Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Kleo usil


__ADS_3

Martin mulai sibuk dikantornya, dia mulai berkutat dengan laptopnya.


Sekertarisnya datang memberikan berkas.


"Maaf pak ini ada berkas yang harus ditandatangani."


"Letakkan diatas meja!"


"Baik pak."


Sikap Martin sangat berbeda ketika dia bersama Kleo mungkin karena Kleo adalah sahabatnya, Dia sangat tegas kepada bawahannya. karena dia baru saja mewarisi perusahaan ayahnya. setelah lulus kuliah sama seperti Kleo yang baru bekerja.


Saat itu dia memang tidak bisa menolong Kleo karena dia juga baru dalam memimpin perusahaan.


Loren masih berdiri, menikmati ketampanan Martin.


"Ada lagi?"


"Ssudah pak, permisi!"


Loren sangat gugup, sampai diluar dia mengelus dadanya.


"hampir saja ketahuan. Untung aja gue langsung peka. Tampan sih tapi ampun sikapnya Kaya es kutub."


Loren gadis supel dan periang mudah akrab dengan orang lain, sangat teliti dalam pekerjaan.


Dia meneliti berkas dari perusahaan terbesar dikota itu. Perusahaan Richardgroup yang akan menjadi Investor diperusahaan Martin.


***


Kleo meminta ijin terlambat kekantor karena kemarin tidak jadi bertemu Tiara dia memutuskan untuk berkunjung kebutiknya.


Kleo memberitahukan Betran agar tidak menjemputnya.


"Permisi saya ingin bertemu BuTiara."


"Hai Kle!"


Tiara sudah menyapa duluan.


"Wah butik kakak sangat besar, apa tidak butuh karyawan lagi, biar aku bekerja disini."


"Kamu bisa saja, bukankah diperusahaanmu bekerja gajinya sangat besar, kamu masih ingin menjadi karyawan dibutik kecil ini?"


"Kakak, kamu selalu rendah hati!"


"Maaf ya kak, kemarin Kleo ada acara mendadak, jadi batal ketemuannya!"


"Iya, nggak papa, ayo kita duduk dulu!"


Mereka duduk diruangan Tiara lantai dua.


"Apa bosmu itu berulah lagi?"


"Mata Kleo langsung membulat, karena dia baru ingat dia pernah cerita yang bukan-bukan tentang Betran.


"Ya begitulah, dia sudah berubah."


"Tunggu dulu, apa jangan-jangan kamu jatuh cinta lagi sama dia?"


Wajah Kleo langsung memerah.


"Jangan bilang apa yang aku katakan itu benar ya?"


Kleo hanya mengedipkan matanya.


"Tukan kualat kamu, suka ngatain orang malah jatuh cinta sama dia."


"Sudah ah jangan bahas aku, aku malu tahu, aku kesini mau membicarakan masalah pernikahan ayah dan mama Lidia."


"Aku sudah menyiapkan bajunya meski hanya dihadiri orang terdekat aku ingin mama terlihat cantik."


"Aku percaya padamu kak, kamu yang terbaik."


"Yaudah kak aku kerja dulu ya?"


Diruangan Kleo Betran sudah menunggu.


Kleo membuka pintu ruangannya dia terkejut melihat Betran.


"Kok disini?"


Dengan wajah tak bersalahnya Kleo menyapa Betran.

__ADS_1


Betran dengan wajah kulkasnya mendekat kearah Kleo, Dia memutar badan Kleo melihat Kleo dari ujung kepala sampai kaki.


"Ada apa, kenapa melihatku seperti itu?"


"Ternyata masih utuh."


"Astaga, emangnya aku dipotong-potong apa, kaya ayam aja?"


"Dari mana kamu kenapa terlambat?"


"Aku bertemu kakakku yang aku ceritakan kemarin!"


"Laki-laki atau perempuan!"


Melihat wajah Betran yang mulai curiga. Timbul ide usilnya untuk mengerjai Betran.


"Dia lelaki sangat tampan aku sampai terkagum padanya."


Betran sudah mengepalkan tangannya.


Melihat Betran yang sudah tersulut emosi, Kleo malah semakin gencar memprovokasinya.


"Dia itu benar-benar lelaki idaman, wanita yang dekat dengannya pasti langsung jatuh cinta, sudah tampan,perhatian, ramah lagi."


Ucapan Kleo benar-benar membuat Betran berapi-api.


"Tapi sayang, aku tidak ditakdirkan jadi kekasihnya, kalau dia bukan kakakku aku pasti sangat mau jadi kekasihnya."


Betran sudah mendorong tubuh Kleo kedinding ruangan itu. wajah Betran kini berada tepat didepan wajah Kleo.


