
Dave mulai menggercapkan matanya, saat cahaya masuk kedalam matanya dan pandangannya mulai menatap langit-langit rumasakit.
Lalu dia melihat kesamping, seorang wanita tidur disampingnya sambil memegang tangannya. Dia adalah Sela, Mami Dave.
Tampak adiknya tidur terduduk disofa. Dengan wajah cantiknya begitu tenang.
"Mam....!"
Sela terbangun mendengar panggilan putranya, terpancar senyum bahagia diwajahnya.
"Sayang kamu sudah sadar, Mami akan panggilkan dokter."
Setelah diperiksa Dave mulai duduk bersandar diranjang.
"Sayang apa kamu ingin makan atau minum?"
Dave menggeleng.
"Bagaimana perjodohan Reina Mi? apa dia setuju?"
"Jangan banyak berfikir dulu, iya adikmu setuju Mami sangat senang."
"Semoga Mami tidak salah pilih, karena aku belum sempat bertemu dengannya."
Dave hanya tersenyum dia tidak ingin maminya kecewa.
***
Dikantor Betran sangat serius dengan pekerjaannya mulai menempatkan orang-orang kepercayaannya karena tidak ingin kejadian itu terulang lagi.
Betran tidak main -main dengan apa yang dikatakannya. Dia menarik semua sahamnya diperusahaan Toni baik yang didalam negeri maupun luar negeri.
Dia membuat perusahaan Toni bangkrut dalam semalam. Tentu itu membuat Keluarga Baron terkejut. Apalagi Toni masuk penjara karena kasus penggelapan dana.
Berita itu langsung menjadi sorotan utama, Karena perusahaan Toni termasuk perusahaan yang besar.
Semua perusahaan memutuskan kerjasama dengannya.
Betran tertawa puas karena telah berhasil menghancurkan Toni.
"Krek."
Pintu ruangan Betran terbuka.
"Rosi, oh ya maaf kemarin aku lupa karena ada urusan."
Betran masih bersikap baik pada Rosi.
Dia duduk dihadapan Rosi mempersilahkan Rosi duduk.
"Kak, bolehkah aku minta tolong, jangan penjarakan kak Antoni."
"Rosi kau tahu apa yang dilakukan kakakmu bukan, biarkan dia menerima hukumannya. Aku tidak pernah menghukum orang yang tidak bersalah."
"Apa kakak lupa aku pernah menyelamatkan kakak, aku mohon kak tolong jangan penjarakan kak Antoni."
"Apa kau mulai berhitung?"
"Bukan begitu kak, aku mohoh padamu kak? Maafkan kak Antoni."
"Aku memang berhutang padamu, tapi Aku tidak suka orang memanfaatkan kebaikanku."
__ADS_1
"Maaf kak aku tidak bermaksud begitu. Aku kasihan pada mama."
"Seharusnya kakakmu berfikir dulu sebelum melakukan tindakan bodohnya itu."
Rosi hanya terdiam karena kakaknya memang bersalah,tapi tujuannya tidak pernah padam yaitu merebut perhatian Betran.
"Kak bolehkah aku minta tolong kakak untuk mengantarku ke rumahsakit. Apa kakak juga tidak mau lagi membantuku."
"Baiklah aku akan mengantarkanmu, tunggu sebentar."
Betran menuju keruangan Kleo dan berpamitan pada Kleo.
Awalnya Kleo tidak setuju karena Kleo tahu wanita itu menyukai suaminya, swbagai wanita dia bisa mencium gelagat pelakor yang mengganhgu singa jantannya, tapi dia tidak bisa memberi tahu Betran tanpa bukti.
Akhirnya Kleo hanya bisa pasrah.
Setelah kepergian Betran, Kleo langsung menuju ruangan Rio.
"Ada apa kle?" Melihat sorot mata Kleo yang tidak bersahabat membuat Rio was-was.
"Jelaskan padaku tentang Rosi, karena suamiku seperti tidak bisa menolaknya. Bukan gayanya bersikap jinak pada sembarang wanita."
"Widih Singa betina mulai mengeluarkan taringnya apa kamu cemburu nyonya?"
"Cepat katakan padaku, sebelum aku benar-benar memangsamu."
"Tenang nyonya, aku pasti akan memberitahumu."
"Mampus gue, sepertinya Singa betina benar-benar marah."
"Memangnya ada apa Kle, kenapa kamu sangat kesal?"
"Aku tidak mengulang perkataanku Rio."
Akhirnya Rio menceritakan semua, kenapa Betran sampai tidak bisa menolaknya.
Betran berusaha membalas kebaikannya karena dia dulu pernah menyelamatkan nyawanya.
Flashback on
Setelah selesai meeting dari sebuah restoran, Betran berjalan keluar untuk memasuki mobilnya, tapi dari arah berlawanan seseorang telah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi berusaha untuk mencelakainya beruntung nyawa Betran terselamatkan karena entah darimana tiba-tiba seseorang mendorongnya ketepi trotoar.
Orang itu adalah Rosi, semenjak itu Betran memberi perhatian kepada Rosi sama seperti dia memperhatikan Berlin karena dia merasa telah berhutang nyawa padanya.
Kami sudah menyelidiki siapa dalang dari semua itu karena itu adalah kecelakaan yang sudah direncanakan.
Tapi sayangnya orang itu, bungkam sampai akhir kematiannya jadi kami belum bisa menemukan dalang dari rencana pembunuhan itu.
