
Pagi hari Kleo bangun lebih dulu dari Betran, hal yang pertama dilihat adalah wajah tampan suaminya. Kleo tersenyum sendiri, dia masih tidak percaya kalau dia menikah secepat ini. Apalagi dengan pria yang selalu membuatnya kesal karena ulahnya.
"Dasar suami mesum." Kleo mengucapkannya sambil tersenyum.
"Apa kamu bilang sayang."
Betran tiba-tiba membuka matanya, dia sudah bangun dari tadi, tapi dia berpura-pura tidur saat melihat Kleo mulai menggerakkan badannya.
Kleo yang merasa salah berucap langsung gelagapan.
"S..ssayang, kamu sudah bangun?"
"Emmmhh."
Betran langsung membungkam mulut Kleo, dengan bibirnya, Betran ******* habis bibir Kleo
Selesai dengan aksinya dia mendekatkan wajahnya ke telinga Kleo.
"Kalau aku tidak bangun, aku tidak bisa mendengarkanmu dan menghukummu."
"Dasar mesuuuummmmm."
Betran terkekeh mendengar teriakan Kleo, dia lalu bangun dan berlalu kekamar mandi masih dengan senyuman yang tampak jelas diwajahnya meninggalkan Kleo yang masih kesal karena ulahnya.
Kleo lalu turun kebawah membantu Bi Asti.
"Eh nyonya ada yang bisa saya bantu?"
"Jangan panggil Nyonya, panggil nama saja, namaku Kleo, Bibi mau buat apa?"
"Maaf Nyonya nanti Tuan bisa marah, Ini nyonya mau buat nasi goreng untuk sarapan."
Kleo tau apapun keputusan suaminya itu tidak bisa diganggu gugat. Dia juga tidak mau Betran nanti kumat dan malah memecat mereka.
"O... yadah terserah Bibi saja tolong bibi cucikan sayurnya, biar saya yang masak."
"Tapi Nyonya."
"Tidak apa nanti aku yang bilang sama Tuan."
Kleo dengan gerakan yang cekatan, mulai menghaluskan bumbu dan menyiapkan penggorengan, dia mulai menggoreng nasi untuk sarapan, dia juga memasukkan sayuran.
Kleo masih asyik dengan alat masaknya tanpa disadari Betran sudah berdiri didepan pintu dapur dengan ujung bibirnya tertarik membentuk lengkung diwajah tampannya.
Betran memberikan kode pada Bi asti untuk meninggalkan mereka. Kleo tidak menyadari kalau Bi asti pergi meninggalkannya.
"Bi tolong ambilkan piringnya bi."Kleo menyuruh tanpa melihat kebelakang.Betranpun mengambilkannya dan memberikan pada Kleo, Kleo mematikan kompornya, dan sangat terkejut saat ada tangan kekar melingkar dipinggangnya.
"Yaampun, sayang aku kira siapa, sejak kapan kamu disini sayang, kenapa aku nggak tahu?"
"Memangnya siapa yang berani berbuat seperti ini pada istriku, hemm?" Dia menciumi leher Kleo yang terpampang jelas didepan dimatanya dan sangat menggoda iman bagi Betran.
Bukan menjawab Kleo dia terus saja berulah.
"Sayang, malu dilihat orang."
"Tenang saja mereka sudah pergi. Aku sudah menyuruhnya pergi."
"Hah.?" Kleo tidak habis pikir dwngan ulah suaminya itu.
"Lepaskan dulu, aku harus segera mandi dan bersiap sayang,nanti kita terlambat."
"Aku bosnya, kenapa kamu harus takut."
"Lihatlah sayang badanku bau." Kleo berjalan menaruh nasi diatas meja dengan Betran yang masih memeluknya.
"Yaampun sayang apa kau tidak ingin aku mandi?" Dengan Suara yang meninggi, Kleo sudah geram dibuatnya.
__ADS_1
"Oke,oke, aku lepaskan."
Kleo naik keatas dan langsung bersiap. Setelah itu dia turun, dia melihat Betran belum sarapan.
Kleo mengernyitkan dahi. Betran tidak menyentuh makanannya.
Disana sudah ada dua pelayan wanita dan satu pelayan pria yang tidak dilihat Kleo sebelumnya.
"Kenapa tidak sarapan sayang?"
"Aku menunggumu."
Kleo tersenyum dia berasa diatas awan, melihat keromantisan suaminya yang rela menunggunya.
"Untuk apa aku punya istri jika aku masih saja tidak ada yang melayani."
"Jleb."
"Ternyata itu alasannya, kenapa aku tadi melayang keudara, kalau akhirnya aku jatuh sakit kaya gini, aapa gunanya para pelayan sebanyak itu, dasar suami manja. ya meskipun itu tugasku hihihi."
"Baiklah aku akan mengambilkan untuk suamiku tercinta." Kleo mulai mengambilkan nasi untuk Betran, dia sangat cekatan, dia sudah biasa seperti itu ketika dirumahnya
dialah yang melayani ayahnya
"Wah, wah ternyata istriku pandai menggombal, dengan siapa saja kau menggombal seperti itu hemm." kata-kata Betran terlihat santai tapi tatapannya seolah dapat membunuh lawan bicaranya yang membuat Kleo sedikit takut.
