Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Sabar ya....


__ADS_3

Kleo yang merasa kakinya sudah pegal meminta ijin pada Betran untuk istirahat.


"Ikutlah duduk dengan Tiara dan yang lain." ucap Betran. Kleo mengangguk dan pergi menghampiri Tiara.


Rio bergabung dengan Kleo dan Keluarganya, setelah dari tadi seperti gosokkan memastikan bahwa semuanya tidak ada masalah.


"Aku sangat lelah, Kle lo harus kasih bonus buat gue nanti ya, gue udah kaya setrikaan dari tadi."


"minta aja sendiri, itu kan emang tugas kamu."


"Yaela kalian itu ya bener-bener kompak banget sama pelitnya."


"bodo...!"


"Aku nggak mau ikut ikutan kalian jadi alien."


Rio mengernyitkan dahi.


"Kalian kalau ngomong pakai bahasa alien aku mana paham."


"hahaha!


Tawa Rio pecah dia mengerti maksud ucapan Kleo.


"Baiklah nyonya ,aku akan memintanya sendiri lagian aku juga tidak mau dia nanti kumat melihat aku menggoda istrinya, aku pergi dulu....!"


Selesai acara Keluarga Betran dan Keluarga Kleo berpamitan untuk pulang. Sang pengantin tentu masih digedung hotel itu.


Acara itu benar-benar melelahkan. Betran masih sibuk menemui rekan bisnisnya. Kleo memutuskan langsung naik keatas kekamar yang memang sudah disiapkan untuknya.


Dia lalu membersihkan diri, dia merasakan sakit pada perutnya dan ada cairan merah pada kakinya.


"Yaampun aku dapat tamu, gimana ini siapa yang mau kusuruh buat beli pembalut."


Dengan balutan handuk kimono Kleo berjalan keluar kamar mandi, dia menghubungi pelayan untuk kekamarnya.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"Tok,tok,tok!"


"Maaf ada yang bisa saya bantu?"


"Saya meminta pelayan wanita kenapa anda yang datang."


"Apa tidak bisa saya saja yang melayani nona."


"Tidak, aku mau pelayan wanita, karena nanti suamiku bisa marah."


Mendengar kata suami orang itu langsung pucat pasi, dia tahu pria yang dimaksud adalah bosnya, pemilik Hotel tempat dia bekerja saat ini. Dia tahu betul bagaimana Bosnya itu kalau marah tidak akan ada yang selamat.


"Baik nona akan segera saya suruh kesini.


Kleo sangat tahu kenapa pria tadi sangat gugup.


"Maaf aku tidak bermaksud begitu tapi saat ini sedang darurat."


Tak lama kemudian pelayan wanita datang, Kleo lalu meminta tolong padanya untuk membelikan pembalut.


Pelayan itu lalu pergi membelikan pesanan Kleo lalu dia menyerahkan pada kleo.


"Saya permisi Nona."


"Terimakasih." ucap Kleo.


Kleo lalu bergegas untuk segera memakainya. Dia membuka kopernya untuk mengambil pakaian dalamnya. dia dikejutkan dengan isi kopernya.


"Kak Tiara......., kamu menyebalkan."


Bagaimana tidak disana hanya ada satu pakaian tidur yang seksi. Setelan piyama yang sebelumnya ditata oleh Kleo dan Tiara ternyata tidak ada.


"Bagaimana ini?Aku takut sekali, kalau aku pakai ini sama saja aku menghidangkan ikan pada kucing yang kelaparan, apalagi suamiku sangat mesum,,,,,,Yaampun, Aku rasa semua ketularann gila suamiku yang mesum itu."

__ADS_1


Kleo terpaksa pakaian tidur seksi itu. Setelah selesai Kleo langsung merebahkan tubuhnya dikasur. membungkus tubuhnya didalam selimut tebal.


"Ceklek."


Terdengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki mendekat.


"Sayang, apa kamu sudah mandi hemm?"


"Sudah, kamu cepatlah mandi."


"Baiklah tunggu sebentar ya!"


Betran mencium kening Kleo dan mengedipkan matanya lalu melenggang kekamarmandi untuk membersihkan diri.


Melihat tingkah Betran Kleo sudah bisa menebak, pikiran mesum apa yang ada diotak suaminya itu


Kleo hanya tersenyum tipis. Padahal dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak, dia sudah membayangkan wajah kesal suaminya itu karena saat ini dia sedang menerima tamu bulannannya..


Selesai mandi Betran hanya mengenakan boxernya,lalu menyusul Kleo masuk kedalam selimut melingkarkan tangannya pada tubuhnya dan membenamkan wajahnya pada leher Kleo, dia memeluk Kleo dari belakang.


"Sayang, apa kamu sudah siap?"


"Siap apa?"Kleo pura-pura tidak tahu maksud Betran.


"Jangan menggodaku dengan sikap polosmu itu, ini adalah malam pertama kita.aku sudah tidak dapat menahannya lagi."


"Maaf sayang sepertinya kamu harus menunda dulu, karena aku ada tamu."


"Tapi kenapa bajumu seseksi itu menyambut tamu. Apa tamu itu aku."


"Bukan begitu sayang."


Betran mengernyitkan dahi belum paham maksud Kleo.


"Aku datang bulan sayang!" Tampak kekecewaan diwajah Betran.


"Berapa hari?"


