Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
mulai baikan


__ADS_3

Binar bahagia tergambar diwajah Betran seorang malaikat kecil akan hadir melengkapi keluarga kecilnya. Sosok yang ditunggu Betran setelah kerja kerasnya setiap waktu akhirnya membuahkan hasil membuat Betran terharu. Jauh dilubuk hatinya terselip perasaan kecewa, kenapa Kleo tidak memberitahunya, apakah dia sangat marah, sampai tidak mau membagi kebahagiaan ini padanya.


"Maafkan aku sayang, aku tidak akan mengabaikanmu lagi kalianlah yang terpenting.,"


Rasa kesal kembali menyelimutinya mengingat Rio memilih untuk bungkam.


"Beraninya kau tidak memberitahuku, pada siapa kau bekerja hah?"


Betran sudah siap mengamuk akan melayangkan bogem pada Rio.


"Ceklek."


"Rio, bisakah aku minta tolong?" ucap Kleo tanpa peduli pada tatapan Betran.


"Selamat untung lo datang tepat waktu kalau nggak gue sudah diterkam singa jantanmu ini Kle ."


"I..iya Kle ada apa?"


"Aku mau bakso didekat sekolah kita dulu."


Betran yang mengerti kalau istrinya itu ngidam berinisiatif untuk membujuknya.


"Sayang aku akan membelikannya untukmu." seketika kemarahan Betran menguap entah kemana.


"Aku tidak bicara padamu."



Wajah jutek kleo membuat nyali Betran menciut ternyata istrinya itu belum selesai dengan kemarahannya.


Kleo langsung berlalu pergi meninggalkan dua orang yang masih berdiri mematung seperti orang bodoh itu.


(Rasain tu Betran author bantu Kleo buat balas lo ni...)


Rio bersusah payah menahan tawanya melihat singa jantan yang langsung jinak seketika,


"Rasain lo bang marah-marah mulu sama gue,memang Kleo pawangnya. Sepertinya Kleo lawan yang sebanding dengannya. cinta memang bisa merubah seseorang menjadi bodoh dan jinak tentunya hahaha."


"Apa kau tidak dengar apa yang diinginkan istriku hah."


"Aku pergi sekarang Bang."


Rio langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur. sebelum amarah singa jantan on kembali.


***


Dua orang pria berjalan memasuki restoran untuk meeting dengan kliennya. Dia berjalan menuju meja yang sudah dipesan sebelumnya.


Matanya tidak sengaja menangkap Martin bicara dengan seorang wanita.


"Siapa wanita itu?" gumam Dave karena dia tidak dapat melihat wanita yang duduk membelakanginya.


Tampak Martin tersenyum lepas. Saat Dave akan menghampirinya kliennya sudah memanggilnya dia mengurungkan niatnya. Rasa penasaran Dave mengacaukan konsentrasinya. Bagaimana tidak dia khawatir calon iparnya itu akan menyakiti adik kesayangannya meskipun yang dilihat dalam pertemuan itu tampak biasa saja namun Dave tetap waspada.


Wanita itu beranjak pertanda mereka telah selesai dengan urusannya.


Mata Dave membulat tak percaya.


"Bukankah itu Kleo ada hubungan apa dia dengan Martin."


Dave merasa tidak tenang akhirnya dia memutuskan untuk pergi kekantor Betran setelah menyelesaikan meetingnya.

__ADS_1


***


"Hai Bro?" sapa Dave seperti biasa. Dia langsung masuk tanpa permisi.


Betran hanya melihatnya sekilas tidak bersemangat.


"Kemana sekertarismu itu," Dave yang melihat sekertaris Betran menjadi seorang pria jadi kepo juga.


"Aku transfer ke penjara."


"Kenapa?"


"His apa kau tidak ada pertanyaaan lain?sampai harus bertanya hal yang tidak bermutu seperti itu?"


"Hahaha." David tergelak mendengar Betran yang malah balik bertanya padanya.


Dave paham mood sahabatnya ini sedang tidak baik.


"Ada apa, apa kau tidak dapat jatah dari istrimu?"


"Sialan sok tahu lo!" Betran melempar pulpen pada Dave.


Dave semakin tergelak ,dia paling senang mengerjai sahabatnya ini.


"Apa kau bermasalah dengan istrimu?" pembicaraan mereka mulai serius melihat wajah Dave yang tidak main-main.


"Darimana lo tahu?"


Dave menceritakan kejadian direstoran tadi pada Betran.


"Betran akhirnya memberitahu kalau istrinya sedang merajuk


sudah satu minggu istrinya mendiamkannya.


"Brengsek lo!"


"Tapi thanks berkat lo akhirnya gue nanti bisa baikan."


Dave masih belum mengerti dengan sahabatnya.


Melihat Dave seperti orang bodoh Betran semakin ingin meledeknya.


"Makanya nikah sana biar nggak jadi perjaga tua, biar tahu yang gue maksud.


"Sialan lo."


Usai kepulangan Dave, Betran bergegas menuju restoran yang tadi didatangi Kleo dan Martin meminta rekaman CCTV untuk melihat apa yang Kleo lakukan dengan Martin.


Tangan Betran mengepal hingga buku kukunya memutih.


Dia sangat geram karena Kleo bisa tertawa lepas dengan Martin, sementara dengan dirinya dia bersikap acuh tak acuh.


