
Sebuah pesta pernikahan dengan dekorasi yang sangat mewah. Mempelai pria sudah menunggu diatas Altar menunggu sang mempelai wanita, suasana bahagia terpancar dalam senyum setiap orang yang menghadiri pesta.
Tatanan dalam gedung yang begitu indah dengan nuansa putih. Meja tersusun rapi dalam gedung hotel yang sangat besar. hanya tamu istimewa saja yang mendapat undangan untuk bisa datang kepesta itu.
Tak lama kemudian mempelai wanita mulai memasuki gedung dengan gaun warna putih yang menjuntai. Gaun yang begitu pas dibadannya terlihat sangat indah dipakai pemiliknya.
Sebuah janji suci mulai diucapkan, ikatan pernikahan yang akan dijalani dalam keadaan suka maupun duka.
Nampak Sela menangis, dia terharu dan bahagia, akhirnya putrinya akan menjadi milik suaminya. sungguh Sela sangat menantikan momen ini dimana dia melihat anaknya menjadi seorang pengantin, hingga dia sendiri tidak peduli tentang pandangan orang terhadapnya.
Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya semenjak kepergian suaminya, dia sangat bersemangat menjodohkan anak-anaknya karena dia ingin anak-anaknya mendapatkan orang yang tepat.
"Mam, "ucap Dave.
Sela langsung menghambur kepelukan Dave.
"Mami sangat bahagia Dave, sangat-sangat bahagia."
"Tenanglah Mam, kenapa Mami seperti ini lihatlah Lovelyku dia sangat bahagia, kelak dia akan sangat berterimakasih pada Mami karena memilihkan orang yang tepat untuknya."
"Dave." Sela semakin tersedu mendengar ucapan putranya.
"Its, oke Mam, tenanglah."
***
Betran sudah siap dengan jas yang membuat ketampanannya semakin terlihat.
Sebelum berangkat Betran sengaja memberikan bunga untuk istrinya.
"Sayang kamu semakin cantik aku jadi ingin mengulang momen pernikahan kita."
"Setiap hari kamu juga sudah mengulangnya sayang."
"Tapi sayang bisakah kamu mengganti bajumu, ini terlalu terbuka sayang ,bukankah kau tidak menyukai pakaian terbuka?"
Kleo sudah memasang wajah ganas menurut Betran.
"Kamu melarangku."
"Astaga kenapa dia jadi menyeramkan begitu, Betran kau harus sabar singamu sedang dalam keadaan on."
"Bukan begitu sayang aku hanya tidak ingin orang lain melihat tubuh indahmu itu."
"Jadi maksudmu aku harus memakai gaunku ini saat diranjang saja begitu."
"Ya Tuhan bagaimana aku mengatakannya jika dia seperti itu, dia bisa memakanku."
"Baiklah terserah padamu saja sayang."
__ADS_1
"Mengalah lagi, oh aku benci keadaan ini , demi anakmu Betran."
Betran selalu bermonolog sendiri.
Mereka akhirnya berangkat menuju tempat Sela.
***
Sampai ditempat pesta Betran melihat Sela menangis dipelukan Dave. Betran dan Kleo segera menghampirinya.
"Mami."
Sela menoleh karena merasa ada yang memanggilnya dan dia sangat hafal dengan suara putra keduanya itu. Dave merasa sedikit canggung tapi tidak ada yang menyadarinya. Sebenarnya Dave masih teringat tentang bagaimana dia dan Martin menyukai orang yang sama.
"Hei boy, kau terlambat lagi."
"Maaf Mami, aku harus membelikan keinginan anakku dulu, jadi aku terlambat."
Melirik Kleo, yang dilirik tersenyum paksa.
"Maaf Mami tadi tiba-tiba aku ingin makan es krim, jadi kami mampir dulu makan es krim."
"Baiklah, tak apa sayang, apa cucu mami sehat."
"Sangat sehat Mami."
"Sudah berapa bulan?"
"Sudah memasuki bulan ke sembilan."
"Tentu mam."
"Kenalkan ini Ana calon menantu Mami."
"Hai kak, kakak sangat cantik." puji Ana pada Kleo.
"Kamu juga sangat manis dan cantik. wah sepertinya akan segera ada pesta kedua."ucap Kleo.
Mereka semua akhirnya tertawa mendengar ucapan Kleo.
"Baiklah boy, ambilkanlah makanan untuk istrimu, mami harus menemui besan mami oke."
"Yes Mam."
"Betran mengajak Kleo menemui pasangan pengantin baru itu."
"Aku tinggal dulu ya Ana pak Dave." ucap Kleo.
"Sayang jangan menggoda calon pengantin."sahut Betran.
Ana dan Dave hanya tersenyum.
Betran dan Kleo berjalan menuju tempat pengantin berada.
__ADS_1
Kleo mengucapkan selamat pada Reina. Saat Kleo ingin menjabat tangan Martin Betran segera menjabat tangan Martin.
"Aku yang mewakili istriku."
Reina sampai melotot tidak percaya, inikah kak Betran.
"Aku tidak percaya kak Betran bertingkah konyol seperti itu, aku punya kartu as sekarang hahahhahah."gumam Reina.
"Cih posesif." ucap Martin.
Tangan Betran mengepal kuat. Betran sudah hampir mengucapkan kata andalannya "Bocah sialan".Tapi Kleo langsung menggandeng lengannya dan melotot padanya.
"Sayang, aku haus ayo kita minum."
"Kami permisi dulu, sekali lagi selamat semoga langgeng sampai kakek nenek."
Reina hanya tersenyum.
Sampai ditempat minum Kleo langsung memberikan siraman jiwa untuk suaminya itu.
"Sayang, apa kamu ingin mengacaukan pesta adik temanmu, itu tidak baik sayang, dalam pesta seorang teman kita harus membuat nyaman bukan menjadi kuman yang memancing keributan..."
Kleo sudah berjalan meninggalkan Betran setelah mendapat minuman ditangannya.
Betran menyusul Kleo duduk, dia membawa beberapa kue yang baru diambilnya.
"Lihatlah sayang, temanmu sangat bahagia, apa sebagai sahabat kamu harus membuat keributan."
"Aku tidak suka bocah sialan itu dia selalu saja caper padamu."
"Apa kamu masih cemburu padanya yang sudah menikah, cemburumu itu tidak beralasan, seharusnya kamu menunjukkan padanya kamu bisa menjagaku, bukan membuat suasana tidak bersahabat, kamu belum mengenalnya dia orang yang baik sayang, dia tidak, sombong,dingin ataupun kejam seperti...." ucapan Kleo terhenti.
"Siapa hem...suami tampanmu ini? tentu saja aku berbeda tidak mungkin aku sama dengan bocah sialan itu."
"Baiklah sayang kamu sangat berbeda dengan dia, bahkan sangat berbeda, dan entah kenapa, aku bisa jatuh kedalam orang yang sangat sombong ini."
"Jeder."
Lagi-lagi Betran menelan ludahnya kasar karena Kleo sudah siap memakannya.
"Anakku sayang kamu harus sabar saat berurusan dengan orang sombong, kamu harus lebih sombong lagi oke."
"Hey kenapa kau mengajarinya seperti itu?"
"Bukankah kamu menginginkannya sepertimu?"
"Hey bukan itu maksudku."
Kleo langsung memakan kue dipiring Betran buat bodo dengan ucapan Betran.
"Ck, dasar singa betina menyebalkan."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like dan komentnya ya... hehe salam hangat dari Author, Aku selalu baca komen kalian
makasih banyak semuanya atas dukungannya ....................