
Selesai dengan Lisa Betran masih menelfon Rio, hingga membuat Kleo begitu lama menunggunya dimobil.
Didalam mobil, Kleo hanya diam membuat Betran tidak paham ada apa dengannya.
"Sayang apa kamu ingin sesuatu."
Kleo menggeleng.
"Apa kamu lelah?"
Kleo menggeleng lagi.
"Lalu kenapa kamu diam saja dari tadi."
"Kenapa kamu tadi lama sekali diruangan dokter Lisa?"
Kleo berfikir Betran menanyakan hal macam-macam pada dokter Lisa dan mungkin Kleo juga sedikit cemburu karena selama ini suaminya tidak pernah berdua selama itu dengan wanita kecuali Rosi. wanita ular betina itu.
"Oh jadi karena itu kamu diam saja, sayang aku hanya memberikan sedikit pelajaran padanya."
Betran tahu istrinya sedang cemburu. Kleo menaikkan salah satu alisnya.
"Maksudmu?"
Betran akhirnya menjelaskan pada Kleo, perihal Lisa yang diam-diam menggodanya, saat Kleo tidak memperhatikannya.
Kleo akhirnya mengerti, karena Kleo masih ingat dengan cerita Berlin tentang Yola, serta sikap Betran pada Lili yang mati-matian mengejar Betran.
"Tapi, kenapa saat Rosi menggodamu kamu diam saja."
Betran menghembuskan nafasnya kasar.
Betran akhirnya menceritakan perihal rencananya untuk menghancurkan Rosi dan keluarganya, karena Betran sudah tahu kebusukannya yang pura -pura sakit, perihal Antoni yang korupsi, serta Nellin yang akan selalu membujuk ibunya jika mereka dalam masalah.
Selama satu bulan menemani Rosi, Betran tidak pernah sedetikpun tidur dikamar Rosi, dia bertahan memainkan perannya, meskipun dalam hatinya dia ingin sekali membunuh wanita dihadapannya, Dia selalu menahan emosinya saat melihat tingkah Rosi yang manja yerhadapnya.
Tapi karena kelalaian Betran yang terlalu fokus pada rencana menghancurkan keluarga Baron, Membuat Betran tidak terlalu memperhatikan Kleo, sebenarnya dia hanya ingin segera menyelesaikan masalahnya, tapi sepertinya Kleo telah salah paham, Kleo merasa terabaikan.
Kleo akhirnya meminta bantuan Martin. Sampai suatu hal tidak disadari oleh Betran tentang kehamilan Kleo.
Betran merasa bersalah akan hal itu, karena selalu menganggap istrinya selalu mengerti.
Satu hal yang tidak dipahami Betran bahwa itu bukan tentang pekerjaan tapi kebersamaannya dengan wanita lain yang membuat Kleo benar-benar tersakiti.
Dan pada akhirnya Betran malah tahu kebusukan Rosi yang lain, Setelah dia bisa mengumpulkan bukti kecurangan Baron. Betran sebenarnya masih berencana mengorek informasi dari Rosi tanpa dia sadari, makanya dia masih bersandiwara.
Disaat Betran menyusun rencananya, Kleo malah datang dengan segudang rencananya dan membuktikan kebohongan Rosi sehingga membuat Betran mau tidak mau harus mengakhiri rencananya.
Betran akui, ternyata orang Martin sangat handal dalam hal itu. Karena orang suruhannya belum dapat informasi dia malah lebih dulu mendapatkannya.
Yang lebih mengejutkan dia melihat istrinya yang menjadi singa betina yang mengamuk.
"Tapi kenapa Rio tidak tahu rencanamu."
"Kamu ingat sayang, dia itu aku bayar, tapi sepertinya dia malah bekerja untukmu."
Kleo terkekeh mendengar ucapan Betran.
"Sekarang kamu mengerti aku tidak pernah tergoda pada wanita manapun, karena aku sudah memiliki wanita yang cantik sepertimu nyonya. "
"Aku sangat mencintaimu, suami mesumku."
"Apa kamu bilang?"
"Emangnya apa...?"
Kleo mengingat kembali ucapannya,lalu menutup mulutnya karena keceplosan.
"Sekarang kamu sudah berani ya, kamu harus dihukum sayang,"
__ADS_1
"Emmm.."
Betran melepaskan ciumannya karena melihat istrinya tidak bisa bernafas.
Kleo mengerucutkan bibirnya.
"Selalu saja mesum, dasar singa jantan."
"Hahahahah, apa kamu menggodaku lagi ?"
"Aku ngambek."
"Sejak kapan kamu kalau ngambek harus siaran seperti itu."
"Ihhh menyebalkan."
"Hahahha, tapi kamu sangat cinta sama pria menyebalkan ini kan?"
"Aku mau tidur,"
Kleo sudah menyandarkan kepalanya pada dada Betran.
