Cinta Untuk Ceo

Cinta Untuk Ceo
Hari pernikahan


__ADS_3

Sebuah ruangan yang luas, dengan berbagai hiasan. Hiasan bunga berbentuk love yang berjajar sebagai pintu berlapis, menuju pelaminan, belum lagi panggung tempat kursi persandingan yang begitu indah kerlap-kerlip lampu menambah kesan mewah dan elegan.


Suasana sangat ramai, meskipun Kleo sudah meminta untuk melaksanakan pesta secara sederhana lain dengan Betran, karena dia tidak mau acaranya hanya biasa saja.


Diruangan khusus, tampak dua orang tengah sibuk mendandani Kleo, dia mulai menyiapkan gaun merias wajah.


Tidak tanggung-tanggung Betran menggunakan perias terbaik.


Dengan keahlian sang perias,


jangan ditanya kleo terlihat sangat cantik.


dengan balutan gaun serba putih, sesuai dengan warna ruangan serba putih.


Kleo terlihat sedih seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Wah, wah, kamu sangat cantik Kle."


"Terimakasih kak."


"Kenapa kamu terlihat sedih?ini kan hari bahagiamu?"


"Aku takut!"


Tiara mengerutkan dahinya.


"Kenapa?"


"Selama ini aku belum pernah bertemu keluarga Betran, apa mereka baik?bagaimana kalau mereka tidak menyukaiku, aku tidak tahu banyak tentangnya, aku hanya yakin dengan cinta, tanpa tahu, bagaimana nanti akhirnya!"


"Keluarga Betran sangat baik, meskipun mereka orang kaya, tapi keluarganya memiliki toleransi yang tinggi. dia tidak pernah melihat orang dari statusnya."


Tiara bercerita sambil membelai wajah Kleo karena rasa kagum akan kecantikan Kleo.


"Darimana kakak tahu?"


"Hey, kamu lupa kalau dia adalah temanku. Aku juga tahu Betran itu seperti apa?"


"Seperti apa dia?"


"Pingin tahu ya....?" goda Tiara.


"Ihhh kakak, cepat kasih tahu!"


"Yang jelas kamu adalah wanita yang sangat beruntung, jangan pernah mengecewakannya, dia sangat mencintaimu."


Kleo mendengus kesal.


"Ayo, semua orang sudah menunggu!"


Kleo tersenyum tipis, Tiara menggandeng Kleo keluar, Betran sudah menunggu.


Kleo berjalan dengan anggun.



Matanya tak berkedip melihat orang yang sangat dicintainya begitu cantik, yang menurut Betran seperti bidadari. Rasa bahagia menyelimuti hatinya bagaimana tidak, orang yang dicintainya akan menjadi miliknya seutuhnya.


wanita yang akan mendampinginya hingga dia menua nanti.

__ADS_1


Kleo menyambut tangan Betran,Tiara lalu duduk.


setelah selesai mengucapkan janji suci mereka akhirnya resmi menjadi suami istri.


Semua mata tertuju pada pasangan pengantin yang sangat serasi itu tak terkecuali Lili, meskipun hatinya terasa berat dia berusaha untuk ikhlas.


Dia sadar, bahwa selama ini Betran hanya menganggapnya sebagai teman.


Martin juga ada dalam pesta itu, dia mendapatkan undangan sebagai rekan bisnis dikantor dan juga sebagai teman Kleo.


Para tamu memberikan selamat pada mereka. Kleo yang melihat Lili mendekat merasa kesal.


"Selamat atas pernikahan kalian, maaf selama ini aku terlalu egois, aku berharap kita masih bisa berteman Kamu memang pantas untuk Betran, semoga kalian bahagia."


Mendengar ucapan tulus dari Lili rasa kesal Kleo hilang, sesama wanita dia bisa mengerti, bagaimana mencintai seseorang yang tidak ada perasaan dengan kita.


Kleo tersenyum dan mengangguk, yang artinya mengiyakan ucapan Lili.


Betran ikut tersenyum, dia seolah tidak percaya Lili bisa bersikap dewasa.


Martin juga memberi selamat,


"Selamat Kle akhirnya kamu menemukan orang yang akan selalu menjagamu."


"Terimakasih, aku harap kamu cepat menyusulku."


"Tentu aku akan menyusulmu , lo lupa apa, kalau gue orang paling tampan?"


"Hahaha" mereka tertawa bersama.


Meskipun terbesit rasa sakit dihati Martin, tapi selalu sikap itulah yang selalu ditunjukkan didepan Kleo, untuk menutupi perasaannya selama ini karena dia tidak ingin Kleo menjauhinya.


"Dasar, kamu pikir aku nggak tahu kamu suka pada istriku."