"Tidak pasti, biasanya tujuh sampai sepuluh hari."


"Tentu saja tidak,buat apa aku berbohong, aku kan juga mau menghabiskan malam denganmu sayang, sabar ya...."


"Yaampun aku tidak percaya mulutku bisa semanis ini, astaga Kleo kamu akan jadi artis no satu kalau kamu bisa akting sebagus ini."


"Kamu semakin menggemaskan, ayo kita tidur."


Betran memeluk Kleo, Kleo meletakkan kepalanya didada bidang Betran. Merasakan kehangatan dekapan betran yang membuatnya begitu nyaman.


Rasa lelah yang mereka lalui membuatnya cepat terlelap dialam mimpi.


***


Dikantor seorang pria disibukkan dengan setumpuk berkas. dia mulai meneliti satu persatu laporan dan proposal yang ada dimejanya.


"Halo, keruanganku sekarang."


"Baik pak!"


Loren mengetuk pintu dan masuk setelah Martin mengijinkannya.


"Kamu perbaiki proposal itu, aku tunggu nanti saat jam makan siang."


"Baik pak kalau begitu saya permisi dulu."


"Hemm."


Setelah Loren keluar, senyum terukir diwajah Martin, ada sesuatu yang membuat dirinya senang.


Diluar ruangan Loren sudah mulai mengeluarkan semua umpatannya.


" Dia kira gue robot apa, yang benar saja, proposal segudang selesai jam makan siang, dasar bos tidak waras, apa dia itu tidak dapat jatah dari istrinya?sampai harus rakyat sepertiku yang jadi korbannya."

__ADS_1


Loren tidak tahu kalau Ceonya itu ternyata masih lajang alias lama jadi bujang.


Akhirnya dia mulai mengerjakan pekerjaan yang menurutnya segudang itu dan harus selesai waktu makan siang.


Diruangannya Martin tampak tersenyum sendiri setelah mengamati tingkah Loren dari cctv yang dipasangnya. entah kenapa menjahili Loren menjadi kesenangan tersendiri baginya, dan saat ini menjadi hobi baru yang ditekuninya.


waktu terus berjalan, waktu makan siangpun tiba, tapi yang ditunggu tidak datang keruangan. Martin sudah memesan makanan keruangannya.


Karena tidak sabar dia memanggil Loren keruangannya melalui sambungan telfon.


tak lama kemudian Loren datang.


"Maaf pak, pekerjaan saya belum selesai masih ada tiga file yang belum saya perbaiki."


"Duduk, karena pekerjaanmu yang belum selesai, temani aku makan."


"What, apa dia kumat lagi, kenapa tingkahnya semakin aneh saja."


Melihat Loren yang masih berdiri. Martin kesal padanya.


"Apa kamu tidak dengar dengan yang ku katakan."


"Bbbaik pak."


Loren lalu duduk, dia membukakan makan dan menyiapkan makanannya untuk Martin.


mereka makan dalam keheningan. Loren yang merasa canggung dengan sikap bosnya dan Martin yang berusaha menetralkan detak jantungnya.


Selesai makan Loren kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya. Banyak pertanyaan yang terbesit dalam hatinya.


Kenapa bosnya bersikap aneh padanya, apa yang membuat dia berubah akhir-akhir ini. Loren semakin tidak mengerti. Wajar karena dia adalah sekertaris baru mungkin banyak yang belum diketahuinya.


Jam pulangpun akhirnya tiba, Loren sudah mengantarkan berkasnya. Dia merapikan mejanya dan bersiap untuk pulang.


Martin yang sudah tahu kalau dia pulang naik bus, memanfaatkan kesempatan itu.


"Ayo aku antar pulang."


Loren menoleh keasal suara, dia terkejut.


"Tapi..pak!"


"Kamu takut dengan pacarmu?"


"Bbbukan begitu..."


"Ayo...!"


Loren hanya mendengus melihat tingkah Martin.


"Gimana nanti kalau ada gosip tentangnya. kenapa dia nggak pahan sih dia ma bos nggak ada yang berani padanya la gue..ihhh sebel, sebel,sebel."


Loren menunggu Martin dilobi. Tak lama kemudian martin datang dengan Mobilnya.


Dia menurunkan kaca mobilnya, Loren yang paham langsung menghampiri mobilnya dan masuk kedalam.


"Duduk depan, aku bukan supirmu."


"What dasar gila dia nggak tahu apa karyawan lain dari tadi matanya sudah ingin memakanku saja, kalau bukan karena pekerjaan aku males banget. Gara-gara gue kabur dari rumah gue.harus menahan kesal untuk bos aneh ini huft."


"Dimana rumahmu."


Loren lalu memberikan alamat tempat tinggalnya saat ini.


Setelah sampai dikosnya Loren turun.


"Terimakasih pak sudah memberikan tumpangan."


"Lain kali, jangan panggil aku bapak aku bukan bapakmu, jangan lupa besok aku jemput, jangan telat."


Mata Loren membulat dengan kata-kata bosnya itu. Dia masih mematung mencerna kata-kata bosnya itu. hingga mobil itu pergi dari hadapannya.

__ADS_1


"What yang benar saja, kenapa gue jadi nggak bebas gini?"


Terimakasih ya yang masih setia baca, jangan lupa dukung author ya, dengan cara, like,komen dan vote juga ya...❤❤


__ADS_2