Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Rumah baru


__ADS_3

sebelum membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya,,,,,terimakasih masih setia, dukung author dwngan vote, like dan komen, author juga sangat berterimakasih jika mau kasih poin.


selamat membaca.


***


"Aku belum mengundurkan diri sayang....."


"Kamu tenang saja, aku akan segera memecatmu.....!" ucap Betran dengan entengnya. Mata Kleo membulat sempurna, Dia sangat kaget karena bukan ini yang diinginkannya.


Kleo langsung memutar badannya menghadap Betran.


"Sayang, kenapa kamu memecatku?memangnya ada yang kurang dalam pekerjaanku."


Betran menghembuskan nafasnya panjang.


"Bukan, aku tidak ingin kamu lelah, karena kita harus segera memberikan cucu pada ayah."


"Astaga, gini amat ya punya suami, dia kira kita buat bakwan apa, tinggal goreng langsung jadi."


Kleo mengumpat dalam hatinya tapi tetap saja, dia tidak dapat menyembunyikan rona merah diwajahnya.


Kleo menangkup wajah datar Betran dengan kedua tangannya.


"Sayang aku tidak lelah, sungguh, aku akan bosan jika aku dirumah seharian tidak melakukan apapun. Kamu dikantor bekerja, aku tidak ada teman."


Betran juga tidak tega melihat Kleo bosan jika ditinggalkannya.


"Baiklah, kamu boleh kerja, dengan syarat!"


"Syarat apa?"


"Kamu jadi sekertaris pribadiku?"


"Kan sudah ada Yola sayang?"


"Yola hanya sekertaris luar, bukan sekertaris pribadi."


Kleo sudah dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika dia menjadi sekertaris pribadinya, dia sangat hafal otak mesum suaminya pasti tidak terkendali. Dia memutar otaknya agar tetap menjadi manager keuangan.


"Sayang apa kamu percaya pada orang lain hem? jika kamu cari penggantiku secara dadakan bisa-bisa mereka mencuri uangmu lagi, yang kemaren saja belum kita selesaikan."


Kleo mengucapkan sambil menulis didada Betran , entah apa yang ditulisnya Betran sendiri tidak tahu. Dia tidak sadar ulahnya telah membangunkan junior yang telah tidur.


Betran tampak berpikir keras, benar apa yang dikatakan Kleo, karena Kleolah yang mengetahui orang yang telah mencuri uangnya.


"Baiklah, aku mengijinkanmu untuk bekerja seperti biasa ingat, kamu tidak boleh terlalu lelah."


Betran berusaha menahannya, sebagai pria Normal, ulah Kleo tentu memancing hasratnya apalagi saat ini sebenarnya Betran sangat ingin memakannya. Dia mengecup kening Kleo sekilas lalu berlalu kekamar mandi untuk menidurkan juniornya yang telah bangun.


***

__ADS_1


Kleo mulai membersihkan diri, lalu memakai handuk kimononya, dia lupa bahwa dia tidak punya baju ganti sama sekali karena ulah Tiara.


" Untung kemarin aku menyuruh pelayan untuk membeli pakaian dalam lengkap."gumam Kleo.


tapi saat ini, dia tidak tahu akan pakai baju apa karena tidak ada baju. Dengan terpaksa


Kleo keluar dari kamar mandi dengan balutan kimononya dia sudah merasa horor, karena pasti otak mesum suaminya itu tidak akan membiarkannya lolos begitu saja.


Betran yang sudah berpakaian rapi, tidak berkedip melihat Kleo.


Dia sampai beberapa kali menelan salivanya.


"Dia bilang dia ada tamu, tapi kenapa dia selalu menggodaku?"


Kleo sudah gugup, dia memutar otaknya untuk menemukan cara agar terhindar dari suaminya itu.


Kleo masih diam tak bergeming mematung menatap Betran dengan wajah cemberutnya.


Melihat wajah Kleo yang cemberut Betran semakin gemas dibuatnya. Dia menahan diri untuk tidak menyalurkan hasratnya mengingat saat ini Kleo menerima tamu bulanannya. Dia lalu menghampiri Kleo melingkarkan tangannya dipinggang Kleo.


"Ada apa, hem?"


"Aku tidak punya baju, kak Tiara kemarin berulah hanya memberikan linggeria itu saja."


Betran menarik ujung bibirnya, dia lalu berjalan ketempat tidur, mengambil paperbag yang diantarkan oleh Rio.


