
"Kakak, gue nggak mau kak,kakak kan tahu mami itu banyak drama"
"Ayolah, mami sangat merindukanmu."
"No, its imposible."
"Terserah kau saja aku sudah pusing Lovelyku sayang..." Suara Dave menggema diseberang sana.
"Why?I'm happy in here."
"Jenguklah mami, seharusnya kamu tidak perlu pergi, bagaimanapun juga tinggal mami orangtua kita satu-satunya."
"Baiklah besok aku akan pulang, tapi aku tidak akan menginap."
"Terserah padamu."
"Thanks kakak, aku sangat sayang padamu."
***
Betran sudah berkumpul dengan Rio dan Kleo diruangan Kleo.
"Baiklah kita ikuti permainannya, sayang apa kamu siap?"
Kleo mengerucutkan bibirnya. Dia menarik dasi Betran hingga tubuhnyapun condong pada Kleo.
"Awas ya kalau kamu macam-macam, apalagi sama wanita centil itu, aku potong nanti."
ancam Kleo.
"Hahahahha..."
Betran tertawa lepas membayangkan istrinya yang sedang cemburu.
__ADS_1
"Mana mungkin sayang aku tergoda, aku sudah mempunyai istri secantik dirimu."
"Bluss." rona merah muncul diwajah Kleo.
Betran memeluk Kleo.
"Ehemmm."
Rio berdehem sangat keras, melayangkan protes dengan adegan yang menurutnya sangat romantis, karena dirinya masih ada disana.
Kleo yang akan melepas pelukannya dicegah oleh Betran.
"Biarkan jomblo kedinginan melihat kehangatan kita."
"What, yang benar saja, nggak usah ngledek juga kali bang."
Kleo mencubit pinggang Betran.
"Kamu nggak kasihan apa lihat kumbang tanpa bunga disini."ucap Kleo
"Hahahahaha."tawa Betran semakin pecah.
"Oh my God, gue nggak percaya ini, kalian memang pasangan yang menyebalkan, hanya bisa menghina orang."
Rio mengucapkannya dengan berlalu keluar ruangan. Meninggalkan pasangan yang dimabuk asmara itu.
Tapi jauh dilubuk hatinya dia merasa senang karena baru kali ini dia melihat Betran tertawa lepas seperti itu dan mungkin setelah ini dia akan sering melihatnya. Kleo membuat Betran menjadi pria yang lebih hangat.
Tinggallah Betran dan Kleo diruangan itu.
"Sayang apa kamu yakin kamu akan melakukannya?"
"Kenapa?Apa kamu cemburu?"
__ADS_1
"Tentu saja, mana ada wanita yang membiarkan suaminya bermesraan dengan wanita lain, aku rasa hanya wanita bodoh saja yang mau melakukannya, dan sekarang aku terpaksa menjadi salah satu wanita bodoh itu."
Kleo lalu beranjak dari pangkuan Betran.
dengan sigap Betran langsung menariknya kembali untuk duduk dipangkuannya. Betran sudah mulai dapat mengendalikan dirinya, tamu Kleo berhasil membuat Betran untuk mengontrolnya.
"Sayang, kamu percaya padaku kan?aku mohon kali ini saja ini juga demi perusahaan aku harus melakukan permainan konyol ini."
"Baiklah kali ini aku percaya padamu, tapi ada syaratnya, kemanapun kamu pergi dengannya Rio harus ikut."
Betran tahu kalau istrinya itu sedang cemburu, dia sudah dapat melihat dari sikapnya yang sangat posesif itu.
"Aku makin gemas melihat istriku yang cemburu, itu artinya istriku sangat mencintaiku."
"Ya...ya...ya...aku memang sangat mencintai suamiku yang sangat sombong dan suka menghukum orang."jawab Kleo sekenanya membuat Betran terkekeh mendengarnya.
"Apa kau menyindirku."
"Mana mungkin aku menyindir seseorang yang kece, badai,sangat pandai dan lihai dalam menghindar dari segala tuduhan."
"Sayang kamu sangat menggemaskan."
sambil mengacak rambut Kleo dengan sayang, dia mencium pipi Kleo lalu bibir Kleo.
ciuman yang awalnya biasa saja kini semakin menuntut.
Kleo langsung mendorong Betran karena dia tahu suaminya itu sangat mesum, dia pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.
"Sayang ini sudah lebih dari sepuluh hari apakah tamumu itu belum pergi?aku akan meminta hakku nanti malam, jadi bersiaplah."
Bisik Betran ditelinga Kleo yang membuat Kleo mematung seketika, seperti tersengat aliran listrik. Jantung Kleo berpacu sangat cepat.
Jangan lupa,like dan koment ya,,,,biar author semangat up ya....trimakasih buat yang masih setia...❤❤
__ADS_1