Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
"Sayang?"


__ADS_3

Rio sudah bersiap dengan stelan jasnya, jantungnya dag, dig,dug, serrrrrr......


Ada rasa bahagia padahal belum jadian, pacaran apalagi nikahan, udah seneng aja.....


Semoga aja babang Rio nggak kecewa.


Dia langsung tancap gas menuju cafe dimana acara yang dianggap Rio spesial yaitu kencan.


***


Dilain tempat Nina terbangun dan melihat jam yang ada ditangannya.


" Astaga sudah pukul tujuh malam,tamatlah pekerjaanku, bagaimana ini."


Ninamemutar otaknya, bagaimana dia menghadapi pria idolanya yang sekarang menjadi pria freezer itu. Akhirnya dia menemukan ide yaitu dengan mengirimkan pesan pada Rio kalau taksi yang ditumpanginya bannya bocor.


"Akhirnya, setidaknya aku bisa mengulur waktu dan dia tidak marah kalau aku terlambat."


Nina langsung bergegas bersiap menggunakan Tunik navy dipadukan celana putih panjang membuatnya terlihat elegan dengan tampilan sederhana...rambut yang digerai,,,


Tentu saat ini dia semakin cantik karena dia semakin terawat dengan gajinya yang cukup besar, sebagai sekertaris bosnya yang sering diajak meeting dia tidak mau mempermalukan atasannya. Jadilah Nina yang sekarang sangat berbeda dengan Nina yang cupu.


Nina langsung menyetop taksi, dan mengantarkannya ketempat yang dituju.


"Mudah-mudahan pak Rio nggak curiga."


Sampai didepan cafe, Nina berusaha menormalkan jantungnya agar nanti dia tidak terlihat gugup dan ketahuan berbohong tentunya....


Nina memasuki cafe, rasa gugupnya membuatnya tidak fokus saat berjalan.


"Bruuk."


"Auw."Seru Nina yang sudah terduduk dilantai.


"Maaf Nona saya tidak sengaja karena saya buru-buru."


Pria tersebut mengulurkan tangannya.


Nina mulai mendongakkan kepalanya, melihat siapa yang yang tengah menabraknya.


"Deg."


Pria itu tampak terpesona dengan kecantikan Nina.


dengan sigap dia langsung membantu Nina Berdiri.


"Ah, tidak papa, Tuan, saya juga kurang hati-hati."ucap Nina sambil tersenyum. Jantung pria itu seakan mau lompat mendapat senyuman maut dari Nina saking manisnya.


Seorang pria sudah mengepalkan tangannya melihat interaksi yang menurutnya sangat mesra itu.


"Bolehkah saya tahu nama Anda Nona?"


"Aku karenina, panggil saja Nina."

__ADS_1


"Nama yang cantik, aku David." ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Nina segera berlalu karena tidak ingin terlibat obrolan yang terlalu jauh dengan orang yang barusaja dikenalnya.


David tak kunjung melepaskan tangannya.


"Sayang kamu disini rupanya?"


Seorang pria langsung melingkarkan tangannya dipinggang Nina.


Aksi jabat tangan itu langsung terlepas, tersirat gurat kecewa diwajah David. Tapi Nina tidak tahu, pria yang memeluk pinggang Ninalah yang tahu.


"Cih mau bersaing denganku?"gumam Rio.


Nina langsung menoleh, saat mendengar suara itu, melihat siapa pria yang memeluk pinggangnya.


"Deg."


"Pak Rio!"


"Baiklah Nona sepertinya kekasih anda lama menunggu,,kalau begitu saya permisi Nona."


"Mari Tuan."


"Hem."


Rio hanya berdehem malas.Setelah kepergian David, Rio menuntun Nina ketempat yang sudah dipesan olehnya...tanpa melepaskan tangannya dari pinggang Nina.


Mereka lalu duduk dengan sorot mata Rio yang sangat tajam serta wajah yang datar.


"Kau meminta maaf tapi kau sudah membuat kesalahan lagi..."


"Maksud bapak apa?"


"Kau terlambat."


"Tapi tadi kan aku sudah memberitahu kalau ..."


ucapan Nina terpotong karena Rio sudah memotongnya,, Rio masih merasa kesal karena keterlambatan Nina malah ditambah dengan aksi berkenalan ala ABG, mana ngerti Rio tentang begituan,, sebutannya saja sudah bujang lapuk


"Taksimu bermasalah?"sahut Rio.


"Apanya yang bermasalah,,, macet dimana? kapan?"


Pertanyaan Rio yang beruntun membuat Nina semakin gugup...


"Itu....."


" Aku melewati jalan yang sama denganmu, dan aku lihat dari kamu masuk taksi sampai disini lancar-lancar saja." ucap Rio yang seketika membuat Nina spot jantung.


"Bagaimana ini jika dia memecatku aku akan kehilangang sarang maduku."


"Sudahlah kau tak pandai berbohong jadi jangan, berbohong padaku, katakan yang sebenarnya, kenapa kamu terlambat?"

__ADS_1


"I...tu,, Aa...nu, sa...ya ,Kk..ketiduran pak."


"Ck, jangan panggil aku pak, apa aku setua itu?"


"Lalu aku harus panggil Apa?"


"Tampanku, Honey atau Cintaku itu sangatlah manis."ucap Rio tersenyum tipis tanpa diketahui oleh Nina.


"Ttt,,api pak?"


"Apa kau mau aku tidak memaafkanmu?"


"Bukan begitu, tapi ....."


"Aku tidak trima penolakan, mulai sekarang kau kekasihku jadi jangan dekat-dekat dengan pria lain."


"Deg."


"Apa-apaan ini, aku dulu memang sangat mengidolakannya tapi sekarang kenapa malah aku merasa menjadi tidak suka dengan sifreezer itu."


Melihat Nina yang diam saja, tampak Rio tersenyum gadis itu pasti bingung itulah yang ada dibenak Rio. tapi dia tidak mau ambil pusing.


"Kamu mengerti bukan yang aku katakan?"


"Mmengerti Pak."


"Ck, berapa kali harus kubilang jangan panggil aku pak aku adalah kekasihmu jadi mulai sekarang panggil aku sayang." tegasnya.


"Bbaik."


Rio menaikkan salah satu alisnya.


"Apa?"


"Ssayang."


"Astaga mulutku jadi kesleo gara-gara bos pemaksa ini, dahlah gak ada romantisnya lagi.."


Nina masih tidak percaya kalau dia jadian dwngan cara konyol seperti ini, meskipun Rio dulu adalah pria yang disukainya, dia jadi ragu apakah itu hanya perasaan kagum saja atau memang ada yang lain, karena nyatanya saat ini dia sedang kesal dengan bos pemaksa ini.


Nggak beda jauh dengan sepupunya pemaksa, hahahah...


"Yes akhirnya gue gak jomblo, maaf ya Nina daripada aku kecolongan hahahhaha."gumam Rio dalam hati.


Rio mengirimkan pesan pada adiknya kalau Nina bersamanya dan pulang agak telat.


Makan malam itu berjalan lancar Rio mngantarkan Nina pulang.


Rio berbunga-benga, banyak kupu-kupu beterbangan tapi hanya Rio dan author yang tahu, hihihi


"(Makasih thor akhirnya aku gak jomblo....heheheh)"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Maaf kakak2 lama bgt upnya habis Author bener-bener sibuk banget,,, usahain deh paling nggak seminggu sekali meskipun nggak sampai panjang partnya...


Jangan lupa likenya ya...makasih yang masih Stay...


__ADS_2