Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Sedikit pencerahan


__ADS_3

Martin yang sudah lelah dan buntu mencari tahu tentang Loren.


1 minggu kemudian,


Martin yang sedang menikmati hari liburnya tidak ingin pergi kemanapun akhirnya memilih untuk menghabiskan waktu dengan menonton TV dan berkebun dihalaman depan rumahnya membantu mamanya menata bunga.


"Martin, nanti siang mama akan mengenalkan kamu dengan anak teman mama, ingat tidak ada penolakan."


"Hem."


Mamanya heran dengan anak sulungnya, biasanya dia akan mencari seribu alasan untuk menghindar, tapi kali ini dia terlihat pasrah dan penurut bukanlah sikap yang biasa dia tunjukkan,melainkan ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Ada apa?ini bukan kamu?"


Martin menghela nafasnya."Entahlah, aku tidak tahu, hanya saja aku seperti kehilangan semangat."


"Apa kamu sakit?"


"Tidak ma aku tidak sakit, mungkin sedikit lelah saja."


Martin beranjak keruang kerjanya.


Dia duduk termenung, bayangan Loren selalu menari-nari dalam pikirannya.


Ada perasaan hangat mengingat Loren ketika marah, baginya itu adalah hal yang sangat menggemaskan.


"Kemanakah kau gadisku?"


Martin menyebutnya gadisnya nggak salah kapan dia jadian wkwkwk(Author)


"Dert,dert."


Telfon martin bergetar.


"Apa kau sudah menemukannya?"


"Iya Bos."

__ADS_1


"Temui aku ditempat biasa."


Martin langsung memutuskan sambungannya. Dia bersiap untuk menemui orang yang menelfonnya tadi.


Dia tidak sabar dengan apa yang didapat orang suruhannya.


***


Pagi hari Betran dan Kleo sudah sampai dikantor, mereka akan memulai lagi aktingnya. Kleo langsung bergegas masuk, keruangannya sementara Betran menyempatkan diri berbasa-basi menyapa Yola.


"Yola tolong buatkan aku kopi dan antarkan keruanganku."


"Baik Pak, akan segera saya antarkan." dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.Tentu dia merasa senang karena tujuannya memang mendekati Betran. Dia mendapatkan kesempatan lagi setelah selama ini Betran melarangnya masuk keruangannnya.


"Cih dasar jalang kau tidak tahu , aku akan menghancurkanmu,"


Betran tersenyum tipis karena tidak ingin sandiwaranya terbongkar.


Ponsel Betran tiba-tiba berdering.


"Hallo."


"Temui aku ditempat biasa."


Yola datang membawakan kopi keruangan Betran. Dia masuk setelah dipersilahkan masuk.


"Apa ada lagi yang dibutuhkan pak?"


"Cukup itu saja, aku akan keluar sebentar menemui temanku, suruh tunggu sebentar jika klienku datang!"


"Apa perlu saya suruh Pak Rio untuk menghandle."


"Tidak perlu."


Betran langsung berjalan keluar sebelum Yola keluar. Dia sengaja melakukannya, tidak mengunci ruangannya.


Betran juga sudah mengirim pesan pada Rio untuk mengawasi Yola.

__ADS_1


Betran menemui orang suruhannya.


Dia berada diruangannya dicafe miliknya.


"Brengsek." suara Betran menggema diruangan itu sikap Betran yang mulai lembut karena kehadiran Kleo, kini kembali meradang. Betran adalah tipe orang yang tidak mudah memaafkan dengan yang namanya penghianatan.


"Sepertinya Ayahku terlalu baik padanya tapi tidak denganku."


Betran tidak habis pikir, Ayahnya ternyata sudah mengetahuinya tapi tetap diam saja.


"Baiklah ayah, karena sudah kau serahkan padaku,maka semua harus ikut dengan aturanku. Kita akan mulai bermain dengannya, wanita licik itu akan menerima akibatnya."


Dikantor, Yola mulai menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Dia mulai mencari berkas-berkas penting dimeja Betran seperti yang telah dia rencanakan. Dia akan segera mendapatkan apa yang dia inginkan.


Dia akhirnya menemukan laporan data keuangan perusahaan yang diincarnya selama ini. Segera dia bergegas keluar dan menuju tempat sepi untuk menelfon seseorang.


"Aku mendapatkannya."


"Bagus Sayang, sebentar lagi kita akan mencapai impian kita. Aku sudah tidak sabar menunggu kehancurannya."


"Iya sayang aku juga sudah tidak sabar melihat kehancurannya ,tidak sia-sia aku menunggu selama ini."


Rio yang dari tadi mengawasi Yola mengetahui semuanya.


"Cih dasar ular betina."


Tidak berapa lama Klien Betran datang, maksudnya Klien pura-pura, karena Betran bermaksud tidak membuka kerjasama selama 2 hari untuk menyelesaikan masalah perusahaannya.


Tio sudah pergi dari persembunyiannya, Yola langsung bergegas saat melihat tamu datang dan mempersilahkannya duduk untuk menunggu Betran.


Betran, menyuruh seseorang yntuk mengumpulkan buktinya dan akan segera menjebloskannya kepenjara, tapi sebelum itu dia akan membuat lawannya, tidak berdaya. Betran sangat kejam jika sudah menyangkut kepercayaan.


Betran lalu menghubungi Rio agar memantau Yola. Betran juga memberitahukan pada Yola meeting dengan Kliennya dia serahkan pada Yola dengan alasan ada kepentingan dan dia tidak bisa kekantor lagi. Agar Yola semakin percaya Betran membebaskan Yola untuk memakai ruangannya.


Betran menyuruh Rio untuk menarik seluruh sahamnya di beberapa perusahaan yang disebutkan Betran.


""Kenapa tiba-tiba semua saham diperusahaan Toni ditarik?"

__ADS_1


Gumam Rio yang masih belum paham.


"Halo


__ADS_2