Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Resepsi Ayah


__ADS_3

Tiara dan Kleo sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan Ayah dan ibunya tidak banyak orang yang diundang hanya keluarga dan teman dekat saja.


Acara diselenggarakan dirumah Kleo. Kleopun mengajukan cuti selama tiga hari.


"Kle, kamu mengundang pacar kamu itu kan?"


"Iya kak, besok pasti Kleo kenalkan."


"Aku jadi penasaran dengan cara apa laki-laki itu meluluhkan orang yang membencinya setengah mati hahaha."


Tiara sangat senang menggoda Kleo


"Kakak, jangan keras-keras nanti didengar orang."


"Seperti apa wajahnya?dia tampan tidak?sampai adikku ini yang awalnya benci malah jadi jatuh cinta."


"Terserah yang jelas pangeranku sangat tampan, awas ya nanti kakak meliriknya."


"Nggak akan, kekasih kakak pasti lebih handsome."


"Benarkah?baiklah kita lihat saja nanti."


***


Hari yang telah ditunggu tiba. Rumah yang dihias dengan dekorasi sederhana tetap meninggalkan kesan istimewa, Acara yang katanya hanya dihadiri saudara dan teman dekat tampak sudah ramai, ditempat Kleo sudah banyak saudara dekat dan jauh tengah berkumpul.


Kleo tampak manis dengan gaun yang dikenakan dengan make up yang natural, rambut panjang terurai, membuat kecantikan alaminya terpancar.


Kleo yang akan ke belakang untuk mengambil minum, menghentikan langkahnya karena semua heboh dengan kedatangan seseorang. Kleo juga penasaran kenapa semua orang melihat kearah pintu. Siapa yang datang.



foto kleo


Betran datang bersama Rio karena undangan dari Kleo.



Betran tersenyum kearah Kleo yang berada dibarisan paling belakang.


Betran berjalan menghampiri Burhan. Semua arah pandang mengikuti kemana Betran berjalan.


Tentu semuanya sangat antusias, melihat pria tampan ini.


mereka kasak-kusuk saling berbisik siapa pria tampan ini?


"Selamat ya om, semoga langgeng sampai kakek-nenek."


"Terimakasih nak, bukankah sebentar lagi kamu akan menyusul."


"Tentu saja, selamat ya tante."


"Iya terimakasih."


"Dia calon manntu kita ma Betran!"

__ADS_1


"Maksud mas?"


"calon suami Kleo."


"Wah...beruntung sekali Kleo punya suami tampan seperti nak Betran."


"Tante berlebihan, Yaudah om tante saya kesana dulu."


"Ya om tahu kamu nggak sabar ketemu kekasihmu."


Betran hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Burhan, dia melihat kiri kanan, mencari sosok yang dirindukannya, sudah tiga hari dia tidak bertemu Kleo yang ambil cuti.


Tiba-tiba seseorang menggandeng lengannya.


"Apa kau mencariku sayang!"


"Kamu mengejutkanku."


"Ayo kukenalkan pada kakaku yang cantik, tapi awas ya jaga matanya."


"Haha, kamu sangat menggemaskan, mana mungkin aku tertarik pada gadis lain jika disampingku sudah ada bidadari sepertimu hemm?"


Kleo tersipu malu, hatinya selalu berdebar setiap mendengar gombalan dari Betran. Kleo seperti kecanduan mendengar kata manis dari mulut Betran.


"Kak Tiara!"


Kleo menyapa kakaknya yang berdiri dengan teman laki-lakinya.


"Kak kenalin ini Betran."


Mata Tiara membulat.


"Kalian kenal?"


"Dia kan teman kuliah kakak, tentu kakak kenal!"


"Cerita apa Kleo?"


Betran mengernyitkan dahi.


Kleo sudah menaruh telunjuknya didepan mulutnya memberikan kode kepada kakaknya untuk diam.


Tapi entah disengaja atau tidak Tiara malah membeberkan semuanya.


"Kleo sering cerita kalau dikantornya ada bos sombong, dan kalau marah bisa makan orang, karena kaya monster."


"Mati aku, mulut kakakku ember juga ternyata, Betran bisa kumat ni, tau kaya gini nggak bakal gue kenalin. gimana ni dia pasti makan orang."


"Terus!"


Betran masih ingin tahu apa saja yang dibilang wanita kesayangannya itu.


"Sayang, kamu belum minum kan, ayo kita ambil minum, kalian ngobrolnya lain kali aja ya, Kak Tiara juga harus menemani Kak Robert iya kan Kak."


Mata Tiara membulat, mendengar Kleo menekan kata kakak.

__ADS_1


"Iiiya, kamu ambilkan minum dulu saja, dia pasti haus."


Tiara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ayo sayang!"


setelah ambil minum, mereka duduk bersebelahan.


"Makin lengket saja calon pengantin, lo Kle nggak ngasih tahu kalau mau merid mentang-mentang sama bang Betran lupa sama temen lo ini? gue sibuk nyiapin pernikahan lo tahu."


Kleo langsung tersedak karena dia tengah minum.


"Maksud kamu apaan sih?"


"His, pura-pura nggak tahu lagi."


Betran hanya diam mendengarkan obrolan mereka yang menurutnya tak berfaedah itu.


"Minggu depan lo meridkan?Tenang Kle gue udah siapin semua yang terbaik buat lo, gue jamin lo bakalan suka."


"Tunggu, aku masih nggak ngerti?"


Rio melirik Betran tanda dia menyuruh Kleo bertanya pada Betran.


"Say..."


"Iya minggu depan kita menikah, semua persiapan sudah selesai, kamu hanya perlu mempersiapkan dirimu untuk menjadi istri yang baik dan siap melayaniku."


Mata Kleo membulat.


"Ttapi, apakah ini tidak terlalu cepat?"


"Kalau cepat ya sekarang, itukan masih minggu depan."


Kata-kata Betran langsung mengunci mulut Kleo seketika. Dia tidak tahu apakah dia bahagia atau sedih. Dia pikir Betran waktu itu hanya bercanda dengan ucapannya.


Kleo melihat Rio, yang dilihat cuma nyengir aja.


"Awas kamu ya Rio, nggak bilang-bilang sama aku kalau ada rencana sebesar ini, aku emang cinta sama dia, tapi kalau aku menikah sekarang , nggak akan kesampaian cita-citaku buat merasakan naik bus , padahal aku berencana besok cuti terakhirku aku ingin jalan-jalan naik bus, hiks,hiks."


"Selamat ya Kle, gue ikut seneng lo bakal jadi sepupu gue, kita jadi makin deket dan bisa sering ketemu."


Mendengar kalimat Rio seketika Betran langsung melotot.


"Nggak bang, becanda kali."


"Hampir saja Sigila itu kumat, mending gue pergi ah cari aman daripada entar dimakan."


"Gue keteras depan dulu mau lihat-lihat, siapa tahu dapat jodoh, hehe."


Rio lalu pergi.


"Bruk, Rio bertabarakan dengan seseorang.


Mata Rio langsung membulat tak percaya siapa yang dilihatnya.

__ADS_1


"Gawat, bisa ambyar semuanya nanti."


"Maaf ya masih banyak typonya, sepertinya karyaku tidak banyak disukai apa aku cepetin aja endingnya yaa....ayo dong kak kasih like dan dukungannya biar semangat nulisnya, salam hangat dari author ."❤❤


__ADS_2