
Happy reading....
Pagi yang cerah sepasang suami istri sudah rapi dia akan
pergi kekantor seperti biasanya siapa lagi kalau bukan Betran dan Kleo
“Sayang kamu cantik sekali pagi ini, aku merindukanmu.”
Betran memang tidak tahu tempat dia sudah tahu ini waktunya bekerja tapi dia malah ingin bercumbu dengan istrinya, dia tidak peduli kesiangan atau apa, dia adalah bosnya. Dia selalu merasa terpancing, kehamilan istrinya yang
semakin besar membuatnya semakin sexy dalam pandangan Betran.
“Cukup sayang kamu sudah membuatku lelah semalam, apa kamu tidak kasihan pada anakmu ini?”
Kleo menggunakan akal kancilnya agar terlepas dari jeratan
suami mesumnya.
Betran berusaha untuk menahan hasratnya, meskipun bisa dikatakan tidak pernah absen tapi, Betran tidak pernah merasa puas.
"Hah, baiklah aku menyerah, kau selalu saja menggunakan
anakku sebagai alasanmu itu.”
Kleo hanya terkekeh.
"Kamu boleh senang gadis licik, kamu terbebas saat
ini, tapi jangan harap nanti aku akan melepaskanmu, kamu sudah membuat kobraku, tidak bisa memasuki guanya.”
Mereka lalu sarapan seperti biasa, Kleo tidak melupakan kewajibannya melayani suaminya. Dia sudah mulai rutin meminum susu hamil, semenjak tidak mual lagi Betran mulai menyuruh Kleo meminum susu hamil, dia punya tugas membuatkan susu hamil untuk istrinya itu sampai-sampai diruanganya dia menyetok susu hamil karena dia tidak ingin
istrinya itu melewatkan minum susu.
“Sayang minum dulu susunya.”
Kleo sangat bahagia meski suaminya selalu mesum padanya,
tidak dipungkiri Betran adalah sosok suami yang hangat dan perhatian.
Kleo menganggukan kepalanya.
Betran memulai sarapannya. Selesai minum susu Kleo mulai
mengeluarkan nada manjanya.
“Sayang…”
“Hemm.”
"Dasar monster kutub selalu saja irit bicara memangnya suruh bayar pajak apa."
“Sayang…” Kleo menekan kata sayang, jika Betran belum menjawabnya dengan benar entah kenapa Kleo belum merasa puas.
“Iya sayang, ada apa?”
"Yes saatnya beraksi."
Mendengar jawaban Betran, Kleo seperti mendapat lampu hijau untuk menyampaikan keinginannya. Jika suaminya sudah berbicara panjang kali lebar menurut Kleo itu pertanda suasana hatinya sedang baik.
“Aku nanti ingin ke mall dengan Chelsea, boleh ya?” Kleo
mengedipkan matanya, memasang wajah semanis dan seimut mungkin.
“Sudah kuduga, dasar gadis licik kau tidak tahu suamimu ini
sangat banyak akalnya, tentu aku akan memanfaatkannya.”
“Tidak.” Betran sengaja bilang seperti itu karena dia juga
ingin dapat mengambil kesempatan yang menguntungkan untuknya.
“Tidak boleh begitu maksudmu?” Kleo sudah melotot pada
Betran.
“Kenapa dia sekarang jadi semakin ganas saja, kalau begini
aku tak akan beruntung malah buntung
iya.” Gumam Betran.
“Ekhem, baiklah boleh!”
"Astaga nyonya anda memang pandai sekali menaklukkan tuan kejam ini."gumam pak chen.
Dia dari tadi hanya duduk mendengar percakapan majikannya, kalau dulu Betran menyuruh pelayan berdiri disampingnya, sekarang tidak lagi tentu saja itu karena Kleo. Meskipun Betran ada sisi baiknya tetap saja dia punya sisi lain yaitu sikap sombongnya pada bawahannya.
Tentu pak Chen merasa heran ini pertama kalinya Pak chen melihat seseorang dapat merubah keputusannya.
Karena dari dulu apapun keputusannya tidak pernah ada yang berani menentangnya jika dia sudah mengatakan tidak, maka tidak akan ada yang berani membantah apalagi ibu dan ayahnya.
Mata Kleo langsung berbinar, senyum manis mengembang diwajah cantiknya. “Terimakasih sayang.”
__ADS_1
“Tapi tidak dengan Chelsea.” ucap Betran tiba-tiba.
“Kenapa, aku hanya ingin ditemani.”
“Chelsea harus menggantikan pekerjaanmu, kamu cari temanmu yang lain atau tidak ke mall sama sekali.”
Betran hari ini tidak bisa menemani Kleo, karena kliennya
dari singapura ingin bertemu dengannya.
“Ah baiklah-baiklah aku akan pergi dengan Luna saja.”
“Dari pada nanti kamu
yang mengantarku itu sangat menyebalkan.
Aku tahu hari ini kamu meeting , makanya aku sengaja pergi jalan-jalan , aku ingin bebas hahaha.”
Selepas kejadian kemarin Betran mengubah rencananya, dia
tidak ingin Kleo tahu, karena Betran ingin menuntaskan sampai akarnya.
***
Saat ini Martin tengah meeting dengan Dave, mereka akhirnya menjalin kerjasama, terlepas dari Martin
adalah calon adik iparnya tapi dave akui Martin adalah sosok yang cekatan dan professional dalam pekerjaan.
Selesai meeting Dave mengajak Martin mengobrol diruangannya secara pribadi. Dave menyuruh Roni membawa sekertaris Martin untuk mengurus sisanya.
Tatapan Dave cukup serius membuat Martin heran
“Ada apa bang mengajakku berbicara pribadi apa ada hal yang sangat penting?”
