
Hai kakak-kakak, jangan bosan ya akan segera author selesaikan masalah Betran sama Kleo. maaf kak bab ini aku revisi kemarin nulisnya sambil ngantuk ternyata banyak yang tidak sesuai maaf ya....
Kleo bangun lebih pagi dari biasanya, dia melihat Betran masih terlelap dalam tidurnya.
Kleo lalu menyiapkan sarapan, lalu berangkat kekantor mendahului Betran. Dia tidak membangunkan Betran.
Betran yang sudah terbangun merasa ada yang kurang tidak mendapati istrinya ditempat tidur.
"Sayang."
"Kenapa Kleo tidak ada, tidak biasanya dia tidak membangunkanku."
Seperti biasa dia langsung mandi sarapan berangkat kekantor hanya sekedar absen saja, setelah itu dia kerumahsakit. Seperti tidak ada yang terjadi. Dia selalu berfikir Kleo akan mengerti.
Hingga tak terasa sebulan waktu telah berlalu. Rencana bulan madu Betran juga tertunda karena kesibukannya menemani Rosi. Betran tidak menyadari tindakannya telah melukai orang yang dicintainya. Karena keinginan Rosi tidak ingin memberitahu orangtuanya dengan alasan membuat orangtuanya sedih terpaksa Betran yang mengurus semuanya.
Dia telah melupakan tanggung jawabnya untuk membahagiaakan orang yang dicintainya.
***
Diruangan yang penuh berkas Kleo termenung hingga menjelang makan siang Kleo tidak berselera makan wajahnya terlihat pucat. Semenjak Betran mengabaikannya selera makannya hilang begitu saja. Rasa sakit yang menyelimuti hatinya membuat otaknya tidak bekerja. Lelah dengan keadaan tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Ada rasa rindu pada Betran meskipun sering melewati malam panjang diranjang yang sama tapi dia tidak bisa merasakan kehangatan Betran lagi. Sikap mesum dan posesif yang selama ini menemaninya bagai debu yang hilang diterpa angin tak bersisa.
Air mata itu lolos dengan sendirinya, meluapkan rasa sesak dihatinya, menggambarkan sosok istri yang penuh kerinduan, mewakili kesendiriannya, rasanya dia terjatuh kelubang yang gelap setelah mendapat sinar kebahagiaan, terhempas ketika sudah terbang tinggi, luka yang tidak pernah dirasakan sebelumnya.
"Ayah inikah alasanmu melarangku untuk berpacaran, apakah ini yang kamu khawatirkan, agar aku tidak merasakan sakit ini, agar aku tidak merasakan kecewa?"
"Hiks, hiks, hiks."
Kleo yang mendengar suara pintu diketuk langsung menghapus air matanya memperlihatkan sosok wanita yang tegar dan kuat.
"Hai Kle, ayo kita makan siang, gue yang traktir."
"Aku sedang tidak berselera.."
Mendengar jawaban Kleo dan melihat wajah cantik yang pucat itu, Rio merasa khawatir dengan kondisi Kleo.
"Kle, kamu sakit?"
Kleo hanya menggeleng.
"Kamu ingin makan sesuatu?"
Kleo hanya menggeleng lagi.
__ADS_1
"Rio, aku pulang saja kepalaku pusing."
Kleo berdiri dari tempat duduknya mengambil tas warna putih kesayangannya. Tapi seketika itu ruangan itu menjadi gelap dan dia tidak tahu lagi apa yang terjadi.
Rio yang panik langsung membawanya kerumahsakit terdekat.
Disinilah dia sekarang diruang IGD menjalani pemeriksaan.
Rio yang panik tidak memberi kabar pada Betran dia harus memastikan Kleo baik- baik saja agar tidak dimangsa singa jantan karena dianggap tidak becus menjaga betinanya.
Setelah pemeriksaan dokter di IGD, dokter menyarankan untuk memeriksakan Kleo kedokter kandungan untuk memastikan dugaannya.
"Semoga bapak akan mendapatkan kabar baiknya?"
Ucap dokter itu pada Rio. Rio hanya tersenyum.
Rio akhirnya mengantar Kleo kepoli kandungan. Banyak dugaan dipikiran Rio. Tapi dia tidak menunjukkan didepan Kleo. Sebagai orang ternama dan sudah dikenal orang-orang penting tidak sulit bagi Rio untuk bisa segera mendapatkan pelayanan.
Rio menemani Kleo saat pemeriksaan, sementara Kleo hanya pasrah saja dia tidak bertanya atau berkomentar apapun. Seperti raga tak bernyawa.
