
Leta sedang berjalan-jalan kemall. Dia memutuskan untuk membeli hadiah buat sahabat tercintanya setelah mendengar kabar pernikahannya.
"Bruk."
"Maaf, saya tidak sengaja."
"Baiklah Nona ini sudah ke dua kalinya kamu menabrakku. Kau harus mentraktirku minum kopi."
Leta mengernyitkan dahi, dia mengingat ingat dimana dia pernah menabrak pria itu. Karena otaknya saat ini sedang kacau dia tidak dapat mengingatnya.
"Baiklah, sebagai permintaan maafku aku akan mentraktirmu."
Mereka berjalan pergi kesalah satu cafe terdekat. Memilih tempat duduk yang dirasa cocok dan mulai memesan minum.
"Kenalkan aku Dave!"
Sambil mengulurkan tangannya.
"Leta."
"O ya Nona apa yang kamu lakukan disini, aku lihat tadi kamu bingung memilih sesuatu."
"Jangan panggil aku Nona, panggil nama saja. Anda benar aku sedang mencari hadiah untuk temanku. Dia akan segera menikah besok."
"Kenapa bisa kebetulan gini, bagaimana kalau kita cari bersama, panggil namaku saja, atau kalau nggak panggil sayang juga boleh."
Dave sudah mulai menggombal.
Leta mengernyitkan dahi.
"Bercanda Nona maksudku Leta."
"Karena aku belum kenal sama pengantin prianya, sepertinya kamu bisa membantuku."
"Pria ini sepertinya buaya, dasar playboy, emang keren sih tapi tingkahnya enggak banget gue kerjain nanti biar tau rasa."
***
"Sayang habis ini kita kemana lagi?" tanya Kleo.
"Kamu mau kemana, aku sedang cuti dari pekerjaanku."
__ADS_1
"Emm, aku ingin istirahat saja untuk persiapan besok."
"Baiklah istriku tercinta, aku akan mengantarmu."
"Calon istri."
"Hahaha, Ingat sayang aku menunggu hadiahku."
Kleo terdiam seketika,
"Astaga kenapa suamiku ini sangat mesum."
"Sayang, aku ingin bertanya, sebenarnya Lili itu siapa?"
Meskipun sebenarnya Kleo tidak berani, tapi rasa penasarannya sudah tidak bisa ditahannya lagi.
"Kenapa kamu tanya soal itu."
"Ya dia sampai, seperti itu padaku, melihat sikapnya, sepertinya dia sangat menyukaimu."
"Ya begitulah, apa kamu lupa aku sangat tampan." Betran menjawab dengan gaya sombongnya.
Kleo mencubit pinggang Betran.
"Sayang kamu mulai nakal ya sekarang?"
"Habis kamu itu sombongnya kelewatan, sok ganteng lagi."
"Citttt."
Betran menepikan mobilnya. Dia mulai menghadap Kleo.
"Jangan membangunkan singa yang tidur sayang?"
"Kamu mau a..."
"Cup."
"Bukankah aku memang ganteng ?"
"Iya sayang kamu memang paling tampan."
__ADS_1
Sambil mendorong Betran kembali keposisi kemudi.
"Yaampun kenapa aku selalu terjebak dengan mulutku yang seperti sepatu roda ini, memang gak bisa direm huft."
Betran lalu menarik ujung bibirnya.
"Kamu nggak akan bisa ngalahin aku sayang?"
***
Loren sudah berkemas dan akan pulang.
"Tiba-tiba Martin datang menyuruhnya lembur, menyelesaikan proposal untuk meeting besok pagi.
Dia memang tidak bisa menolak meski dia merutuk dalam hati.
"Dasar bos nggak peka nggak tau apa gue belum istirahat dari pagi."
Dia mulai mengerjakan tugasnya.
Martin ternyata mengawasinya dari jauh, dia sangat senang melihat wajah kesal gadis ini.
Dia tidak tahu apa yang membuatnya tertarik pada gadis itu.
"Kle semoga kamu bahagia, meskipun aku tak pernah ada dihatimu, tapi kamu adalah sahabat terbaiku dan paling mengerti aku."
Dia mendesah, kasar. Tapi kini dia kembali tersenyum mendengar umpatan gadis itu.
Loren berdiri memperagakan apa yang dilakukan Martin
"Kerjakan berkas ini untuk meeting besok pagi."
"Tapi pak ak..."
"Kerjakan sekarang, atau mau kupotong gajimu?"
"Baik pak."
Lalu dia menghentakkan kakinya dilantai seperti anak kecil. Martin tertawa tanpa bersuara melihat Loren memperagakan percakapannya tadi.
"Ihhhh bos nyebelin aku kan mau jalan-jalan, sebel,sebel, sebel......dasar bos sakit jiwa..."
__ADS_1
Martin melotot mendengar umpatan gadis itu.
jangan lupa tinggalkan likenya ya....teman-teman.