Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Martin vs Dave


__ADS_3

Maaf kakak bab sebelumnya ada yang aku revisi bisa dibaca ulang ya..selamat membaca.


...


Dave sudah mulai beraktivitas seperti biasa setelah dinyatakan sembuh dan beristirahat dirumah cukup lama dia kembali kekantornya. Dia tidak memakai pakaian jaz seperti biasanya. hanya kemeja saja karena dia berencana pulang setelah menandatangani beberapa berkas.


Baru turun dari mobil, seseorang meneriakinya.


"Mas, mas."


Dengan nafas yang masih memburu seorang gadis dengan seragam SMA memegang tangan Dave.


"Mas kamu kerja disini kan,aku mau minta tolong titip kue ini untuk kakakku."


Asisten Dave yang akan menyela, tutup mulut karena tuannya memberi kode untuk diam.


Mata Dave masih memperhatikan gadis SMA,wajah cantiknya mampu menghipnotis seorang Dave, senyumnya begitu manis.


"Iya aku kerja disini, apa yang kudapat jika aku memberikannya pada kakakmu."


"Aku akan mentraktirmu makan bakso gimana? dia bekerja disini sebagai manager pemasaran namanya Bagas . Mas pasti tahu kan? kakakku itu adalah orang yang sangat baik, sudah dulu ya, nanti sepulang sekolah aku traktir, aku sudah kesiangan. Makasih Mas."


Gadis itu langsung berlari setelah mengoceh panjang lebar dan menyerahkan kotak makan yang berisi kue untuk kakaknya pada Dave.


"Hei Nona, siapa namamu?"


"Ana."


Dia menjawab sambil melambaikan tangan.


Senyum menghias wajah Dave, dia memasuki Kantor menenteng kotak makanan dan tersenyum sendiri, pemandangan yang langka bagi karyawan kantornya, meskipun dia dikenal sering berganti pasangan. tapi dia selalu menunjukkan wajah datarnya pada bawahannya untuk menunjukkan wibawanya.


Dave duduk dikursi kebesarannya dia meletakkan kotak makanan itu diatas mejanya. Dave masih memandang kotak kue itu.


Dave memakan kue itu, tanpa mempedulikan itu untuk bawahannya.


"Enak."


Tak terasa kue itu hanya tinggal beberapa potong saja.


Dave lalu menyuruh asistennya memanggilkan Bagas keruangannya.


Bagas merasa was, was dia memikirkan kesalahan apa yang dilakukannya sampai atasannya memanggilnya, tidak seperti biasanya.


Setelah dipersilahkan masuk Bagas berjalan mendekat dihadapan Dave.


"Duduklah." titah Dave.


"Tadi ada seseorang yang menitipkan kue untukmu, aku penasaran baunya sangat wangi jadi aku memakannya.


aku minta maaf"


"Tidak papa kue itu untuk anda saja."


"Aku tidak mau dituduh tidak menyampaikan titipan. Kamu boleh membawa sisanya."


"Baik pak."


"O ya satu lagi jangan beritahu pada adikmu, kalau aku bos disini, jika kamu masih ingin bekerja disini."


Bagas lalu bergegas pergi membawa kue itu.

__ADS_1


keluar dari ruangan Dave dia hanya menggerutu.


"Dasar adik gak ada akhlak, jantungku hampir copot gara -gara kecerobohannya, bisa-bisanya dia menitipkan kue pada pak Dave."


Dave memeriksa berkas yang akan ditandatangani sambil menunggu kedatangan tamunya.


Dia mengundang Martin kekantornya untuk mengenal pria seperti apa yang akan menjadi calon iparnya itu.


Meskipun Dave dikenal playboy tidak ada yang tahu kalau dia tidak pernah menyentuh wanita-wanitanya, tapi dia adalah orang yang tegas ketika itu menyangkut keluarganya, karena dia adalah perisai kelurganya dia harus melindungi adik kesayangannya. Dia yang bertanggung jawab setelah dadynya tidak ada.


Dave dan Martin sedang duduk berhadapan.


"Baiklah Tuan Martin, aku tidak akan berbasa basi lagi. Sebagai sesama pengusaha aku yakin anda sangat paham dengan bisnis, katakan berapa yang kamu inginkan aku akan memberikannya padamu, tapi tinggalkan adikku."


"Cih, anda terlalu sombong Tuan, meski aku tidak sekaya dirimu aku masih sanggup menghidupinya."


"Tidak perlu bertele-tele, sebutkan saja, jika kau pergi baik-baik aku akan melupakan kalau aku pernah berurusan denganmu."


"Aku bukan pengecut yang suka bermain wanita, aku mencari istri bukan mencari jalang."


"Kata-kata Martin tepat sasaran menghantam lawan bicaranya."


"Hahahaha, Nyalimu cukup besar Tuan Martin. Apa kau tahu dengan siapa kau berbicara?"


"Tentu aku tahu, aku bicara pada seorang pecundang yang hanya suka mempermainkan wanita."


"Baiklah apa alasanmu menerima perjodohan ini?"


"Aku mencintainya."


"Hahahhahaha, cinta hanya omong kosong. Apa kau yakin adikku mencitaimu?"


