
"Gue pacarnya Kleo?" masih membelakanginya.
Kleo sampai tersedak lagi.
Belum sempat Kleo menjawab,
Martin tiba-tiba muncul membawa kelapa muda ditangannya.
"Astaga apa-apan kamu itu, enak aja ngaku-ngaku, lihat tu ada yang cemburu."
"His kenapa sih lo nggak peka banget. Ya gue tahu lo nggak mau sama gue dari jaman nenek moyang lo, setidaknya bantuin gue lepas dari popi. "
"Ditolak ya...!" ejek Rio.
"Bodo ah."
mereka asyik mengobrol. Muka Popi, asyik manyun bae, gara-gara dicuekin sama Martin.
"Ayo kita jalan kesana masak gini aja," ajak Leta.
Mereka foto bersama.
cukup lama mereka bermain air seperti anak kecil, Kleo memutuskan untuk ganti pakaian, karena sudah basah terkena cipratan air.
Kleo sedang duduk sendiri lalu martin mengajaknya selfie.
"Kle, ayo kita pose cute dulu hehe!"
"Nggak bareng sekalian sama yang lain?"
"Nanti lagi."
"Oke!"
__ADS_1
Martin merangkul pundak Kleo.
Dari jauh seseorang sudah pasang muka tidak senang tangannya juga sudah mengepal.
Siapa lagi kalau bukan Betran.
Betran menghampiri mereka. Rio yang sadar akan kedatangan Betran langsung berlari mendekati Kleo dan Martin.
Betran langsung menarik tangan Kleo membawanya pergi entah kemana.
Kleo yang awalnya ingin memaki karena kesal langsung mengunci rapat mulutnya saat tahu siapa yang membawanya dia hanya pasrah dan mengikuti kemanapun Betran membawanya.
"Ya ampun darimana Simonki ini tadi kenapa tiba - tiba dia bisa muncul. Setan aja kalau muncul kadang pakai permisi. La ini asal serobot aja kaya orang kehabisan Stock."
Martin yang ingin mengikuti dicegah oleh Rio.
"Kenapa lo ngalangin gue?"
"Maksud lo apaan, gue nggak ngerti, emang siapa dia?"
"Calon suaminya."
"Hah, jangan ngaco lo!"
"lo tu yang jangan halu, ngimpi dari SMA, bangun lo, cari kek cewek lain, udah kaya nggak laku aja lu."
"Entah, gue nggak tahu juga, kenapa gue belum bisa lupain dia, padahal gue tahu kalau Kleo nggak bisa sama gue, mungkin karena emang belum ketemu yang pas aja dihati."
"Oke bro gue paham."
***
Betran membawa Kleo menaiki mobil menuju kesalah satu vila Betran yang berada didekat pantai.
Dia membawanya kekamar lantai dua, Betran seperti orang kesetanan.
__ADS_1
Dia mendorong Kleo ketempat tidur king size miliknya.
Dengan tatapan tajam Betran menindih Kleo mengunci tangan Kleo,
"Apppa yang mau kamu lakukan."
"Kamu masih bertanya apa yang akan aku lakukan hah?"
Kleo sangat ketakutan, apalagi dengan posisi Betran yang bisa dikatakan sangat intim, karena sebelumnya Kleo tidak tersentuh oleh pria.
"Aku tidak suka kamu dipegang laki-laki, apa kau mengerti?"
Kleo berhasil mendorong Betran hingga Betran terjatuh, dia mengumpulkan semua tenaganya dan keberaniannya.
"Kamu memang bosku, aku memang karyawan yang harus patuh kepadamu saat dikantor, tapi kamu bukan suamiku, apa hakmu melarangku hah, Ada apa denganmu?"
Ucap Kleo yang sudah berkaca-kaca karena rasa takut dan rasa kesal yang dia rasakan selama ini.
Betran berdiri lalu mendorong Kleo kedinding.
"Kamu mau tau?"
"Apa kamu tidak bisa merasakan, bagaimana aku seperti orang gila jika melihatmu dengan lelaki lain, bagaimana aku tidak suka kamu dekat apalagi disentuh oleh lelaki lain, apa kamu tidak paham juga hah?"
Betran Meluapkan amarahnya.
"Ada apa dengannya, apa dia benar-benar menginginkanku?"
"Cup!"
Betran mencium kleo tepat dibibirnya hal yang selalu dilakukannya setiap dia merasa marah.
"Aku mencintaimu Kle." kata itu akhirnya terucap juga kata yang dinantikan Kleo agar dia tidak dikira baper. Kata yang tidak pernah Betran ucapkan kepada wanita lain.
Betran memeluk Kleo mencium keningnya.
"Kenapa jantungku berdebar sangat kencang mendengar kata-kata Simonki ini, apa itu artinya, Aku...."
__ADS_1