau tanya?"
"Ternyata simonki ini bisa lembut juga ya sama orang?"
"Iya mas ada apa ya?"
"Wanita yang berpakaian setelan jas itu siapa ya?"
"O... itu, manager disini Bu Vina!" laki -laki itu menjawab dengan wajah yang kurang senang pada wanita itu.
"Kok jawabnya gitu pak?"
"Aku kasih tahu ya mas, tapi jangan bilang-bilang. Dia mengaku kalau dia adalah tunangan dari pemilik mall ini, makanya dia sesuka hati nyuruh orang dan pecat orang."
" Siapa yang nggak patuh dan nggak menuruti semua kemauannya, bakalan dipecat tidak hormat. Baru satu minggu saja dia sudah memecat empat orang itupun menurut saya hanya hal kecil dan malah bisa dibilang kesalahannya."
"Memangnya apa kesalahan yang dilakukan sampai harus dipecat?"
"Teman saya kemaren membersihkan lantai , Bu vina berlalu disekitar tempat teman saya itu, tapi karena Bu Vina jalan dengan gaya sok anggun dan sombongnya itu, dia kepleset dan menyalahkan teman saya, akhirnya teman saya dipecat. Kasihan padahal istrinya lagi sakit dia butuh uang buat biaya berobat istrinya."
__ADS_1
Betran mendengarkan penjelasan pria yang berusia hampir kepala empat itu dengan seksama.
"Bapak mau nggak saya kasih pekerjaan buat tambahan penghasilan tapi bapak harus janji nggak boleh bilang siapapun!"
"Pekerjaan apa mas? asal halal saya mau, jangan suruh jadi kurir narkoba ya mas saya nggak mau."
"Hahaha Bapak bisa aja."
Kleo hanya memperhatikan Betran dan menjadi pendengar.
"Begini pak, Bapak harus merekam kejadian yang menurut Bapak tidak masuk akal yang dilakukan oleh Bu Vina seperti yang Bapak bilang tadi."
"Buat apa mas, kok saya malah takut."
"Nggak papa itu nanti jadi tugas saya memang Bapak mau orang yang suka menindas seperti Bu Vina jadi atasan Bapak terus."
"Ya nggak sih mas."
"Kalau Bapak sudah berhasil merekam semuanya, baru nanti saya kasih uangnya, gimana pak?"
"Iya deh mas saya mau soalnya saya lagi butuh uang buat biaya anak saya masuk sekolah."
"Memangnya berapa biaya anak bapak masuk sekolah?"
"Kurang tau mas, tapi saya harus mengumpulkannya dari sekarang."
"O...Bapak tunggu disini sebentar ya pak."
Betran lalu pergi kesalah satu Atm yang ada di mall itu.
Betran mengambil uang sejumlah lima juta,
Dia langsung memberikan pada lelaki yang bekerja sebagai OB itu.
"Semoga ini bisa sedikit membantu ya pak. Berikan sedikit pada teman Bapak untuk berobat istrinya itu."
tanpa tidak sadar Kleo langsung senyum-senyum sendiri.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri."
"Ternyata, orang yang aku pikir galak, sombong, begitu dermawan dan punya sisi lain yang mengejutkan."
Kleo melepaskan genggaman tangan Betran. Lalu beralih menggandeng lengan Betran.
Membuat hati Betran berbunga-bunga.
"Sekarang kita mau kemana?" tanya Kleo yang terlihat begitu bersemangat.
"Apa kamu ingin sesuatu?"
"emmm emang boleh?"
"Tentu sayang!" Betran gemas mengacak rambut kleo lembut.
"Aku ingin makan es krim."
Ucap Kleo manja seperti anak kecil.
"Kamu bikin aku gemas."
__ADS_1
Betran menoel hidung Kleo.
"Ayo, kamu mau rasa apa?" mereka berjalan ke tempat penjual es krim.
"Aku mau rasa durian, baunya hemmmm."
"Kamu seperti orang ngidam aja, apa mau pengen cepet ngidam?" goda Betran.
"Iiiiihhhh dasar mesum." mencubit pinggang Betran.
"Auw berani kamu ya sekarang, mau aku hukum disini?"
Kleo langsung menutup mulutnya membuat Betran tertawa lepas, tapi sayang wajahnya yang tertawa lepas itu tertutup oleh masker.
Mereka lalu keluar mall, duduk ditaman depan mall besar itu menikmati es krim.
"Kamu tadi belinya banyak banget, aku mana habis!"
"Melihatmu seperti orang ngidam, mana tega aku cuma beli satu atau dua bungkus."
"Tapi ini duapuluh bungkus, kamu kira aku karung apa? ya ya aku tahu kamu orang kaya."
"Hahaha, kamu mau berapa?"
"Aku tiga cukup!"
"hahaha, yakin?"
"Hemm."
Betran lalu meninggalkan dua bungkus untuk Kleo, dan membawa sisanya berjalan berkeliling taman dibagikan sama anak-anak kecil yang bermain disekitar taman.
"Yaampun aku nggak percaya, ini benar -benar diluar dugaan."
Betran kembali duduk disamping Kleo.
"Kamu nggak makan sayang?"
"Duar!" ada kembang api meledak dihati Betran mendengar Kleo yang memanggilnya sayang dengn tulus tanpa paksaan jiwa monster dan posesifnya menghilang entah kemana.
"Kamu dari tadi cuma lihatin aku makan, ini buat kamu satu."
Kleo membukakan bungkusnya dan menyuapkan pada Betran
"Ak...ayo buruan nanti meleleh."
Betran lalu membuka maskernya dan memakan es krim dari tangan Kleo.
Sebenarnya Betran tidak pernah makan es krim dari kecil dan tidak suka es krim karena setelah makan dia pasti flu, tapi karena Kleo menyuapinya dia memakannya sampai habis.
Rasa bahagianya karena perhatian dari Kleo, membuatnya melupakan rasa sakit yang akan dideritanya nanti.
Mereka terlihat bahagia, sesekali Betran menyelipkan rambut Kleo kebelakang telinganya saat terkena hembusan angin.
Serasa dunia milik berdua yang lain ma jadi pohon aja hahaha (Author)
Dari kejauhan seseorang sudah menatap tajam tidak suka.
"Dasar gadis bodoh mau-maunya dijadikan pelampiasan oleh Betran, dia tidak pernah serius dengan wanita, tenang saja sebentar lagi aku akan menaklukkannya."
__ADS_1
Gadis itu lalu berlalu meninggalkan kemesraan Kleo dan Betran yang membuat mata dan hatinya panas....
"Maaf ya kalau masih banyak typonya jangan lupa tinggalkan like dan komennya."❤❤❤😉