"Ini, pakailah jangan memasang wajah cemberutmu."


"Aku akan menerkammu, karena aku tidak sanggup melihat wajahmu yang menggemaskan itu."


Bulu kuduk Kleo merinding. Dia tidak tahu lagi dengan cara apa dia menghadapi suami mesumnya itu.


Kleo mendorong tubuh Betran perlahan untuk mundur dan langsung masuk kekamar mandi. Betran terkekeh melihat tingkah istrinya yang kadang sangat pemalu itu.


Dikamar mandi Kleo masih memegang dadanya yang kembang kempis itu.


"Ya ampun lama-lama aku bisa ketularan mesum nanti."


20 menit kemudian Kleo keluar kamar mandi dia bingung dengan dres yang dia pakai.


Betran yang memainkan ponselnya mengalihkan pandangan mendengar suara pintu terbuka.


Betran nampak kagum dengan kecantikan Kleo yang tampak natural dengan dres yang dia kenakan tampak pas ditubuhnya tapi cepat-cepat dia tundukan karena takut jiwa jantannya tak bisa dikendalikan karena melihat tubuh Kleo yang begitu sexy dan menggoda.


Kleo berjalan kemeja rias untuk merapikan rambutnya dan sedikit memoles wajahnya.


Kleo juga merasa kurang nyaman dengan pakaiannya, tapi dia berpura-pura tidak masalah.


Betran tahu kalau sebenarnya istrinya juga tidak nyaman karena dari tadi Kleo tampak menarik bajunya, keatas dan kebawah.


Betran sudah berada dibelakang Kleo. Dia berjongkok agar dapat memeluk Kleo, meletakkan dagunya dipundak Kleo dan menikmati aroma tubuhnya.

__ADS_1


"Sayang kita akan sarapan disini, tidak dibawah."


"Kenapa?"


"Bagaimana mungkin aku membiarkan orang lain memandang tubuh istriku yang indah ini."


Ucapan Betran sangat pelan dan tajam.


"Kalau kamu tidak mau orang lain melihat tubuhku ini, kenapa memberikan baju seperti ini untukku, sudah tahu ini kurang bahan."Ucap Kleo dengan nada ketus.


Betran kalah telak karena ucapan Kleo benar dia yang memberikannya. Baju itu Rio yang membelikannya. Dia tidak mengira Rio membeli baju yang kurang bahan itu.


"Kenapa aku tadi tidak memeriksanya dulu tadi, bodoh, bodoh, bocah sialan itu beraninya memberikan baju kurang bahan itu untuk istriku. habis kamu nanti, aku tidak akan mengampunimu."


Betran menelfon seseorang untuk membawakan baju untuk Kleo. Dia tidak menyuruh Rio dia akan membuat perhitungan nanti dengan Rio.


Selesai sarapan, mereka memutuskan untuk pergi kerumah barunya. Betran memutuskan untuk langsung tinggal dirumah barunya.


sebelum kesana dia mampir kerumah Kleo untuk mengambil barang-barang Kleo.


Dirumah barunya Kleo sudah disambut Bi asti asisten rumah tangga dan pak kosim tukang kebun, serta pak umar satpam dirumahnya.


Betran mengajak Kleo kekamarnya.


Sampai dikamar Betran menutup pintu dan memeluk Kleo dari belakang.


"Sayang ini kamar kita, kamu suka?"


Kleo mengangguk. Kleo berbalik dan mengalungkan tangannya dileher.


"Berjanjilah padaku, kamu tidak akan meninggalkanku, apapun yang terjadi." ucap Kleo.


"Hey, harusnya aku yang mengucapkan itu."


Betran menoel hidung Kleo dia mendekatkan wajahnya pada Kleo.


"Cup."


Betran mencium Kleo menikmati bibir Kleo dengan lembut yang menurutnya bibir istrinya itu sangatlah manis.


Tindakan itu dengan cepat membangunkan junior Betran.


Betran melepaskan ciumannya.


"Bagaimana ini, aku sudah tidak bisa menahannya, sabar, Betran seminggu lagi."


Betran keluar kamar meninggalkan Kleo, takut pertahanannya roboh.


Betran laluenghubungi seseorang untuk menambah penjagaan dirumahnya,,, karena dia tahu dia memiliki musuh yang belum diketahui saat ini.


Thanks kakak reader yang masih stay, jangan lupa dukung author ya!!!🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2