"Jadi ini syarat yang kamu ajukan kemarin?"


Flashback on


Kleo akan memaafkan Betran dengan syarat selama satu minggu Betran tidak boleh melarang keinginannya untuk melakukan apapun. Betran juga tidak boleh memata-matainya, jika Kleo sampai tahu Betran melakukannya Kleo mengancam tidak akan bicara lagi pada Betran.


Karena tidak ingin masalahnya dengan Kleo semakin panjang Betran akhirnya memutuskan untuk menyetujui permintaan Kleo mengingat istrinya itu sedang mengandung juniornya dia akan sabar menunggu Kleo untuk memberitahunya.


Selama satu minggu Betran dan Kleo benar-benar seperti orang asing.Setelah Betran tahu istrinya itu tengah hamil, dia menambah pekerja dirumahnya. Dia tidak ingin Kleo kelelahan. Selama ini Kleo selalu masak dan menyiapkan kebutuhan suaminya tanpa campur tangan bi Asti.

__ADS_1


Meskipun awalnya tidak suka Kleo hanya bisa pasrah karena dia sedang menghukum suaminya dia tidak ingin protes yang diajukan malah mengakhiri hukuman Betran.


Betran sangat frustasi selama selama satu minggu itu juga Betran tidak dapat tidur dengan nyenyak.


Dia sama sekali tidak dapat menyentuh Kleo ataupun sekedar melihatnya tidur nyenyak. Biasanya dia tidur bergulingkan istrinya tapi selama satu minggu ini dia tidak dapat mendekat ataupun menikmati aroma tubuhnya apalagi memeluknya. Kleo mengusirnya dari kamar. Semua itu membuat Betran kacau sampai dia melupakan Rosi


Kleo juga menyita ponselnya Betran dilarang menghubungi Rosi. Semua yang berkaitan dengan pekerjaan akan diurus oleh Rio. Kleo beralasan itu untuk membuktikan kalau Betran memang tidak ada hubungan apa-apa dengan Rosi. Entah apa yang direncanakan oleh Kleo.


Flash back off


****


"Cih, kamu lupa nyonya Betran, siapa yang menjadi lawanmu?"


Betran tersenyum licik ide gila sudah muncul diotak mesumnya itu.


Sementara Kleo sudah selesai dengan ritual mandinya dia menuju kearah balkon.


"Dert, dert."


Dering ponsel yang sudah seminggu selalu berdering seperti musik yang mengalun ditelinganya.


Kleo mengabaikan ratusan panggilan dari Rosi.


"Cih, dasar Iblis betina, permainan akan segera dimulai. Berani sekali kamu mengganggu milikku, kamu tidak tahu siapa diriku yang sebenarnya, bahkan suamiku sendiri aku rasa tidak tahu. Aku mengikuti permainanmu dan memberikanmu hadiah yang tak terlupakan."


Tubuh Kleo juga belum sepenuhnya pulih, mengingat setiap pagi dia harus mengeluarkan isi perutnya, tapi dia akan baik -baik saja setelah memuntahkan semuanya.


Kleo teringat dengan suaminya, kesepakatan satu minggu yang dibuatnya telah habis. Dia mulai turun mengenakan dresnya menyambut kedatangan suami yang sangat dirindukannya itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa Kleo sangat merindukan aroma tubuh Betran yang menjadi candu untuknya. Kleo mengelus perutnya.


"Sayang apa kamu rindu dengan ayahmu? kita akan segera menemuinya dan memberitahunya tentang keberadaanmu."


Hari ini tepat satu minggu kesepakatan mereka telah berlalu.


Kleo sedang menunggu Betran karena dia tadi pulang duluan dengan alasan ingin istirahat padahal dia menemui Martin.


Dia sudah menyambut kembali suaminya dengan hangat. mungkin karena hormon kehamilannya. Kleo selalu berdandan feminim.


Bi Asti memberitahu Kleo kalau suaminya sudah pulang. Kleo sudah bersiap menyambut kedatangan suaminya.



Kleo sudah mengambil tas kerja Betran dan bergelayut manja dilengan Betran.


"Trimakasih sayang kamu mau menuruti keinginanku, aku senang sekali."


"Dasar gadis licik, ternyata kamu belum berubah kamu masih saja merayuku jika melakukan kesalahan lihat itu tumben sekali dia pakai dress , tunggu saja hukumanmu nyonya."


"Sayang apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Kleo lagi.


"Mulai, lihat itu merayu,merayu,merayu, pandai sekali dia , cih tidak mempan, lihat saja nyonya Betran, aku tidak akan mengampunimu."


"Apa mau kubuatkan minum?"


"Hemm."


Betran akhirnya menjawab juga meskipun hanya deheman saja.


Mendengar jawaban Betran yang datar dan acuh padanya, Kleo menaikkan alisnya.


"Ada apa dengan suami mesumku ini harusnya kan dia senang tidak perlu membujukku lagi, aturan aku yang marah kenapa jadi dia yang lebih kesal." gumam Kleo.

__ADS_1


Betran langsung kekamar berpura-pura bersikap dingin pada sambutan Kleo. Padahal sebenarnya dia sudah. tidak tahan untuk melahap istrinya itu


Hai reader trimakasih buat yang masih setia dengan Betran dan Kleo ya...Biasakan like dan koment ya,,,jangan lupa vote juga....


__ADS_2