
Dia memintaku untuk segera menikah dan memberikan cucu untuknya.
"Uhuk-uhuk...!" Kleo langsung tersedak....
"Kamu kalau makan selalu seperti itu?ceroboh sekali." ucap Betran ketus sambil memberikan minum. Setelah minum Kleo baru bisa menyahut.
"Ya habis kata-katamu membuatku terkejut."
"Jadi bagaimana sayang, Apa kamu sudah siap?" Suara Betran mendadak lembut seperti kapas.
"Sayang menikah itu mudah, tapi menjaga pernikahan itu tidak mudah, kita harus saling percaya, saling memahami, saling mencintai dan banyak lagi.
Ada dua keluarga yang harus kita satukan tidak hanya sebatas aku suka. Kita juga harus dapat restu orangtua."
"Sepertinya kamu sudah sangat paham, dan sangat matang, itu artinya kamu sudah siap bukan?"
Mata Kleo mau lompat karena terkejut dengan tanggapan Betran.
"Sepertinya aku salah memberikan argumen, niatku itu menghindar kenapa jadi aku yang terperosok? gimana ini?"
"A...a..ku, bbb...?"
"Bisa sayang? terimakasih, akan aku urus secepatnya?"
"Hah, Kkkamu...sal....!"
"Cup!"
Betran langsung mencium Kleo, agar dia tidak banyak bicara.
"Terimakasih sayang, Aku sangat mencintaimu?"
Selesai makan siang Kleo kembali keruangannya.
Diruangannya dia tampak bingung, dia mondar mandir kaya gosokkan.
"Aduh gimana ini, jika mendadak nikah nanti dikira aku hamil duluan lagi. Aku sendiri nggak tahu apa aku cinta sama dia apa nggak gimana aku bisa nikah sama dia.
"Ya Tuhan cobaan apa lagi ini. Dia salah paham, karena kebodohanku. Tapi aku juga nggak bisa berbuat apa-apa."
Betran senyum-senyum sendiri melihat tingkah Kleo dari cctv tersembunyi miliknya.
"Aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku Kle!"
***
Tiara bersiap untuk pulang dia mulai merapikan berkas, menutup toko.
Dert,dert....a
Telfon Tiara berdering. No tidak dikenal.
"Halo!"
"Hai kak ini aku Kleo, tadi aku minta no kakak dari mama Lidia, ups bolehkan ku panggil mama?hehe."
"Iya tentu boleh, ada apa tumben telfon?"
"Ketemuan yuk nanti pulang kerja?"
"Jam berapa? soalnya aku udah mau pulang? kamu kasih tahu saja jam berapa dimana?
Nanti aku datang kesana!"
"Oke kak nanti aku kirim lokasinya. Yadah kak aku lanjut kerja dulu, da kakak."
__ADS_1
Kleo melanjutkan kerjanya menunggu jam pulang kerja, karena waktuenunjukkan pukul 14.00.
Betran tiba-tiba masuk keruangannya.
"Sayang, bisakah aku minta tolong?"
Kleo mendelik, tidak biasanya dia memohon pada orang lain ini bukan seperti Betran yang dia kenal.
"Iya ada apa?"
Bisakah kamu mengantarkanku pulang.
"Kenapa aku Rio kan ada?"
"Iya, Aku siap-siap dulu."
"Hemm!"
Betran setia menunggu diruangan Kleo.
Saat mereka keluar ruangan seseorang memanggil Betran dan langsung memeluknya.
"Lili."
"Hai, aku rindu sama kamu, kenapa kamu tidak pernah membalas pesanku?"
"Lepaskan tanganmu?"
"Siapa sih dia main peluk-peluk segala. memang cantik sih tapi sayang kecentilan."
Kleo yang merasa matanya sudah panas melihat wanita yang centil itu akhirnya pergi. Kleo memang bisa dibilang jauh diatas Lili tetapi dia tetap saja merasa orang lain lebih dari dirinya.
"Saya tunggu didepan pak, permisi."
"Dasar playboy baru bilang mau menikah, dipeluk wanita juga nggak nolak tuh, apa iya aku mau punya suami model begituan, peluk sana-sini oke!"