"Kamu semakin berani padaku ya, beraninya kamu memuji Pria lain didepanku."


Kleo masih diam.


"Katakan sekali lagi, apa yang kamu bilang tadi!"


Kleo tidak takut sama sekali, malah tawanya pecah seketika.


"Hahaha, ternyata kamu lucu sekali ya kalau cemburu, aku jadi makin cinta sama kamu!"


Kleo langsung menutup mulutnya karena keceplosan mengakui perasaannya pada Betran.


Betran akhirnya tersadar kalau Kleo mengerjainya.Tapi dia akhirnya tersenyum.


"Aaaku...!"


"Cup!"


Betran sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya untuk menciumnya setelah melepaskan ciumannya.


Betran tersenyum puas.


"Ihhhh kamu curang selalu seperti itu,dasar mesuuuuuummmmm."


"Tapi kamu suka kan."


Wajah Kleo langsung merona seperti tomat.


"Aku keruanganku dulu nanti aku kesini saat jam makan siang, kita makan siang diluar."


Setelah kepergian Betran .


Seseorang mengetuk pintu ruangannya.


Dia masuk setelah dipersilahkan masuk.


"Buk ini data yang ibuk minta kemaren."


"Iya tolong letakkan diatas meja."


"Permisi bu!"


"Ya!"


Kleo mulai meneliti satu persatu berkas tersebut. Ternyata memang banyak kejanggalan yang dia temukan.


Penggelapan dana terjadi sampai diperusahaan cabang yang baru dibuka.


"Ya Tuhan kenapa bisa sampai seperti ini!"


Kleo lalu pergi keruangan Rio membawa semua Berkas.


Kleo masuk setelah Rio mempersilahkan masuk.

__ADS_1


Betran yang sempat melihat Kleo masuk keruangan Rio mulai merasa cemburu.


"Rio, ini sungguh mengejutkan, penggelapan dana tidak hanya terjadi diperusahaan pusat, tapi berakar sampai keperusahaan cabang.


"Ini sungguh diluar prediksiku, kita harus segera memberitahukan kepada bang Betran."


"Apa yang tidak kutahu!" Tanya Betran yang tiba-tiba muncul."


Betran mendekat kearah Kleo dan Rio, dia duduk tepat disamping Kleo.


Kleo dan Rio lalu menjelaskan semuanya pada Betran.


"Berani sekali orang ini, siapapun orangnya, aku akan menghancurkannya."


Tangan Betran sudah mengepal kuat.


"Baiklah sekarang dengarkan aku."


Betran lalu menjelaskan tentang rencananya Kleo dan Rio sampai melongo, mereka kagum akan kecerdasan Betran.


"Kamu memang keren bang."


Ucap Rio.


"Iya kamu hebat banget."


Betran yang mendengar Kleo mengaguminya mulai tersenyum usil.


"Benarkah sayang!" Betran meraih pinggang Kleo.


"Astaga , kalian itu nggak tahu apa ada jomblo disini?"


Rio keluar ruangan dengan kesal karena tidak mungkin dia mengusir mereka diluar Ruangan Rio merepet sepanjang jalan.


"Dasar mesum, kalau mau mesraan kenapa harus diruanganku, gue kan jadi pingin punya pacar, jiwa jomblo gue tersiksa lihat tontonan geratis."


Diruangan Rio Kleo dan Betran tertawa bersama.


"Hahaha, ini gara-gara kamu sayang, kasihan Rio tahu."


"Ayo keruanganku?"


Betran langsung menarik tangan Kleo keruangannya.


"Sayang kita lanjutkan disini ya?"


"Ngapain?"


Betran menaik turunkan alisnya.


"Sayang kamu jangan macam-macam ya, ini dikantor."


"Baiklah ayo kita pulang."


"Nggak kamu selalu cari kesempatan."


Kleo berlari keluar ruangan, diluar dia berjalan terburu-buru. Takut kalau Betran mengejarnya.


"Bruk!!"


Kleo menabrak seseorang.


"Maaf!" ucap Kleo.


Pria itu lalu tersenyum.


"Siapa namamu?"


Sebelum Kleo menjawab, Pria itu sudah mengambil tangan Kleo dan akan mencium tangannya."


"Maaf, Anda ini tidak sopan ya, Saya bukan wanita seperti yang anda pikirkan!"


"Hahahaha!


Pria itu tertawa lebar, dia seperti mendapatkan hadiah yang dia inginkan.


Kleo heran dengan sikap pria itu.


"Sudah ku duga, kamu memang berbeda."


"Bolehkah kita berkenalan?"


Hai para readers, salam hangat dari Betran dan Kleo.Jangan lupa like dan komen ya....❤❤❤😉

__ADS_1


__ADS_2