"Yaampun, sepertinya aku selalu salah bicara."
"Mana berani aku menggombal dengan pria lain, bisa digoreng aku nanti kaya nasi ini, karena pujaan hatiku itu orangnya sangat sayang padaku sampai-sampai dia bahkan cemburu sama adikku sendiri."
"Kamu sedang menyindirku?"
"Tidak,,,, bagaimana aku menyindir orang yang kekanak-kanakan dan nggak pernah salah." Entah setan apa yang merasukinya dia bisa mengeluarkan uneg-unegnya.
"Kle...!" para pelayan yang berdiri menunggu sudah pucat pasi mendengar Tuannya mengeluarkan suara yang sudah tidak bersahabat lagi.
"Istri Tuan sangat berani." gumam Leni dalam hati. salah satu pelayan yang sudah lebih dari lima tahun bekerja menjadi pelayan Betran, dia adalah asisten termuda umurnya tidak beda jauh dengan Kleo. sudah hafal dengan sifat tuannya.
"waduh sepertinya dia akan mengamuk."
"Iya-iya sayang, ayo kita sarapan."
Kleo menjawabnya dengan santai, dia bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa.
para pelayan saling pandang, karena tuannya bukanlah tipe orang yang mudah sekali memaafkan kesalahan orang lain.
Betran mulai menyendok nasi buatan istrinya itu. Dia tersenyum, karena rasanya berbeda dan menurutnya sangat enak.
"Ada apa sayang? Apa tidak enak?"
"Kamu ingin aku jujur?"
"Tentu saja."
"Apa yang kudapatkan jika aku jujur." Betran menyeringai seolah menemukan ide untuk mengusili istrinya.
"Apa kamu akan selalu meminta imbalan jika memberikan sesuatu padaku."
"Hahaha."
Tawa Betran pecah seketika.
Pelayan yang menunggu disebelahnya sampai tidak percaya. Mereka baru pertama kali melihat Betran tertawa lepas seperti itu.
"Tentu."jawaban Betran membuat Kleo semakin kesal padanya.
"Tidak perlu kamu jawab, toh kalau kamu tidak suka kamu pasti akan membuangnya."
__ADS_1
Betran meletakkan sendoknya,dia berdiri mendekat kearah Kleo,membungkukkan badan mensejajarkan dengan telinga Kleo.
"Tentu aku sangat menyukainya, aku sangat berterimakasih istriku mau membuatkan sarapan untukku, dan rasanya sangat enak.."
Dia lalu mencium kening Kleo sangat lama membuat, wajah Kleo langsung merona, dia sangat malu atas kelakuan suaminya yang tidak tahu tempat.
Betran yang paham kalau istrinya malu.
Dia bertanya pada para pelayan.
"Apa kalian melihatnya?"
"Tidak tuan."
Jawab mereka kompak.
"Astaga, saking takutnya mereka bilang tidak melihat, apa mereka rabun?" Kleo bergumam dalam hati melihat tingkah bodoh para pelayan itu.
***
Betran dan Kleo tiba dikantor semua orang menundukkan kepala sebagai tanda hormat pada Ceonya.
Kleo masuk keruangannya diikuti oleh Betran.
"Kenapa kamu kesini sayang?"
"Aku ingin meminta hadiahku?"
"Bukankah kau akan memberikannya tanpa kuminta?"
"Astaga dia masih mengingatnya,bagaimana ini yang benar saja."
"Jika kamu tidak memberikannya, aku tidak akan keruanganku."
Kleo mendekat dan mencium pipi Betran kanan, kiri dan juga keningnya.
"Apa kamu puas?"
Betran menggeleng. Dia lalu menunjuk bibirnya.
"Dasar mesum."
Kleo yang akan berlalu, ditarik pinggangnya oleh Betran, tanpa aba-aba Betran langsung ******* Bibirnya.
melihat Kleo yang hampir kehabisan nafas Betran mengakhiri ciumannya.
"Kau harus melakukannya setiap hari sayang jika masih ingin bekerja disini."
"Hah."
Kleo masih melongo tidak percaya, dia masih melihat Betran yang berlalu pergi meninggalkannya.
"Dasar suami mesuuuuuuummmmm."
Kleo lalu mengumpulkan bukti -bukti kejahatan orang yang sudah berusaha mencuri uang perusahaan.
Sementara diruang Betran, seorang pria sudah pucat pasi, karena kesalahan yang dibuatnya
"Mampus gue, dahlah tatapannya kaya mau bunuh gue, gue itu pingin buat dia senang kenapa jadi gue yang kena, gimana ini dia sudah mau ngamuk."
"Mmmaaf bang, aku kira abang suka."
"Istriku tudak menyukainya."
"Cih dasar bucin."
"Kau temannya dari dulu kenapa kau tidak tahu dengan seleranya."ucap Betran tegas.
__ADS_1
"Ceklek."