"Tentu itu hanya omong kosong untuk orang yang tidak tahu cinta sepertimu." Dengan berani Martin mengatakannya.


Lagi-lagi Dave harus kalah.


"Sialan, kenapa aku kalah dengan bocah sialan ini dari tadi. tapi aku memang perlu orang seperti dia untuk menjaga Lovelyku. baru dia yang berhasil membuatku kagum sosok yang cukup tegas cocok untuk lovelyku yang susah diatur berbeda dengan laki-laki sebelumnya, gila harta, playboy sepertiku, baiklah mami kali ini kamu benar.


Dave akhirnya mengalah.


"Baiklah adik ipar jaga dia untukku."


"Apa anda sudah mengakuiku adik iparmu?"


"Tentu jika kau juga bisa membuktikan kau bisa menjaga adikku."


"Aku pasti akan menjaga gadis manjaku itu karena dia adalah calon istriku."


"Meskipun dia adalah gadis manja dimatamu, tapi kau harus tahu aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya.."


"Aku mengerti kakak ipar." ucap Martin terkekeh dengan candaannya..sendiri


Mereka melanjutkan obrolan mereka beralih pada bisnis. tak terasa, pembicaraan itu akhirnya selesai Martin berpamitan dengan alasan banyak pekerjaan kantor.


Martin yang sudah keluar dari kandang buaya merasa lega meski dia sudah menyiapkan peralatan perangnya untuk menghadapi Dave, sebenarnya dia sangat gugup dalam hatinya, pria seperti apa yang akan ditemuinya,


"Baiklah Reina kakakmu sudah dibawah kendaliku."


Martin teringat dia harus menemui Kleo untuk mengirimkan hasil penyelidikan orangnya.


***

__ADS_1


Tiga hari berlalu setelah Kleo dari rumahsakit.


Sampai saat ini Betran tidak tahu tentang kehamilan Kleo.


Karena Rosi akan segera menjalani operasinya.


Dia semakin sibuk dan jarang dirumah.


Tiga hari itu juga Kleo tidak kekantor.


Tubuhnya lemas karena tidak ada makanan yang bisa masuk kedalam perutnya dia hanya minum jus dan memakan telur rebus,apalagi setiap pagi dia harus merasakan mual dan selalu mengeluarkan semua isi perutnya.


Kleo juga sudah menerima berkas yang dikirim Martin untuknya.


Kleo tersenyum sinis mengetahui kebohongan yang dilakukan Rosi.


"Licik sekali bocah ini dia seumuran Berlin tapi sudah memiliki jiwa iblis kakaknya."


"Baiklah aku akan mengikuti permainanmu."


***


Betran menyempatkan diri berkunjung kekantor untuk makan siang bersama istri tercintanya. Dia sangat merindukan istrinya, dia juga merasa bersalah sudah mengabaikannya dan ingin meminta maaf padanya. Tidak lupa dia mampir ketoko perhiasan membelikan hadiah untuk Kleo.


Betran berjalan memasuki kantornya. membawa paper bag yang dibelinya tadi. Hal yang tidak pernah dilakukan Betran, biasanya dia akan menyuruh Rio tapi kali ini dia ingin memberi kejutan dan ingin minta maaf pada istrinya.


Dia langsung menuju ruangan Kleo. Tidak mendapati Kleo diruangannya dia bergegas keruangan Rio.


Dia langsung masuk tanpa permisi.


"Rio dimana istriku."


"Astaga Bos, mengagetkanku saja, Abang ini gimana sih diakan istrimu kenapa tanya padaku?"


Rio sengaja memancing emosi Betran karena dia sendiri sedang kesal dengan bosnya itu.


"Rio aku tidak sedang bercanda."


"Dia tidak masuk kantor."


"Apa maksudmu tidak masuk kantor?"


"Dia sakit Bang sudah tiga hari dia tidak masuk kantor."


"Kenapa kau tidak memberitahu, Dasar bocah sialan."


"Abang ini kan suaminya kenapa bisa tidak tahu, oh ya aku lupa abang kan sedang mengurus wanita kesayanganmun itu jadi lupa deh kalau punya istri."


Ucap Rio dengan bercanda tapi Betran yang mendengar, bagai tersambar petir.


Dia tersadar telah mengabaikan istrinya itu terlalu lama.


Betran langsung keluar dari ruangan Rio, tanpa menghiraukan lagi apa yang disampaikan Rio.


Rasa bersalah itu mengacaukan pikirannya, bagaimana dia bisa sampai melupakan orang yang paling dicintainya itu. Kesibukannya menuruti tingkah Rosi benar-benar membuatnya lupa dengan keberadaan Kleo.


"Hu...dasar ondel-ondel, ditinggal baru tahu rasa. itu tu kalau terlalu cinta kadang jadi bodohkan. Padahal0 aku tadi masih ingin mengumpatnya mumpung ada kesempatan memojokkannya malah sudah kabur hilang kesempatan gue Kle..." Rio menggerutu sendiri.


***


Kleo duduk bersandar di balkon rumahnya dia sedang menikmati senja yang indah matahari yang mulai menghilang , angin dingin yang berhembus sangat menenangkan.

__ADS_1


"Brak."


Hai kakak- kakak jangan lupa tinggalkan komentnya ya....🌷🌷🌷


__ADS_2