Rasa sesak kembali menyeruak teringat foto suaminya yang begitu dekat dengan Rosi. Tubuhnya yang begitu lemas bercampur rasa sakit hatinya membuatnya bungkam. Baginya itu adalah mimpi buruk yang telah merusak hidupnya.
"Selamat pak istri anda Hamil dan sudah jalan tiga minggu."
Tebakan Rio benar meskipun dia tidak berpengalaman sedikit banyak dia tahu tentang wanita, dia ikut merasakan kebahagiaan, tampak senyum terukir diwajahnya.
Diluar ruangan Rio bergegas menghubungi Betran untuk memberitahukan kabar baik ini.
"Bang Betran pasti senang sekali Kle, sianga jantanmu itu pasti akan selalu meledekku dengan keberhasilannya, apalagi dengan senjata tokcernya yang sudah berhasil itu dia pasti tambah senang melukai jiwa jombloku ini, tapi tidak papa demi keponakanku aku akan memberitahukan kabar baik ini."
Rio tidak ingin ambil pusing dengan kebungkaman Kleo dia berusaha untuk menghiburnya, dan mengeluarkan ponsel dari saku jas mahalnya, hingga suara Kleo menghentikannya
"Rio, tolong jangan beritahu dia."
Rio mengernyitkan dahi, bingung dengan apa yang Kleo katakan.
"Tapi kenapa Kle, dia berhak tahu, dia ayahnya?"
"Untuk apa, dia sedang sibuk mengurus wanitanya."
"Deg,"
Rio merasa iba dengan keadaan Kleo saat ini, orang pertama yang harus mendengar kehamilannya tidak ada bersamanya. Dia terikat dengan janji balasbudi pada dirinya sendiri. Rio memilih pergi tidak tega melihat Kleo.
"Aku akan menebus vitamin dulu nanti aku akan mengantarmu pulang."
__ADS_1
Rio yang tidak fokus pada jalan tubuhnya terbentur orang lain.
"Bruk!"
Rio menabrak seseorang. Rio terkejut saat melihat siapa yang ditabraknya.
"Tante, sedang apa disini?"
"Rio,..aku hanya mengecek kesehatan saja."
Tampak wanita paruhbaya itu sama terkejutnya.
Melihat wanita paruhbaya seperti tidak papa dan tampak santai tentu saja jiwa keponya meronta, tidak mungkin seorang ibu bisa setenang itu jika anaknya sakit.
"Bagaimana keadaan Rosi tante?"
"Memangnya Rosi kenapa?"
"Bukannya Rosi sakit tante, dan saat ini melakukan perawatan untuk operasi jantung?"
"Hahaha kamu jangan bercanda Rosi masih diluar negeri dia baru kembali bulan depan?"
"Tapi.."
Rio tidak melanjutkan kata-katanya, dia mencerna kata-kata yang disampaikan wanita itu.
"Tante aku pamit dulu aku buru- buru."
Rio langsung teringat tindakan Betran memang sudah kelewatan, dia mengabaikan pekerjaan kantor, menyerahkan semua pekerjaan padanya, bukan itu yang dipermasalahkan oleh Rio ternyata dia sudah mengabaikan istrinya.
Rio menghubungi seseorang untuk menyelidiki tentang Rosi. Dia mulai paham dengan situasi yang terjadi tapi dia harus memastikan kebenarannya.
Dia baru menyadari kalau ucapan Rosi bukanlah bualan semata.
Rio bergegas mengantarkan Kleo pulang dan kembali kekantor.
Kleo masuk kekamar, tubuhnya masih lemas tapi dia seakan tidak peduli lagi dengan dirinya sendiri, tapi hati kecilnya tidak mengijinkan dia berbuat sesuka hati, ada kehidupan lain dalam dirinya bagaimana dia bisa mengabaikannya, dia harus kuat demi anaknya.
Kleo pergi kedapur membuat jus untuk mengisi perutnya. Dia tidak berselera makan setidaknya segelas jus membuat tubuhnya terisi energi. Selesai minum jus alpukat. Kleo kembali kekamar merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lemas. Memandang langit - langit kamar sembari mengusap perutnya.
"Sayang bantu Ibu agar Ibu lebih kuat, agar ibu bisa menjagamu. meskipun Ibu lelah dengan ayahmu, tapi ibu tidak akan pernah mengabaikanmu."
Lagi-lagi Kleo menangis dalam kesendiriannya.
(Sabar ya Kle, Author jadi ikut sedih ni)
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like komennya ya ...🌸🌸🌸🌸
***