
"Jangan terlalu bodoh dan lemah jika mencintai seseorang."
Lili mendongak melihat siapa orang yang telah menegurnya.
Seorang Pria memberikan sapu tangan untuknya.....
Lili mengambil sapu tangan itu tapi dia masih terus menangis.
Saat ini dia terlihat sangat kacau, karena hatinya yang hancur.
Dia mendapat peringatan keras dari sahabat yang selalu memahaminya, kehilangan orang yang dicintainya dan harus menerima kenyataan bahwa wanita yang dicintai Betran adalah adik sahabatnya.
"Mencintai boleh tapi jangan menjadi bodoh karena mencintai. Kalau memang dia mencintai orang lain berarti dia bukan jodohmu."
"Dasar cengeng."
"Kenapa? kamu mana tahu rasanya mencintai orang yang tidak mencintaimu?"
"Berhentilah menangis, aku benci melihat wanita lemah sepertimu."
"Hey, apa hakmu mengkritikku memangnya kamu bapakku?"
Lili seakan lupa dengan kesedihannya dia malah meladeni laki-laki yang dirasa telah menghinanya.
"Cihh, kamu ternyata tidak sekuat suaramu.'
"Apa pedulimu,aku tidak butuh sapu tanganmu, menjengkelkan aku kira kau orang yang baik, ternyata semua pria sama saja."
"Kau saja yang bodoh tidak tahu orang tulus atau tidak."
"Kau...."
Lili hanya dapat menunjukkan telunjukknya diudara karena orang yang diajaknya bicara berlalu pergi begitu saja.
"Hey aku belum selesai bicara."
__ADS_1
Laki-laki itu hanya melambaikan tangan.
"Berhenti jadi orang bodoh."
" Dasar, apa semua laki-laki harus bersikap dingin pada wanita. Betran seperti monster tapi aku malah mencintainya, apa aku ini memang bodoh? pria ini awalnya menolongku tapi sekarang malah menghinaku."
Lili menggerutu sendiri.
***
Kleo menghampiri Tiara yang telah dirasuki rasa bersalahnya karena telah tega mengatakan semua itu pada sahabatnya walaupun selama ini dia igin tapi tidak pernah dia sampaikan karena tidak ingin menyakitiya. Tapi hari ini dia telah meluapkan semuanya.
"Kak, terimakasih telah membelaku.Kakak kenal dengannya?"
"Dia sahabatku, aku berharap ini jadi pelajaran untuknya agar dia tidak sesuka hatinya dan dapat merubah sifat kekanak-kanakannya itu.
"Hemm." sahut Betran."
"Maaf ya kak, gara-gara aku kakak jadi bertengkar dengannya."
Tiara hanya tersenyum.
"Iya kak. aku juga ingin mengenalkan kakak pada Leo."
"Siapa Leo?' tanya Tiara."
"Dia adikku kak, dia adik kakak juga, itu dia."
"Leo."
mendengar namanya dipanggil oleh orang yang suaranya begitu dikenalnya Leo menoleh . Dia menoleh dan tersenyum kearah Tiara.
Senyumnya begitu manis.
Seperti Gula hahaha
__ADS_1
"Kenalkan ini kak Tiara, kakak baru kita, hehehe."
"Leo."
"Ternyata kamu sangat tampan, sama kaya Kleo sangat cantik, pantas saja Betran takluk kepadamu Kle.
Pria es itu ternyata menyukai wanita juga."
Tiara melirik Betran yang dilirik acuh tak acuh.
"Apa kau sudah selesai bergosip tentangku?aku ingin mengajak Kleo makan."
Betran langsung menggandeng tangan Kleo dan mengajaknya pergi, mata Kleo membulat melihat tingkah Betran.
Tiara hanya geleng-geleng kepala melihat Betran yang bucin.
Setelah agak jauh. Kleo yang merasa heran dengan kekasihnya langsung bertanya.
"Sayang bukankah kita tadi sudah makan?"
Betran berhenti dipojok teras samping yang tidak ada orang.
"Aku memang ingin makan, tapi memakanmu."
"Cup.!
Betran langsung mencium Kleo yang masih mematung dihadapannya.
setelah puas Betran melepaskan ciumannya.
"Apa kau suka membuatku jantungan, kau selalu menciumku seenak jidatmu itu."
Bukan menjawab Kleo, Betran malah mengulangi adegan itu lagi, dia sudah seperti kecanduan.
"Aku hanya sedikit saja mencicipinya tunggu tiga hari lagi aku tidak akan mengampunimu sayang."
__ADS_1
"wah-wah Betran menang banyak kayaknya, harus terimakasih ini sama author hahaha...
terimakasih karena masih setia mengikuti Betran dan Kleo