Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Kopi pahit


__ADS_3

Pagi  cerah, tak secerah hati Loren saat ini. Dia harus sudah bersiap menunggu Martin, karena dia tidak ingin bosnya marah.


"Percuma saja aku kabur dari rumah kenyataannya, aku tidak bisa bebas. Jaman now begini ada perjodohan yang benar saja. Ini lagi malah ketemu bos Stres itu."


"Tin,Tin,"


Suara Klakson mobil mengejutkannya.


"Dasar Bos Stres."


Loren lalu masuk kemobilnya.


"Duduk depan, aku bukan sopirmu."


Martin sangat puas melihat raut wajah kesal milik Loren.Raut wajah itu membuatnya semakin gemas dan ingin terus mengerjainya.


Sampai dikantor Loren berjalan mengikuti Martin. Martin membuatnya berjalan sejajar dengannya. Banyak mata melihat kearah Martin, Ceonya itu tak biasanya berjalan sejajar dengan wanita meskipun itu asistennya.


Meskipun dia dulu sangat mencintai Kleo. Dia tidak pernah sekalipun menceritakan pada Kleo kalau dia punya perusahaan. Ada sedikit penyesalan dihatinya andai dulu dia memberikan pekerjaan pada Kleo mugkin saat ini dia bisa bersamanya.


Hanya karena keegoisannya, dia tidak ingin melihat Kleo nanti menerimanya karena hartanya. Walaupun dia tahu Kleo bukan orang seperti itu. Pemikirannya itu membuat dia kehilangan Kleo.


saat ini dia berusaha untuk melupakan Kleo. Ternyata mengerjai Loren menjadi hiburan tersendiri untuknya.


Sampai dimejanya Martin memintanya untuk membuat kopi.


Selesai membuat kopi Loren mengantarkan keruangan Martin.


Loren masuk keruangan Setelah Martin menyuruhnya masuk.


Martin meminumnya tanpa menyuruh Loren pergi.

__ADS_1


tiba-tiba Martin menyemburkan kopinya membuat Loren gugup entah makian apa yang akan dikeluarkan bosnya nanti.


"Kamu nggak bisa buat kopi ya? coba kamu minum!"


saat meminumnya mata Loren membulat sempurnya.


"Mampus gue,kenapa kopinya pahit banget, gue harus cari akal biar Bos stres ini nggak semakin stres."gumam Loren.


Didepan Martin Loren berusaha untuk menelannya agar dia tidak kena marah.


"Menurutku ini enak, Bapak nggak tahu ya kopi yang bagus itu ya seperti ini rasanya."


Martin mengernyitkan dahi mencerna kata-kata Loren.


"Kamu pikir aku bodoh, berapa sendok tadi kamu memberi kopi pada gelas ini?"


Dengan sikap polos dan bar-barnya itu dia langsung menjawab begitu saja.


"Lalu gulanya?"


"Satu."


"Bagus ya kamu!" Ucap Martin sambil berdiri dari tempat duduknya dan meletakkan  tangannya pada pinggangnya.


"Ganti kopinya!'


Tanpa membantah Loren langsung keluar ruangan untuk membuat kopi baru dan menyerahkan pada Martin.


Loren memutar otaknya bagaimana Bosnya tidak marah. dia mencari OB disana dan bertanya bagaimana cara membuat kopi.


OB itu lalu memberi tahu Loren takaran Kopi yang biasa diminum oleh Martin.

__ADS_1


setelah memberikan kopi  Martin meminumnya, dalam hatinya dia tersenyum, "ini baru pas sesuai selera." Loren akan berjalan keluar tapi Martin menghentikannya.


"Siapa yang menyuruhmu keluar. kamu harus dapat hukuman karna tidak bisa buat kopi nanti kamu harus makan siang bersamaku.


"Hah hanya karena gue tidak bisa buat kopi lo mau menghukum gue?" Loren keceplosan sikap bar-barnya keluar tapi dia langsung menutup mulutnya.


Martinpun dibuatnya melongo dengan ucapan Loren, selama ini tidak ada karyawan yang berani membantahnya. Apalagi dengan bahasa tak formal seperti Loren.


"Saya permisi pak!"


Loren langsung kabur dari hadapan Martin.Diluar ruangan dia memegangi dadanya dan merutuki kebodohannya karena keceplosan berucap.


"Dasar ni mulut ngak bisa diam emang licin kaya landasan bowling. Bisa ditelan hidup-hidup aku  nanti sama bos stres itu"


***


Kleo dan Betran masih terlelap dialam mimpi. Kleo yang bangun lebih dulu berjalan kebalkon menikmati pemandangan dibalkon hotel karena Hotel itu menghadap kearah danau.


"Sayang kamu sudah bangun kenapa tidak membangunkan aku." Sebuah tangan sudah memeluknya dari belakang siapa lagi kalau bukan suaminya.


"Sampai kapan kamu  cuti sayang?" tanya Kleo.


"Kenapa, apa kamu ingin aku selalu dirumah menemanimu?" itulah Betran saat bersama Kleo selalu otak mesumnya yang jalan.


"Bukan begitu, aku kan juga harus kerja!.


Betran mengernyitkan dahinya. Kleo yang paham dengan sikap Betran langsung  menjelaskan pada betran.


"Aku belum mengundurkan diri sayang....."


"Kamu tenang saja, aku akan segera memecatmu.....!" ucap Betran dengan entengnya. Mata Kleo membulat sempurna, Dia sangat kaget karena bukan ini yang diinginnya.

__ADS_1


"Makasih ya buat yang udah like dan komen dukung author dengan vote juga ya biar author rajin upnya.


__ADS_2