"Ada apa kamu kesini?" tanya Betran.
"Aku kangen sama kamu?" masih bergelayut manja dilengan Betran.
"Lepaskan tanganmu, aku tidak suka kamu melakukannya."
"Kamu kenapa sih? kamu kan tahu kalau aku dari dulu suka sama kamu?"
Suara Lili memancing perhatian orang disekitar.
Betran menarik Lili keruangannya. Kleo yang berjalan belum jauhpun sempat melihat dan mendengar percakapan mereka.
Kleo sudah dilobi dia menunggu Betran.
Hatinya merasa tidak tenang.
"Mereka ngapain ya diruangan itu?"
Kleo membayangkan bagaimana perlakuan Betran kepadanya.
"Jangan-jangan dia mesum lagi, dasar playboy cap cicak."
tak berapa lama Lily keluar dengan perasaan kesal.
Dia menghampiri Kleo.
"Hey kau, dasar wanita murahan."
Semua mata tertuju padanya.
__ADS_1
"Jaga bicaramu."
Kleo langsung berdiri dari tempat duduknya. Ya Kleo bukan tipe orang yang lemah kalau menghadapi begituan. Diakan juara taekwondo. Bertarungpun dia siap pastinya, apalagi dia merasa kalau harga dirinya sudah terusik.
"Cih, pura-pura nggak tahu lagi, bukannya kamu suka merayu laki-laki?"
Lily menunjukkan foto saat dia menyuapi es krim pada Betran.
Kleo melotot tidak percaya.
"Dengar ya dia itu nggak serius sama kamu, dia nggak pernah dekat dengan wanita kecuali aku."
"Aku nggak salah dengar?lihat dia sudah datang, sambutlah dia bukankah kamu sangat dekat dengannya!"
Melihat Betran yang berjalan kearah mereka berdiri.
Lily langsung gugup gemetaran, ucapan Kleo seperti kilatan petir yang menyambar. Pasalnya Betran telah mengingatkannya dengan tegas agar menjauhinya karena dia akan segera menikah.
"Kenapa, apa mau kupanggilkan?" Ejek Kleo. Banyak karyawan yang melihat dan mendengarkan. Semuanya berhambur kembali bekerja saat Betran datang.
Lili diam dan tidak bisa berkutik.
"Awas kamu ya, urusan kita belum selesai."
Lili lalu pergi.
Betran lalu bertanya pada Kleo "Ada apa?"
"Kekasihmu mengajakku berkenalan ?" Kleo berjalan keluar.
jawaban Kleo membuat Betran terkejut, matanya membulat.
"Hey tunggu."
Kleo sudah tidak menghiraukan panggilan Betran.
Betran mengejar Kleo, sampai diparkiran dia menarik tangan Kleo.
"Hey ada apa denganmu?"
"Sepertinya anda sudah tidak sakit setelah bertemu kekasihmu tadi, jadi saya tidak perlu lagi mengantar pulang bukan?"
Betran malah tersenyum mendengar jawaban Kleo. Dia masih diam tidak menjawab Kleo.
Entah kenapa dia merasa kesal teringat Betran menarik perempuan tadi keruangannya.
"Jadi diantar pulang tidak?mana kunci mobilnya biar pekerjaanku mengantar bos besar selesai."
Betran memberikan kunci mobilnya, melihat Kleo yang sudah berapi-api Betran seperti dapat doorprize. Betran tahu kalau Kleo cemburu.
Mereka lalu naik mobil Kleo yang menyetir.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara akhirnya Kleo yang memulai.
"Alamat rumah bapak dimana?"
Mendengar Kleo memanggilnya Bapak, Betran tidak marah tapi malah senyumnya tambah Lebar.
Betran memberikan alamat apartemen , dia tidak jadi pulang.
Sampai dialamat Kleo langsung memberikan kunci mobilnya pada Betran dan berniat pergi.
"Siapa yang menyuruhmu pergi? ini masih jam kerja, ayo antar aku kedalam "
❤❤😉
__ADS_1