
"Sayang sini dengan oma."
"Tidak dengan Opa saja Sayang. Ayo, sini kita bermain bola."
Orang tua Betran sangat senang sekali mereka terhibur karena Axel akan menginap di rumahnya untuk beberapa hari. Kleo pulang waktu sudah malam, mereka akan meninggalkan Axel kembali saat bekerja.
Betran sudah memulai rencananya. Dia sengaja menitipkan Axel pada Bernard. Betran percaya Ayahnya akan menjaga anaknya dengan baik. Meskipun Bernard tidak tahu alasan Betran yang sebenarnya, dia percaya sepenuhnya pada Betran.
Betran juga sudah menyiapkan Bodyguard yang tentunya keahliannya pasti tidak tertandingi. Orang terpilih yang diperintahkan Betran merupakan orang-orang terpilih, baik wanita maupun pria.
Bodyguard itu adalah orang-orang Betran yang yang sudah bertahun-tahun menjaga keluarga Bernard.mereka menjaga dari waktu Betran masih kecil hingga sekarang digantikan oleh anak-anaknya.
"Aku sangat senang, Kleo bisa merubah sikap Betran, semua salahku, andai saja aku tidak membela Baron, Betran tidak akan dingin padaku. " ucap Wina.
"Sayang kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, itu karena kamu terlalu baik, dan aku bangga memilikimu istri yang baik hati dan penyayang sepertimu. "Sahut Bernard.
"Tapi aku tidak bangga memiliki ibu lemah, dan merelakan nyawa suaminya untuk adik yang haus harta. " sahut Betran yang tiba-tiba muncul.
Kleo yang masih dibelakang Betran langsung mendekat mendengar teriakan suaminya.
Dia langsung mengambil Axel dan memberikan pada pengasuhnya, agar segera menjauh dari ruangan tersebut.
__ADS_1
"Betran Ibu minta maaf. "
"Apa minta maaf bisa mengembalikan nyawa Ayahku jika aku datang terlambat, apa minta maaf bisa membuat adik kesayanganmu bertobat, bahkan sampai sekarang, mereka tidak berhenti untuk mengusik keluarga kita. "
"Betran cukup, jangan selalu menyalahkan ibumu. " ucap Bernard.
"Kenapa, Ayah masih mau membelanya? Terserah, kali ini aku tidak bisa tinggal diam, jika kamu masih ikut campur, jangan anggap aku anakmu. "
"Betran ibu mohon hentikan dendam diantara kalian. "
"Berhenti katamu, cih kamu memang tidak berubah, selalu membelanya, bagaimana aku bisa berhenti jika dia berniat menculik anakku dan merebut hartaku, apa kamu juga akan memberikan cucumu secara suka rela seperti kamu memberikan nyawa suamimu, jika itu maumu, mulai sekarang, anggap saja kita tidak saling mengenal."
Betran berlalu meninggalkan mereka. Kleo juga merasa takut kali ini sifat monsternya membuat Kleo benar-benar takut. Dia baru kali ini melihat Betran tak terkendali.
"Ayah, ibu Kleo susul Dia dulu. "
Bernard hanya mengangguk, dia menenangkan istri tercintanya.
mendengar ucapan Betran, Bernard bungkam, dia tidak lagi membela istrinya, jika hanya nyawanya dia mungkin masih menahan amarah demi istrinya, tapi jika sampai menyentuh anak dan cucunya, jangan harap Bernard akan diam. Dia tidak habis pikir, Mereka masih berani berulah setelah apa yang terjadi.
Bernard melepaskan pelukannya pada Wina, Dia beranjak berlalu pergi tanpa berkata apapun. Sangat sakit melihat istrinya yang terlalu baik menangis, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan anaknya karena Baron sudah melewati garis batas kesabarannya.
__ADS_1
"Sayang." panggil Wina.
"Semua terserah padamu, kali ini aku setuju dengan Betran. Sepertinya dulu aku terlalu baik, higga dia ingin menginjak kepalaku sekali lagi."
"Semua ini salahku, aku menelantarkan anakku sendiri, sekarang dia membalasku. " Wina masih duduk sendirian saat semua orang sudah pergi meninggalkannya.
***
Sementara ditempat lain Kleo masih berusaha menenangkan Betran agar tidak menghancurkan rumahnya.
Kleo tidak menyangka Betran bisa sekejam itu pada orangtuanya, tapi dia juga tidak mau buruk sangka, pasti hal yang dilalui suaminya tidak mudah hingga dia seperti itu. Selama ini yang dia tahu Betran adalah pribadi yang hangat dan penyayang.
" Sayang mungkin Ibu hanya tidak tega, bagaimanapun juga wanita selalu lemah dengan perasaan."
"Cukup Kle, kamu tidak perlu membelanya. bukankah dulu dia bilang tidak akan ikut campur?Dia pikir aku bayi yang akan luluh jika dirayu, Saat semua orang akan kehilangan nyawanya dia masih membelanya, bukankah itu gila?"
"Ya itu bukan fitrah manusia, ini sudah menyangkut nyawa kenapa dia bisa setenang itu, padahal ibu orang yang paling lembut hatinya. "
"Aku juga merasa ada yang aneh. "
"Tunggu dulu, sepertinya kita melewatkan sesuatu. kenapa ibu kali ini mengungkit masalalu, diakan tidak tahu tujuan kita menitipkan Axel?itu bukan sifat dia jangan-jangan ...."
__ADS_1
______________________________________________________________________________________
Apa yang terjadi ya.....penasaran ayo likenya jangan lupa.....................