“Sebagai laki-laki jawablah pertanyaanku dengan jujur, Apa
kamu menyukai wanita lain selain adikku?”
“Apa maksudmu bang?”
“Apa hubunganmu dengan Kleo?”
“Deg.”
Martin bingung darimana dia tahu tentang Kleo? Tapi dia juga
tidak ingin Dave berpikir yang macam-macam padanya.
“Jangan bohong, aku tahu cara kamu melihat Kleo sangat
berbeda, Ingat aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Lovelyku.”
“Hah, baiklah karena aku tidak ingin ada kesalah pahaman aku
akan memberitahumu.”
“Kleo adalah sahabatku dari SMA, aku akui, aku sempat
tertarik padanya, tapi aku tidak akan memaksakan perasaanku padanya karena dia tidak menginginkanku untuk menjadi lebih dari sahabat, aku mundur apalagi saat aku tahu
dia sudah bahagia bersama orang yang sangat menyayanginya.”
Dave masih mendengar penjelasan Martin.
‘Kemarin aku melihatmu dengannya .”
“Hah itu karena ada urusan.”
Dave langsung menatapnya dengan tatapan intimidasi.
“Kleo meminta bantuanku.”
Martin akhirnya menceritakan pada Dave semuanya
“Tindakanmu sudah benar, tapi ingat jangan sampai kau
menyakiti lovelyku.”
“Tenanglah bang Kleo hanya masalaluku, tapi dia tetap
sahabatku.”
‘Baiklah aku percaya padamu..”
Martin hanya bisa menghela nafasnya. Setelah selesai dengan
urusannya Martin akhirnya pamit pada Dave karena masih banyak pekerjaa yang harus dia selesaikan.
Dave masih merenung diruangannya.
“Cih bagaimana, aku dan dia bisa menyukai wanita yang sama?”
Dave menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri. Dia merasa
__ADS_1
kenapa dunia begitu sempit, menyukai wanita yang sama dan sama-sama tidak mendapatkannya.
Betapa beruntungnya Betran, dalam segala hal dia selalu lebih unggul darinya tapi semua itu tidak membuat dirinya iri ataupun benci padanya karena Betran jugalah yang
selalu membantunya dan menganggap dia adalah keluarganya.
“Benar-benar sangat konyol.” Gumamnya.
***
Rio mulai menjalankan aksinya setelah Kleo berangkat pergi dengan Luna.
Dia menyuruh Dilan memberitahu Chelsea untuk merekap laporan selama tiga bulan.
“Baik pak.” Chelsea tampak sangat bahagia.
Dia sudah menunggu kesempatan ini dua bulan yang lalu, agar
bisa mendekati Betran, karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruangannya.
Selesai dengan laporannya Chelsea meninggalkan ruangannya.
melihat Chelsea keluar ruangan dengan segera Rio menyuruh semua staff yang ada disana untuk keruang meeting karena akan ada meeting dadakan antara keuangan cabang dan pusat.
Akhirnya ruangan kosong seketika Rio mulai memasang penyadap dan menambah beberapa cctv, dia juga mengambil ponsel Chelsea yang tertinggal.
Entah apa yang dilakukannya dia mengotak-atik ponsel
Chelsea.
Selesai dengan pekerjaannya dia tidak lupa mengembalikan
semuanya ketempat semula dan langsung keluar dari ruangan itu.
***
Sementara ditempat lain seorang gadis tengah menikmati
kebebasannya. Dia tidak tahu seseorang sudah mengawasinya dari jauh tanpa sepengetahuannya.
Meskipun Betran membiarkan Kleo pergi sendiri tidak mungkin dia tidak memberikan pengawalan yang ketat.
Dua orang bodyguard wanita selalu ada disekitar Kleo tanpa sepengetahuannya.
Jika Kleo sampai mengetahuinya tentu Betran akan ditendang
keluar kandang.
Eh maksudku kamar, hehe…
Mereka yang akan selalu mengawasi Kleo dan melaporkan semua aktivitas , belum lagi beberapa orang yang menyamar, menjadi petugas kebersihan dan pelayan toko .meskipun mall itu milik Betran dan keamanannya tidak diragukan lagi,,Betran selalu waspada dengan keselamatan Kleo ,
karena musuhnya masih berkeliaran.”
Dengan lincahnya Kleo berjalan penuh rasa bahagia tanpa
memikirkan perutnya yang besar seolah dia lupa kalau dia tengah mengandung. Dia memasuki beberapa ruko tanpa membeli sesuatu.
“Mmaaf Bu anda sebenarnya ingin membeli apa?”
Meskipun takut Luna tetap mengatakannya karena menurut Luna Kleo sangat aneh.
“Sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu ini diluar
kantor dan kamu adalah temaku.”
Luna memang lebih muda satu tahun tapi mereka lebih tampak sebaya.
“Panggil namaku saja, kau mengerti?”
“ Tapi it….”
“Apa kau tidak mendengarku..”
“Astaga kenapa dia jadi seperti pak Betran.” Luna tampak sedikit takut dengan perubahan Kleo
“ Baiklah aku panggil kakak saja…”
“Terserah.” ucap Kleo
Kleo sebenarnya hanya ingin menikmati kebebasanya saja, dia tidak ingin membeli sesuatu apapun paling dia hanya akan makan es krim saja. Kleo lalu berjalan kearah tempat penjual es krim.
“Bruk.”
Kleo, menabrak seseorang
“Hai apa kabar?”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa tinggalkan like dan komentnya ya... hehe salam hangat dari Author, Aku selalu baca komen kalian
makasih banyak semuanya atas dukungannya ....................
__ADS_1