Asep yang menjadi supirnya saat ini tidak berani berkomentar apapun.
"Tak kusangka Bos dingin itu bisa luluh dan bersikap seperti itu pada nyonya, semoga saja dia tidak kumat."
Dia hanya bisa bergumam dalam hati.
"Sayang tapi kamu sangat keren waktu menghajar Rosi."
Kleo langsung membuka matanya.
"Jadi kamu tahu semuanya?"
"Tentu saja, aku tahu istriku menjadi singa betina, ternyata istriku sangat ganas saat cemburu."
"Dan kamu masih berpura-pura seperti orang bodoh didepanku, baiklah tidur diluar."
"Itu hanya naluri istri saat melihat pelakor didepannya saja."
Ternyata sampai saat ini Betran belum tahu semuanya tentang Kleo.
***
Leo mulai menjalankan pekerjaanya di mall milik Betran.
Dia meminta Nina menjadi sekertarisnya, karena Leo melihat potensi yang Nina miliki. Sementara posisi Fina digantikan orang lain.
"Nina tolong kamu minta rekap laporan keuangan tiga bulan terakhir."
"Baik pak,"
Meskipun Leo tampan dia tidak tertarik, karena sudah ada Rio yang bertahta dihatinya.
Itulah sebenarnya kehidupan kita, wajah tampan dan cantik hanya bonus saja, tapi pemenang hati hanya orang yang beruntung yang memilikinya. (Author)
Leo sendiri tidak pernah tertarik dengan gadis, karena sampai saat ini belum ada yang menggetarkan hatinya, sebenarnya dia masih menantikan seseorang dihatinya tapi dia tidak tahu dia ada dimana sekarang.
Nina mulai mengerjakan tugas pertama dari Leo. Dia menghubungi bagian keuangan untuk menyiapkan laporan yang diminta Leo.
Nina adalah gadis dari keluarga sederhana dia harus berjuang menyelesaikan kuliahnya. dia memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk dibangku SMA.
dia menjadi tulang punggung karena orangtuanya meninggal saat kecelakaan. selama ini dia bertahan bekerja disana meskipun Fina selalu menganiayanya dengan kejam, mengingat dia harus membiayai adiknya.
Nina mulai belajar menjadi sekertaris karena selama ini Fina menjadikannya pelayan meskipun jabatannya sebagai staff administrasi.
Rio berkunjung ke mall atas perintah Betran untuk melihat adik iparnya apakah dia mengalami kesulitan atau tidak.
Dia berjalan menuju ruang Leo.
__ADS_1
"Brukk."
Rio menabrak seorang gadis.
"Maaf pak, saya tidak sengaja,"ucap Nina gemetaran.
"Apakah aku sangat semenakutkan itu, sampai dia gemetaran.
Padahal aku yang tidak lihat kenapa dia yang minta maaf."
"Hem."
Nina lalu mendongakkan kepalanya.
"Deg."
jantung Nina berpacu lebih cepat dari biasanya.
"Bukankah kamu Nina?"
"Ii..ya pak."
"Kenapa aku baru sadar dia semanis ini, kemarin dia sepertinya tidak secantik ini penampilannya juga berubah."
Rio langsung masuk ke ruangan Leo.
"Eh kak Rio ada apa kak?"
"Aku hanya ingin melihat apa kamu mengalami kesulitan atau tidak?"
"Sejauh ini belum sih kak."
"Sepertinya aku akan pulang cepat hari ini."
"Kenapa?"
"Aku belum menemui kakakku, nanti dia pasti akan memarahiku."
"Hahaha, ternyata tidak hanya singa jantan saja yang takut pada Kleo, kamu juga takut."
"Aku hanya malas saja mendengar dia menceramahiku, seperti siaran radio.."
"Hahaha, baiklah terserah kau saja, aku juga mau balik kekantor."
***
Diperjalanan Rio melihat salah satu Anak SMA dikeroyok empat orang preman,hingga babak belur.
Rio lalu memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.
Rio menghentikan mereka.
"Hey, hentikan."
"Siapa kau berani ikut campur. Jika kau ingin kami berhenti berikan dompetmu pada kami."
Rio lalu mengambil dompetnya dan mengeluarkan isinya, lalu melemparkan dompetnya pada preman itu.
"Brengsek kau mau bermain-main dengan kami!"
Bukan Rio tidak tahu maksud mereka tapi dia sengaja.
"Tadi kau minta dompetku kan, aku sudah memberikannya lalu apalagi?"
Preman itu akhirnya marah.
"Hajar dia, teriak salah satu preman."
Rio akhirnya melawan empat preman itu.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Gimana nasib Rio ya.....mau lanjut nggak ni? Ayo kencengin votenya biar bisa crazy up sampai 2000 kata heheheeh...