Martin juga memberi selamat pada Betran.


Betran hanya tersenyum menerima uluran tangan Martin.


Setelah Martin berlalu, Betran mulai bertingkah.


"Apa kamu senang, berjabat tangan dengan mantanmu?"


Meskipun Betran tahu Kleo tidak punya kekasih, entah kenapa melihat kedekatan Kleo, dia merasa kesal.


Kleo hanya tersenyum dengan ulah Betran dia malah dapat ide untuk mengerjainya.


"Tentu aku senang, dan aku pasti merindukannya karena aku tidak bertemu dengannya."


Betran akhirnya terpancing dengan ulah Kleo.


"Apa kamu sedang memancing kemarahanku? baiklah aku akan memberikan hukuman yang membuatmu tidak akan lupa."


Mata Kleo membulat.


"Apa kamu itu suka sekali memberikan hukuman pada orang." ucap Kleo memasang wajah kesalnya.


"Tapi kali ini hukumanku akan berbeda sayang?"


Betran mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Dasar mesuuuuum." Betran tersenyum penuh kemenangan.


Ditengah keramaian itu mereka masih saja berdebat seperti anak kecil, tapi hanya mereka berdua yang mendengarnya.


Betran melihat Dave dari kejauhan....


"Cih dia terlambat lihat saja, aku akan memberimu hadiah, beraninya dia terlambat diacaraku."


"Bruk!"


"Maaf!"


Dave sedikit terkejut bertemu dengan Leta dipernikahan Betran.


"Hai nona Leta, kenapa kamu suka sekali menabrakku, oya kamu diundang juga."


"Dave." Leta sama terkejutnya. " Iya pengantin wanita adalah temanku."


"Ternyata dia cantik juga. aku tidak menyangka bisa bertemu lagi." gumam Dave.


"Ayo kita masuk."


"Duar."


Dave seperti tersambar petir disiang bolong. belum hilang keterkejutannya, dia kembali terkejut. Wanita yang diinginkannya selama ini ternyata adalah wanita Betran. Dia masih mematung mengedipkan matanya berulang kali, apakah dia benar Kleo atau bukan.


Keinginan Dave untuk segera bertobat, harus pupus sebelum dia sempat melangkah. Dave tetap berjalan menghampiri Betran.


Sementara Betran yang melihat Dave berjalan dengan Leta akhirnya tersenyum lupa dengan kekesalannya. Karena Dave pernah bilang, dia sudah menemukan wanita yang akan membuatnya bertobat. Dan sekarang Dave membawanya, itulah yang tersirat dipikiran Betran, hanya saja Betran masih bingung karena kalau memang karyawannya, dia tidak pernah melihat wanita itu diperusahaannya.


Tapi Betran juga tidak mau ambil pusing. Dia merasa senang, berpikir bahwa Dave akan segera menyusulnya dan mengakhiri masa lajangnya.


Leta memberikan selamat pada Kleo disusul oleh Dave.


"Hai bro, kamu mengejutkanku tak ada angin, tak ada hujan, langsung dipelaminan."


"Thanks bro."


Kleo yang baru pertama melihat Betran dengan gaya bicara yang kaya anak jaman now itu pun sedikit terkejut, seperti bukan Betran.


"Kenapa dia bisa bersikap berubah-ubah kaya powerrangers aja, lain dikantor ,lain dirumah, lain juga kalau berdua, nanti kalau tinggal berdua jangan-jangan jadi monster lagi, monster mesum, hahahaha.." Kleo membatin dalam hati dan tersenyum sendiri.


ucapan Dave membuat orang yang mendengarnya ikut tertawa, karena tingkah konyolnya.


Dave beralih melihat Kleo.


"Andai saja kau menjadi milikku."


Dave lalu mengulurkan tangan pada Kleo.


"Selamat, semoga kalian langgeng sampai kakek,nenek."


Hati Dave seperti tersayat pisau, mengingat jika dia menginginkan wanita yang telah menjadi milik temannya, lebih tepatnya teman yang seperti saudara.


"Mungkin ini karmaku karena selalu mempermainkan wanita, apa sesakit ini tidak dapat memiliki orang yang kita cintai, mungkin setelah ini aku benar-benar akan bertobat ."


Dave tersenyum lalu meninggalkan pasangan pengantin yang bahagia itu....


"kasihan ya sitampan Dave, dia nangis tuh hiks...!"maaf ya readers upnya lama, diusahakan untuk selanjutnya paling tidak bisa up satu kali dalam seminggu. terimakasih yang masih setia menunggu, maaf juga kalau belum sempet mampir satu per satu,salam hangat dari author❤❤

__ADS_1


__ADS_2