Hal itu membuat Betran berusaha keraa melindungi semua keluarganya dengan pengawalan yang ketat. Dia selalu menyuruh orang secara diam-diam mengawasi orang-orang terdekatnya kemanapun mereka pergi.
Flashback off
"Tapi sepertinya Rosi salah mengartikan perhatiannya. maaf Kle aku tidak bisa memberitahumu. bagaimanapun juga dia salah satu sepupuku juga, aku akan berusaha mengingatkannya."
"Baiklah, berarti dia sepupumu juga bukan? Aku rasa kamu harus mengingatkannya, jangan menggoda suamiku, atau aku akan menunjukkan padanya, bagaimana rasa dari sepatuku yang cantik ini!"
Rio menelan ludahnya kasar, tidak pernah dia melihat wajah Kleo penuh kebencian sebelumnya. selama ini meski dengan kemarahan Rio masih memegangbkendali tapi saat ini dia bukan seperti Kleo.
"Tte...tentu saja aku akan membantumu mengingatkannya."
Jawab Rio terbata, "Dasar nggak laki nggak bini nyusahin aja kerjaannya, kalian yang cemburu, gue yang dimangsa huft." gerutu Rio.
__ADS_1
***
Dirumahsakit, Betran sudah bertemu dengan dokter, dokter itu memberitahukan bahwa Rosi mengidap penyakit jantung dan tidak boleh terlalu banyak pikiran, dia harus banyak istirahat, tidak boleh terlalu lelah.
Selesai dari ruang dokter Betran berencana mengantar Rosi untuk pulang,, ketika dilobi Rosi tiba-tiba terjatuh dan Betran dengan sigap menangkap tubuhnya.
Seseorang telah mengambil gambar mereka,
"Kamu kenapa Ros?"
"Nggak tahu tiba-tiba aku merasa pusing?"
Betran akhirnya memutuskan agar Rosi dirawat dirumahsakit.
Diruangan rawatinap VVIP, Rosi mulai berulah dia tidak ingin Betran meninggalkannya, hingga terpaksa Betran menuruti keinginannya, Betran merasa terbebani karena berhutang nyawa padanya.
Betran menunggu Rosi dan menelfon seseorang untuk menggantikannya saat Rosi terlelap. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, Betran sampai tidak sempat untuk menelfon istrinya karena ulah Rosi.
***
Kleo yang berada diruangannya menjadi tidak tenang, dia menunggu Betran hingga malam dan masih dikantor. Rio yang menemaninya berkali-kali mengajaknya untuk pulang tapi dia tidak menghiraukannya.
Kleo merasa cemas karena tidak ada satu pesanpun yang dibalas oleh suaminya dan telfonnya tidak aktif.
"Kle, sebaiknya kita pulang ini sudah mau malam kamu jyga belum makan siang, aku akan menyuruh orang mencari bang Betran."
"Baiklah mungkin dia juga sudah dirumah."
Kleo akhirnya pulang dengan Rio. Tapi sampai dirumah dia tidak menemukan Betran.
Kleo membersihkan diri dan menunggu Betran diruangtamu hingga tertidur dan melewatkan makan malamnya.
***
Dijalan Betran merasa tidak tenang karena ponselnya yang lowbat dia tidak bisa menghubungi istrinya, dia telah mengabaikan istrinya karena Rosi.
Tiba dirumah dia melihat istrinya ketiduran diruang tamu, Betran langsung mengangkatnya kekamar, membersihkan diri lalu menyusul Kleo kealam mimpi.
Hari ini sanggat melelahkan untuk Betran yang mengurusi Rosi sendiri padahal dia bisa saja menyuruh orang melakukannya tapi karena balasbudinya, dia melakukannya sendiri.
***
Tengah malam Kleo terbangun, rasa haus membuatnya membuka matanya hingga dia tersadar dia tidak berada diruang tamu dan seseorang memeluknya dengan mesra, siapa lagi kalau bukan Betran.
Kleo tersenyum melihat suaminya yang tampak tenang saat terlelap ditidurnya.
Dia mencoba mengalihkan lengan Betran, tapi pergerakannya membangunkan singa yang telah tertidur.
"Maaf Sayang aku membangunkanmu,,, aku haus."
Betran bangun dan mengambilkan minum untuk Kleo. Dia menyodorkannya pada Kleo. Kleo langsung menghabiskannya.
"Sayang maafkan aku, karena tidak sempat mengabarimu, Rosi dirawat." penjelasan singkat Betran mengundang seribu pertanyaan dibenak Kleo tapi Kleo berusaha untuk tersenyum dan menerimanya.
"Baiklah, kamu pasti lelah, ayo kita tidur ini masih malam," ucap Kleo.
"Tapi aku terlanjur terbangun sayang dan kamu harus menidurkanku."
Mata kleo membulat sempurna, dia mengerti kemana arah pembicaraan Betran.
"Dasar suami mesum."Kleo mulai memukul Betran berkali - kali dengan bantal."
__ADS_1
Tanpa aba- aba Betran langsung menangkap bantal itu dqn membuangnya kesembarang tempat dia langsung menindih tubuh Kleo, membungkam mulut kleo dan.... "(kalian tahu sendiri apa yang dilakukan suami istri )
udah dulu ya kakak-kakak. besok-besokk lanjut lagi.❤❤